Sevi Is Mine (Hate But Love)

Sevi Is Mine (Hate But Love)
BAB 47



Sevi hendak mengejar Arsen, tetapi tangannya keburu di cekal oleh putra. Wanita itu pun berbalik menatap kedua mata kakaknya penuh, permohonan. " Kak Aku Mohon, aku cuma ingin minta maaf." Pintah Sevi, begitu melihat sang kakak menggelengkan kepalanya.


" Bukannya kakak nggak mau De, tapi kakak nggak bisa lihat kebebasan kamu terus di renggut, kakak ingin kamu bisa seperti dulu lagi, kemana pun tidak akan di kekang atau di batasi. "


" Tapi kak_"


" Kakak mohon sekali ini saja, lupakan dia! Bukannya kakak jahat atau tidak pernah memberikan kamu pilihan."Ucap Putra. Kali ini ia begitu serius, Bukan karena ia tidak menyayangi Sevi. Hanya saja ia tidak ingin Sevi berada dalam masalah. Sudah cukup adik nya menderita selama ini, ia tidak ingin menambah hal itu lagi.


Sevi menunduk, seraya melangkahkan kakinya kedalam restoran yang sebelumnya mereka tunjuk. Begitu berada di dalam restoran Sevi langsung duduk di salah satu meja yang ada di sudut restoran. Di susul oleh putra, setelah memesan makan mereka.


" Maaf, kakak bukan tidak mengerti perasaan kamu. Kakak, hanya tidak ingin Randi salah paham dengan kamu, walaupun kakak tahu kamu mencintainya! Tapi sebisa mungkin, tolong hindari masalah yang bersangkutan dengan dia. Ini demi kebaikan kalian berdua." Putra memberi pengertian kepada Sevi, sembari mengusap kepala adiknya dengan sayang." Kamu tahu, setelah kamu menikah! Kakak mencoba untuk berteman dengan sahabatnya yang bernama Yudha." Putra mulai bercerita kepada Sang adik.


" Awalnya lelaki itu menolak, tetapi kakak mencoba membujuk nya dengan menjanjikan kak Nissa."


" Kak Nissa?" Putra mengangguk." Apa hubungan om Yudha sama Kak Nissa?" Tanya Sevi.


" Kamu tahukan, kalau kak Nissa itu sudah dijodohkan?." Sevi mengangguk. "ternyata Calon suaminya adalah kak Yudha. Rencananya mereka akan menikah lima bulan yang lalu, tetapi. Mommy membatalkan rencana pernikahan itu secara sepihak, membuat kak Yudha stress dan semakin membenci kamu, apalagi ia tahu kamu yang menyakiti Arsen sampai dia harus di rawat selama tiga bulan di rumah sakit."


" Terus. "


" Aku berjanji kepadanya untuk mengembalikan kak Nissa kepadanya, selama dia bisa membuktikan kalau dia tidak bersalah dengan inside di apartemen Arsen malam itu. Akhirnya di situ dia mau mengaku soal di apartemen, dia nggak sepenuhnya salah karena di sempat tergoda saat Arsen menawarkan kamu kepada mereka dan soal di villa, ia mengaku salah karena dialah yang meletakkan obat dalam minuman kamu, obat itu hanya membuat tubuh kamu lemas, mungkin itu salah satu alasan kenapa kamu bisa kecelakaan pagi itu. "


" Selain itu apa yang kakak dapat. "


" informasi tentang Arsen. Semua itu kakak lakukan agar kamu tidak semakin merasa bersalah kepadanya! Karena apa yang dia rasakan tidak sebanding dengan apa yang kamu rasakan. " Jelas putra." Ayo makan, nanti kakak jelaskan semuanya sama kamu! Kakak masih punya waktu enam hari disini. " Serunya, sembari mulai menikmati makanan yang ada di hadapan mereka dan tidak menghiraukan tatapan protes dari Sevi.


Melihat putra yang lebih dulu, menikmati makanannya, Sevi pun mau tidak mau, ikut menikmati makanan yang telah di pesan sang kakak. Keduanya makan dalam Diam, hanya suara dentingan sendok dan beberapa orang pengunjung yang tengah berbincang bincang yang terdengar.


...\=\=\=\=\=\=\=\=...


Setelah puas jalan jalan dan menghabiskan waktu seharian, putra memutuskan untuk mengantar adiknya itu kembali ke apartemen suaminya.


" Kenapa belum turun." Tanya Putra seraya menelisik wajah sang adik. " Ada masalah?" Sambungnya. Tetapi Sevi tetap Diam. Putra pun memberanikan diri menepuk pundak adiknya.


" Kalau aku mengatakan, aku punya masalah! Kakak akan percaya sama aku atau sama Randy. " Tanya Sevi sambil meremas ujung gaun yang ia gunakan.


" Apa maksud kamu? Apa kalian mempunyai masalah?" Alih alih menjawab putra justru balik bertanya, karena bingung dengan pertanyaan adik nya.


" Jawab aja, kakak percaya sama aku atau sama Randy."


" Kakak percaya mana yang benar, sekali pun kamu adik kakak, kalau kamu bohong kakak nggak akan percaya sama kamu, begitu pun sebaliknya." Jelas Putra. Ia menatap kearah Sevi yang tengah menatap deretan mobil yang terparkir tidak jauh dari mobil putra, melalui kaca mobil.


" Putri adalah kekasihnya Randy, Dia bukan pelayan di apartemen kita."


DEG.


Hati putra langsung terketuk, ia menatap kearah Sevi." lihat Kakak dek." Pintahnya kepada Sevi. Wanita itu pun menatap kearah sang kakak dengan senyum lebar, seolah semua baik baik saja, tetap tatapan mata itu mengisyaratkan kekecewaan dan kesedihan. Binar kebahagiaan yang sempat ia lihat saat Sevi melihat Arsen tadi, lenyap entah kemana, ia pun mengakui kalau ia tertipu dengan senyum baik baik saja, sejak bertemu dengan Sevi, pagi tadi.


" Kalau kakak nggak percaya nggak papa! Lagian Sevi cuma becanda, Sevi turun ya kak! Kakak hati hati nyetir nya, Assalamualaikum." Ucapnya. Kedua sudut bibirnya masih tertarik keatas. Ia menengok kearah putra yang masih terdiam di tempatnya. Setelah itu ia menutup pintu dan melangkah menuju lift yang berada di basemen itu sambil membawa beberapa paper bag yang berisi Barang barang yang di beli putra untuknya, tas, Gaun, sepatu serta beberapa barang lainnya.


.... ...


.... ...


.... ...


.... ...


...Bersambung. ...


...Happy reading.. 🖤🖤...