Sevi Is Mine (Hate But Love)

Sevi Is Mine (Hate But Love)
om, nanti dulu!



" Bagaimana kuliah kamu?" Tanya Arsen, keduanya kini sedang dalam perjalanan pulang ke rumah setelah drama hadiah yang di belikan Sevi untuk dirinya sendiri di showroom tadi.


Sevi yang sedang sibuk mengotak-atik isi ponsel Arsen menatap ke arah sang suaminya." Kuliah aku baik, semua berjalan lancar dan aku bisa menyelesaikan tugas-tugas aku dengan baik. Apa om senang!" Arsen mengangguk dan menarik satu tangan Sevi, kemudian mencium punggung tangannya beberapa kali sambil tetap konsentrasi menyetir dengan menatap ke depan.


Rasa lelah karena terlalu sibuk akhir-akhir ini semenjak sang papi Anggara menyerahkan jabatannya sebagai pemimpin perusahaan kepadanya. Belum lagi ia kurang tidur selama perjalanan bisnisnya membuat Arsen begitu kelelahan tapi semua itu menghilang seketika saat melihat wajah sevi dan senyum bahagia di wajah sang istri itu. Keberadaan Rizal dan Arya pun bukan suatu masalah untuk Arsen, selama mereka cukup bisa membuat istrinya tetap tersenyum.


" Aku senang jika kamu senang! Kamu adalah sumber kebahagiaan dan obat dari rasa lelahku honey. Ayo turun, kita sudah sampai." Ajak Arsen, sementara Sevi Terlalu sibuk dengan ponsel Arsen membuat ia tidak sadar kalau mereka telah sampai di rumah. Arsen melepaskan sabuk pengamannya, ia membuka pintu mobilnya dan keluar dari dalam mobil. Berjalan mengitari mobilnya, membuka pintu untuk Sevi kemudian melepaskan sabuk pengaman yang di gunakan sang istri.


" Om tunggu dulu." Ucap Sevi menolak keluar dari mobil Arsen. Ia masih asyik membaca dan men-scroll pesan di ponsel Arsen.


Arsen mengintip apa yang di lakukan Sevi kemudian tersenyum sambil menggeleng kepalanya. Iya tidak marah Sevi melakukan hal itu, karena istri kecilnya itu sudah sering kedapatan mencari tahu isi ponselnya, jika ia tinggal beberapa hari untuk berkerja. " Kamu bisa lanjut mengeceknya di kamar." Ujar Arsen, kemudian mengangkat tubuh Sevi dengan hati-hati keluar dari mobilnya, setelah itu menutup pintu mobilnya.


Sevi yang merasa tubuhnya terangkat, secara naluriah langsung melingkarkan tangannya di leher Arsen. " Iihhh om nyebelin deh! Ganggu aja." Keluhnya sedikit kesal, karena kesenangannya di ganggu! tapi ia tidak menolak Arsen dan semakin mengeratkan pelukannya pada leher Arsen.


Sementara Arsen menangapi kekesalan Sevi dengan kecupan bertubi-tubi di kepalanya. " Maaf." Ucap Arsen dengan tulus. Keduanya pun melangkah kedalam rumah dengan Sevi yang di gendong Arsen. Saat melewati ruang keluarga Meisya tengah duduk membaca majalah, tapi ia tidak mengusik kesenangan anak dan menantunya dengan berpura-pura tidak melihat mereka. Sementara Arsen tidak menyadari keberadaan maminya. Begitu Arsen melangkah menaiki tangga menuju kamarnya di belakang sana Meisya tersenyum turut bahagia untuk anak dan menantunya.


Sampainya di dalam kamar, Arsen meletakkan tubuh Sevi di sofa. Kemudian keluar dari kamarnya dan turun lagi kebawa untuk mengambil tas Sevi yang ketinggalan di mobilnya! Juga paper bag berisi hadiah tas mahal dan sepatu yang di beli sebagai oleh-oleh untuk istrinya tercinta.


Begitu kembali ke kamar! Sevi sudah selesai dengan kegiatan memeriksa ponsel Arsen dan hendak masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya tapi tertahan pintu kamar yang terbuka. " Om dari." Tanya Sevi.


Arsen menunjuk tas Sevi dan paper bag yang ada di tangannya. " Tadi tas kamu ketinggalan sekalian aku ambil oleh-oleh buat kamu." Arsen memberi paper bag itu kepada Sevi dan menyimpan tas Sevi setelah mengeluarkan ponselnya yang mati untuk ia cas.


" Ini buat aku om?" Arsen mengangguk kepalanya. " Terima kasih." Lanjutnya kemudian meletakkan paper bag yang di berikan Arsen di atas meja rias tanpa melihat isinya terlebih dulu.


" Kamu nggak mau lihat isinya?" Tanya Arsen.


" Nanti aja! Aku mau mandi dulu, tubuh aku udah gerah banget om."


Arsen mengangguk, kemudian terbesit sebuah ide di kepalanya. " Gimana kalau kita mandi, bareng! Tubuh aku juga udah gerah banget! Kesana-kemari cari kamu tadi." Usulnya dengan seringai nakal di bibirnya tapi tidak di lihat oleh sevi dan tentu saja tawaran mandi bersama bukan sekedar mandi biasa.


Tanpa Arsen duga Sevi langsung menolak hal itu." Nggak om, aku malu! Masa kita saling ngeliatin tubuh satu sama lain."


" Baiklah." Sevi pun mengangguk setuju dengan tawaran Arsen, ia kemudian melangkah masuk kedalam kamar mandi di ikuti oleh Arsen.


Pria itu tersenyum penuh kemenangan! Apa yang akan terjadi di dalam sana sudah tergambar dengan jelas di otaknya.


Dan benar saja! Saat Sevi telah melepaskan setiap helai benang yang menempel di tubuhnya dan menguyur tubuhnya di bawah pancuran shower. Arsen mulai menggeray*ngi tubuhnya dari belakang, sembari mengecup pundak dan menjilati belakang telinganya. "Om, nanti dulu! Aku masih mandi." Tegur Sevi sambil menahan hasratnya.


" Aku tidak bisa menunggu lagi, aku menginginkanmu sekarang dan kita akan melakukannya disini." Arsen langsung membalikkan tubuh Sevi dan berc*mbu dengannya di bawah gusuran shower. ia tidak menghiraukan keterkejutan Sevi.


Cukup lama keduanya mengabsen rongga mulut satu sama lain, sebelum ciuman itu terlepas dengan Arsen yang mengangkat tubuh Sevi dan meletakkannya di sampai wastafel yang di desain dengan kaca besar di belakangnya. Sehingga ia dapat melihat pantulan tubuh mereka dari balik cermin.


Arsen menarik kedua kaki Sevi dan sedikit membuka lebar. Sehingga ia dapat melihat lembah kesukaannya dan mulai melakukan forepl*y kepada Sevi dengan bermain-main dengan lembah itu. seketika beberapa menit ia bermain Sevi pun mencapai puncaknya yang pertama. Setelah itu barulah Arsen giliran Arsen menyatukan tubuh mereka, untuk menggapai puncak secara bersamaan.


Mandi yang biasa hanya perlu waktu beberapa menit, kini sampai harus menghabiskan waktu berjam-jam. Dan begitu Arsen selesai dengan pemainnya, Sevi langsung tertidur di atas tubuhnya saat keduanya berada dalam bathtub.


Arsen tersenyum puas. Ia membilas tubuhnya dan Sevi kemudian menyelimutinya dengan baju handuk dan mengangkat tubuh Sevi keluar. Ia membaringkan Sevi di atas ranjang dan menyelimutinya, setelah itu ia pun ikut berbaring di samping Sevi dengan handuk yang masih melilit di pinggangnya.


Permainan panas mereka membuat keduanya kelelahan! Dan tertidur hingga melewatkan waktu makan malam mereka.


.......


.......


.......


.......


...Bersambung....


...Happy reading..🖤🖤...