
Setelah puas memandang wajah Sevi dan yakin istrinya baik-baik saja, Arsen beranjak dari tempat tidur dan saat itulah Sevi bergerak dengan gelisah sembari merintih kesakitan sementara kedua matanya masih setiap terpejam. " Ada apa dengan istriku, kenapa dia begitu kesakitan." Tanya Arsen kepada dirinya sendiri kemudian mengusap perutnya.
Dan seperti sebelumnya, Sevi kembali merasakan kenyamanan, ia pun kembali tertidur pules. Tetapi hal itu tidak cukup untuk membuat Arsen tenang. Pria itu mengambil ponselnya yang berada di dalam laci nakas, kemudian menghubungi seseorang.
" Siapkan mobil dan tunggu aku di lobby sekarang." Ucap Arsen begitu panggilan itu terhubung.
Begitu dia selesai mengatakan maksudnya, Arsen langsung mengakhiri panggilan itu begitu saja tanpa mendengar ucapan orang yang dia hubungi.
" Aku tidak bisa melihat kamu seperti ini Honey, kita harus ke rumah sakit sekarang." Ucap Arsen sembari mengusap kepala Sevi, kemudian mencium keningnya sebelum meninggalkan sevi sebentar untuk mandi dan berganti pakaian. Ia tidak mungkin membawa sevi ke rumah sakit sambil mengunakan tuksedo-kan.
Tak sampai lima belas menit Arsen sudah mengunakan pakaian kasualnya. Ia kembali menghampiri ranjang di mana sang istri tercinta tengah tidur dengan perlahan-lahan dan begitu hati-hati Arsen mengangkat tubuh Sevi, setelah menyelimutinya dengan selimut tipis! mengingat saat ini sang istri hanya mengunakan koas kebesaran miliknya tanpa mengunakan dalaman sama sekali.
Arsen menggendong tubuh Sevi, menuju lobby, ia bahkan terlihat sedikit kesulitan saat akan menekan tombol lift dengan Sevi yang berada dalam gendongannya! Tapi hal itu bukanlah suatu masalah.
Terbukti dengan Arsen yang sudah berada di lobby hotel dan Sevi masih berada dalam gendongannya. " Ars, Sevi kenapa?" Tanya Yudha saat melihat kedatangan Arsen.
" Jangan banyak tanya, sana buka pintu mobil." pintah Arsen. Yudha pun segera berlari ke arah mobil yang ia parkir-kan tepat di depan pintu masuk lobby hotel.
" Cepat cari rumah Sakit terdekat." Titah Arsen lagi, ketika mereka sudah berada di dalam mobil.
Yudha sangat bingung dengan kondisi Sevi, ia ingin bertanya tapi melihat wajah Arsen yang kurang bersahabat , membuat Yudha mengurungkan niatnya.
Lima belas menit berkendara, akhirnya mereka sampai di rumah sakit, Yudha segera turun dan membukakan pintu untuk Arsen. Setelah itu Arsen langsung meletakkan Sevi di atas brankar dan mendorongnya menuju ruang UGD untuk mendapatkan tindakan medis, sebab di dalam mobil Sevi beberapa kali, kembali merasakan sakit di perutnya dan yang terakhir Sevi langsung tidak sadarkan diri.
Setibanya di depan ruang UGD, Arsen menjelaskan apa yang di rasakan Sevi kepada dokter yang akan menanganinya. Sebelum pintu UGD di tutup dan ia di minta untuk menunggu di luar.
" Ars, kamu nggak ngapa-ngapain dia kan?" Tanya Yudha. Keduanya kini sedang menunggu di depan ruang UGD.
" Apa aku terlihat seperti lelaki brengsek. Aku begitu mencintainya Yudha kamu tahu itu. Bagaimana bisa aku menyakitinya." Jawab Arsen sembari mengusap wajahnya dengan kasar, iya terlihat begitu cemas memikirkan keadaan Sevi. " Jika kamu tanya dia kenapa?aku sendiri pun tidak tahu, tapi sebelum pesta di mulai, dia sudah mengatakan dia lelah dan perutnya sedikit sakit tapi tetap Memaksakan dirinya untuk melanjutkan pesta itu. Dan aku tidak tahu, apa yang membuat ia kesakitan seperti ini." Jelas Arsen.
" Maaf Ars, aku tidak bermaksud apa-apa, aku hanya khawatir. Sebaiknya kita tunggu dokter yang menangani keluar." Arsen mengangguk.
" Apapun yang terjadi, aku berharap itu bukan hal buruk! Aku tidak sanggup jika harus melihatnya sakit lebih dari ini." Ucapnya kepada Yudha.
" Aku juga berharap yang sama Ars. Ya walaupun istrimu itu sangat menyebalkan." Sahut Yudha. Kata-kata terakhir hanya mampu dia ucapkan di dalam hati, bisa babak belur kalau sampai Arsen mendengarnya.
" Keluarga pasien." Tanya seorang perawat yang baru saja keluar dari ruang UGD.
Arsen segera berdiri dari duduknya. " Saya suaminya Sus." Akunya kepada perawat itu.
" Silahkan pak! Dokter ingin berbicara dengan Anda." Arsen di persilahkan masuk.
Begitu masuk kedalam ruangan UGD, Arsen langsung di bawah ke salah satu ruangan yang pintunya terhubung dengan ruangan UGD itu.
" Terima kasih dok! Sebenarnya apa yang terjadi kepada istri saya, Kenapa dia bisa merasa kesakitan seperti itu. Apa ada masalah dengan kesehatannya. Katakan aku harus apa untuk mengurangi rasa sakitnya" Begitu bokongnya mendarat di kursi, Arsen langsung bertanya kepada sang dokter.
Mendengar pertanyaan Arsen yang terlalu berlebihan, sang dokter hanya bisa geleng-geleng kepala. " Pak! Sebelumnya, apa istri anda pernah hamil?" Mengabaikan pertanyaan berlebihan dari Arsen dokter itu mala balik bertanya.
" Pernah dok! Tapi dia terjatuh dan menyebabkan dia ke guguran." Jawab Arsen seadanya, Dan hal itu semakin memperburuk suasana hatinya saat kepingan-kepingan ingatan tentang bagaimana Sevi terjatuh terlintas di pikirannya.
Sementara sang dokter hanya tersenyum kemudian mengangguk, seakan ia telah menemukan alasan yang menjadi penyebab dari rasa sakit Sevi.
" Sebenarnya implantasi di awal kehamilan itu bukanlah suatu masalah sampai harus mendapatkan perawatan intensif. Tapi untuk kasus istri ada sedikit berbeda, mungkin ini di sebabkan karena kehamilan sebelumnya yang menyebabkan rahim istri anda sedikit bermasalah. Sehingga kami menyarankan istri ada untuk di rawat dan mendapatkan penanganan khusus selama beberapa hari. Untuk mencegah terjadinya keguguran atau masalah kehamilan lainnya." Jelas Sang Dokter panjang kali lebar.
" Dokter bisa di ulangi." Pinta Arsen setelah Dokter selesai berbicara.
" Begini ya pak, implantasi......" Dokter kembali menjelaskan apa yang terjadi kepada Sevi, sesuai permintaan Arsen.
" Apa benar istri saya sedang hamil." Setelah di jelaskan dua kali, Arsen masih saja bertanya.
Sikap Arsen membuat dokter kembali geleng-geleng kepala, tapi tetap menjawab pertanyaan Arsen." Ya selamat pak! Istri Anda saat ini sedang hamil. " Dokter mengulurkan tangannya untuk memberikan selamat kepada Arsen.
" Terima kasih dok! Apa saya bisa menemui istri saya." Arsen membalas uluran tangan dokter.
" Bapak bisa menemui istri bapak setelah di pindahkan ke ruangan perawatan."
" Terima kasih." Ucap Arsen lagi, ia begitu bahagia mendengar kehamilan Sevi.
Sebelum keluar dari dokter. sang dokter sedikit menjelaskan tentang implantasi kepada Arsen, agar pria itu tidak panik seperti sebelumnya.
keesokan harinya, Arsen menghubungi orang tua dan mertuanya untuk menyampaikan berita bahagia itu. Sehingga ruang rawat Sevi kini sudah di penuhi anggota keluarganya. Untung saja Sevi di rawat di ruangan VVIP, jadi pasien yang lain tidak akan terganggu dengan keluarga Sevi dan Arsen yang ingin mengunjunginya. " Kata dokter, kamu harus banyak istirahat! jangan terlalu capek. nggak boleh banyak pikiran! pokoknya istirahat aja." Ucap Arsen Begitu Sevi bangun.
.......
.......
.......
.......
...Bersambung....
...Happy reading..🖤🖤...