
Arsen yang tengah sibuk berkerja, sedikit terkejut saat mendengar suara benda yang jatuh dan saat ia menengok kearah suara itu! rupanya suara benda yang jatuh itu adalah ponselnya yang di berikan kepada sevi. Mungkin karena terlalu lama menunggu dan merasa bosan, akhirnya Sevi pun tertidur dan ponsel yang ia genggam pun terjatuh dari tangannya tanpa ia menyadarinya.
Arsen menyudahi pekerjaannya sejenak! ia beranjak dari tempat duduknya, mengambil ponselnya yang terjatuh, kemudian meletakkan benda pipi itu di atas meja sofa dan berjongkok di hadapan Sevi, menatap wajah tenang sang istri! seketika itu rasa bersalah kembali menyelimuti hatinya. ' Maafkan aku, seharusnya aku menyelidiki kejadian itu terlebih dulu, sehingga kamu tidak perlu berada di situasi ini.' Ucap Arsen dalam hatinya sembari memandang sendu wajah Sevi dengan satu tangan mengusap pipinya.
Setelah puas memandang wajah Sevi, Arsen mengangkat tubuh Sevi dan membawanya keruang pribadinya yang berada di ruang kerjanya! ia meletakkan tubuh Sevi dia rajang, menyelimuti tubuhnya dan mengecup keningnya! hal itu membuat Sevi sedikit terganggu ia mengusap kening bekas Ciumannya Arsen, sedikit menggeliat sebelum kembali tertidur. Setelah memastikan Sevi mendapatkan kenyamanannya, Arsen kembali melanjutkan pekerjaannya.
Tepat jam sembilan malam barulah mereka tiba di rumah, sebelum pulang Arsen telah mengajak Sevi untuk makan malam di restoran, sehingga mereka bisa langsung beristirahat begitu sampai di rumah.
Keesokan harinya, Sevi terbangun lebih awal dan ia menemukan Arsen tidur lagi di sofa. Sesungguhnya Sevi tidak senang akan hal itu, ia sempat berpikir Arsen sama seperti Randy yang memandang jijik kepadanya.
Tidak ingin menyakiti diri sendiri dengan berpikir yang aneh-aneh! Sevi memutuskan untuk melakukan aktivitas paginya, setelah selesai ia turun ke dapur untuk membantu para asisten rumah tangga menyiapkan sarapan mereka. Selesai Arsen kembali mengajak Sevi ke kantor ia bahkan tidak menghiraukan protes dari mommy-nya dan penolakan Sevi.
Dan selama menjadi istri Arsen, hanya itu yang Sevi lakukan, bangun lebih awal, membantu para asisten rumah tangga kemudian menemani Arsen berkerja. Awalnya Sevi merasa bosan tetapi lama-kelamaan ia pun mulai terbiasa. Jika di tanya kenapa Arsen bersikap seperti itu, maka dia akan menjawab, untuk melindungi Sevi dari sang mommy yang selalu mencari kesempatan untuk menyindir Sevi dengan kata-kata pedas kepadanya. Sementara untuk hubungan keduanya, Arsen masih tetap menjaga jarak dengan tidur di sofa! bukan karena dia jijik kepada istrinya! tapi rasa bersalah dan bayang-bayang ia menyakiti Sevi masih sering menghantuinya membuat dirinya takut jika ia kembali menyakiti Sevi. Bukan hanya itu saja, Arsen juga takut Sevi kalau belum siap untuk menerima pernikahan mereka. Dan tidak terasa sudah hampir sebulan mereka menikah tapi tidak ada perkembangan dari mereka! walaupun keduanya sudah terbiasa dengan situasi satu sama lain.
...\=\=\=\=\=\=\=\=...
Di lain waktu dan kesempatan, Devi menemui Meisya di cafe tempat mereka membuat janji untuk bertemu. Dan ini bukan pertemuan pertama mereka, karena keduanya wanita itu sudah sering bertemu sebelum Arsen dan Sevi menikah.
" Maaf mbak! aku terlambat, tahu sendirilah bagaimana mana macetnya kota kita tercinta ini." Ucap Devi sembari berpelukan dengan Meisya dan cium pipi kiri dan kanan.
" Santai saja, aku juga baru sampai." Sahut Meisya! keduanya kemudian duduk saling berhadapan dengan meja sebagai pembatas.
" Bagaimana keadaan mereka?" Tanya Devi, setelah menyesap kopi yang baru saja di antar oleh pelayan.
Meisya tertawa kemudian berkata." Masih sama! Arsen membawanya ke kantor untuk menghindari aku." Devi mengangguk kepalanya. " Dan bagaimana keluar itu." Kini giliran Meisya yang bertanya dan keluarga yang di maksud sudah pasti Keluarga Randy.
Sebelum menikah dengan Aksel, Devi adalah seorang wanita yang arogan dan tidak kenal takut kepada siapapun kecuali Tuhan dan orang tua. ia akan membalas siapa saja yang menyakiti orang-orang yang dia sayang. Walaupun Nadia pernah menjadi sahabatnya tapi posisinya di hati Devi tidak lebih penting dari Sevi.
" Semua berjalan lancar, Rayhan sekarang mulai pusing dengan masalah di perusahaannya dan beberapa foto pertemuan Nadia dan mantan suaminya, yang mbak berikan kepada aku, sudah menyebar di dalam rumah mereka melalui asisten rumah tangga yang berkerja di sana dan kalau tebakan aku tidak salah, Nadia mungkin sedang pusing membujuk Rayhan saat ini. Dan aku harap mbak juga berhasil mengurus Resty dengan baik." Kedua wanita itu terlihat begitu santai membicarakan rencana jahat mereka kepada keluarga Rayhan di tempat umum seperti ini. seolah semua itu bukanlah suatu masalah.
Meisya menyesap kopinya, setelah itu ia mengeluarkan tablet dari dalam tasnya. Kemudian mengusap-usap layarnya sebelum menunjukkan kepada Devi dan berkata. " Kurasa ini cukup! lagian dia juga tidak terlalu terlihat dalam masalah Sevi." Devi terdiam dan berpikir sejenak.
Resty memang tidak salah, tapi Devi ingin membuat Rayhan merasakan sakit saat putri di permalukan. sama seperti yang Devi rasakan saat Randy menghina Sevi. Artikel yang di tunjukkan Meisya adalah foto-foto Resty yang berada di di hotel dengan lelaki paruh baya yang berbeda-beda dengan caption. Rasty Andara model pendatang baru menjadi simpanan beberapa pejabat untuk memuluskan karier nya sebagai model dan hal itu berhasil membuat ia di hujat warganet.
" Itu pekara mudah! tapi apa aku masih harus bersikap dingin kepada menantuku! ayolah Dev aku juga ingin seperti sosialita yang lain, yang menghabiskan waktu dengan menantunya shopping, arisan, ke salon dan masih banyak hal lain yang bisa kita lakukan bersama." Ujarnya kepada Devi.
" Dia hanya menantu kamu mbak! aku adalah ibunya saja bisa tahan dengan semua ini! lagian ini hanya sementara waktu dan saatnya tiba kita bisa menunjukkan kasih sayang kita kepada mereka."
" Apa kamu tidak takut hal ini akan mempengaruhi mental putri mu."
Devi menggeleng kepalanya seraya berkata " Tidak, aku telah mendidik putriku dengan baik! dan hal ini tidak akan mempengaruhinya. Dan untuk mendapatkan kasih sayang dia harus sedikit berjuang bukan." Meisya tidak dapat berkata-kata, seumur-umur dia baru menemui ibu seperti Devi yang mempersulit hidup putrinya sendiri dan Meisya punya hanya bisa mengikuti permainan wanita itu.
Masih teringat dengan jelas di benak Meisya bagaimana Devi menghukum putra dan cucunya. Dan ia berhasil membujuk Devi untuk melepaskan Arsen tapi tidak dengan Faiz cucunya itu harus berakhir di kebiri karena mencoba memperkoasa Seorang wanita dan entah bagaimana caranya Devi berhasil mengumpulkan bukti-bukti kejahatan Faiz dan membuat di hukum dengan seperti itu.
Alasan Devi melepaskan Arsen, tentu saja karena Sevi. Meisya dengan yakin berkata kepada Devi. Kehidupan Sevi bahagia Dengan Randy maka dia akan mengikhlaskan Arsen berakhir di rumah sakit jiwa. Tapi jika Sevi tidak bahagia maka Meisya yakin setelah itu Sevi akan menyusul Arsen, entah di rumah Sakit jiwa atau kuburan. tunggu saja hal itu. siapa sangka kata-kata itu terus mengusik Devi saat ia mengunjungi Sevi. putri Jelas tertekan dan tidak bahagia, bawah matanya menghitam dan ia semakin kurus. jika di tanya Sevi selalu berkata baik-baik saja dan memaksa bibirnya untuk tersenyum. belum lagi Randy yang selalu mengikuti mereka seakan ia takut akan sesuatu.
Dari semua kejadian itu, Devi memutuskan untuk melepaskan Arsen dan saat dia tahu putra membantu penyembuhan Arsen dia meminta Anwar untuk membantunya. Tentu saja tanpa sepengetahuan anak-anak dan Suaminya, tapi Meisya tahu akan hal itu. ' Begitu Arsen sembuh, tolong biarkan dia menebus kesalahannya kepada Sevi.' Pinta Meisya kepada Devi waktu itu tapi Devi tidak menanggapinya karena perasaan benci kepada Arsen. Saat Nadia meneleponnya dan memberitahu soal perceraian Randy dan Sevi. Devi langsung menemui Meisya kedua wanita itu sepakat untuk menikahkan putra-putri mereka walaupun Devi belum memaafkan Arsen atas apa yang dia lakukan, tapi Demi Sevi ia mengabaikan perasaan bencinya kepada Arsen. Dengan syarat Meisya harus bersikap dingin kepada Sevi. Ia ingin melihat sampai Sevi akan bertahan dengan sikap Meisya dan dirinya.
" Aku harus kembali mbak! ada pekerjaan yang harus aku selesaikan." Ucap Devi, menyudahi pertemuan mereka.
" Baiklah, sampai bertemu lagi." Sahut Meisya. keduanya kembali berpelukan, cium pipi kiri dan kanan sebelum keluar dari cafe itu.
Terlalu banyak hal yang kedua wanita itu lakukan di belakang keluarga mereka. Mulai dari penyembuhan Arsen, pernikahan anak-anak mereka sampai membalas keluarga Randy.
.......
.......
.......
.......
...Bersambung....
...Happy Reading...🖤🖤🖤...