Sevi Is Mine (Hate But Love)

Sevi Is Mine (Hate But Love)
Bab 29



Mobil yang di kemudikan Nanda akhirnya memasuki pekarangan rumah mereka, begitu mobil itu berhenti, Devi langsung bergegas turun tanpa menunggu putrinya, rasa rindu yang ia tahan selama sebulan ini terganti dengan perasaan kecewa, kecewa kepada dirinya sendiri yang tidak bisa mendidik putrinya dengan baik sehingga semua ini bisa terjadi.


Devi terus melangkah masuk kedalam rumah, panggil Mira, Aksel dan Nanda terdengar seperti hembusan angin yang lewat begitu saja.


Mira menantap Ayahnya untuk meminta penjelasan, tetapi lelaki yang begitu ia cintai itu berlalu begitu saja. Membuat hati Mira begitu sakit. Pertama kali dalam hidupnya ia di abaikan orang-orang tercintanya.


Nanda mengikuti langkah Kedua orang tuanya, menyisakan Mira yang masih membeku di tempatnya. Dengan seribu kemungkinan yang terlintas di kepalanya sebagai alasan dari perubahan sikap keluarganya dari hangat penuh cinta menjadi dingin dan menuntun penjelasan.


Mira menghirup nafas berkali-kali, untuk meredakan debaran jantungnya yang tidak menentu saat ini. Dengan sedikit keberanian yang dia punya Mira melangkah masuk kedalam rumah. begitu tiba di ruang tamu, terlihat Devi, Aksel dan Nanda tengah duduk menantinya. Ketiganya menantap Mira masih dengan tatapan yang sama.


Devi berdiri dari duduknya, sedangkan Aksel hanya bisa diam sambil menjambak rambutnya, Nanda yang baru mengetahui apa yang terjadi jadi berulang kali mengusap wajahnya dengan kasar. Semua orang yang ada di ruangan itu terlihat begitu frustasi.


Dengan raut kebinggungaan, Mira memberanikan diri menghampiri mereka. Seketika Tubuhnya langsung menegang saat Devi melayangkan sebuah tamparan kepadanya. Membuat pipinya terasa panas seketika. pertama kali dalam hidupnya ia di tampar keluarganya sendiri.


Seperti belum cukup rasa keterkejutannya saat ini, Devi kembali melempar hasil pemeriksaan medis kehadapan Mira. Dengan tangan bergetar, Mira membaca kata perkata yang tertera di atas kertas putih itu.


" Mom..," Ucap Mira begitu lirih. Dadanya Seketika terasa begitu sesak. Ia tidak memiliki kekuatan untuk menopang berat tubuhnya, membuatnya langsung terjatuh dan menangis sejadi jadinya, tangan Mira terangkat memukul dadanya yang terasa begitu sesak seolah cara itu dapat mengurangi rasa sakitnya saat ini.


Sepandai pandainya ia menyimpan bangkai, pada akhirnya akan tercium juga.


Rasanya Mira ingin berteriak, bahwa ia menyesal telah mengikuti keinginannya untuk pergi hari itu, Ia menyesal tidak mendengar orang tuanya, ia menyesal tidak pernah jujur kepada mereka. Sayangnya semua sudah terlambat mau ia menangis sampai keluar darah pun waktu tidak akan berputar kembali.


..." Mommy kecewa sama Ade." Ucap Devi membuat tangisan dan rasa sakit di dadanya semakin bertambah, seolah rasa sakit di pipinya tidak berarti apa apa....


Mira mengepalkan kedua tangannya. Apa yang ia takutkan benar benar terjadi, ia mengecewakan orang orang tercintanya yang telah berjuang memberikannya kasih sayang tanpa kekurangan sedikit pun.


" Apa mom terlalu sibuk sampai Ade tega melakukan ini?" Tanya Devi, ia tidak mampu membendung air matanya lagi, terlalu pahit kenyataan yang harus ia terima. " Apa kurang kasih sayang yang kami berikan untuk kamu." Devi terus bertanya tetepi tidak ada jawaban yang yang keluar dari bibir putrinya, hanya gelengan kepala dan air matanya yang menggambarkan apa yang dia rasakan saat ini.


" Katakan Siapa ayahnya?" Aksel yang sejak tadi diam. akhirnya angkat bicara juga.


" Jangan bilang kamu tidak tahu siapa ayahnya." Ucap Devi.


" Maaf mom, maafkan Adek."


" Jika kamu tidak ingin memberi tahu siapa lelaki itu, sebaiknya kamu Keluar dari rumah ini sekarang juga." Tegas Devi, tetepi tidak membuat Mira menyebut nama Arsen.


Melihat hal itu membuat kemarahan Devi semakin menjadi, Devi mencengkeram kuat lengan Sevi dan menyeretnya keluar dari rumah itu.


" Mommy jangan usir aku! Aku mohon mom." Devi tidak mengindahkan pemohon Mira, ia tetap mendorong Mira keluar dari rumahnya dan menutup pintu, tanpa menghiraukan permohonan suami dan putranya.


" Ikut dia, pastikan dia baik baik saja diluar sana." Pinta Devi kepada Nanda, sebelum ia berlalu dan masuk kedalam kamarnya. untuk menumpahkan rasa sakitnya saat ini. Rasa kecewanya terhadap Mira tidak dapat menutup rasa cinta yang teramat besar kepada Mira. Hanya saja, Devi perlu menunjukkan kemarahannya, sehingga Mira sadar apa yang dia lakukan itu salah dan tidak dapat di benarkan.


.


.


.


.


Bersambung.


...Happy reading.. 🖤🖤🖤...


...Jangan lupa like dan komen. 👍🙏...