Sevi Is Mine (Hate But Love)

Sevi Is Mine (Hate But Love)
Ada dengan Sevi?



" Wanita sialan!Kamu masih bisa tersenyum setelah melakukan semua ini kepadaku." Umpat Randy, ia begitu terbakar emosi saat melihat live yang di lakukan Anwar saat menghadiri pesta pernikahan Sevi dan Arsen.


" Berhentilah menyalahkan Sevi, semua ini bisa terjadi karena kamu dan wanita murahan kamu itu! Harusnya kamu bersyukur kita tidak di biarkan hidup di jalanan." Tegur Rayhan.


Apa yang di lakukan Devi untuk keluarga mereka, sungguh benar-benar keterlaluan. bagaimana tidak, perusahaan yang Rayhan bangun dengan susah payah untuk Randy, Devi dapat mengakuisisi dengan mudah. Bukan hanya itu saja, iya bahkan menyebar rumor tentang Randy dan Resty, walaupun rumor itu benar adanya! Tetap saja itu terdengar keterlaluan untuk ukuran mereka yang sudah saling mengenal.


Yang lebih parahnya lagi, paspor Randy dan keluarganya di cabut sehingga mereka tidak bisa keluar negeri dan hanya menetap di Jerman. Alasannya karena kasus korupsi yang di lakukan Randy dan Rayhan di perusahaan mereka sendiri sehingga membuat mereka di laporkan oleh para pemegang saham serta beberapa investor. Dan masih dalam pengawasan.


" Kok, papa jadi salahkan aku sih pa! Harus Tante Devi dan sevi lah yang papa salahkan. sudah syukur aku mau bantu mereka." Ujar Randy, keadaan keluarga mereka yang jauh dari kata baik-baik saja, membuat Randy menjadi orang yang tempramental. Ia tidak segan-segan untuk cekcok dengan sang ayah! Bahkan putri yang dulu selalu ia perlakukan layaknya seorang putri, kini menjadi samsak untuk Randy saat pria itu tersulut emosinya, ia bahkan tidak peduli walaupun putri telah memberikannya seorang anak.


Sementara Nadia, berubah menjadi wanita pendiam dan penurut, semenjak Devi menyebarkan foto-foto pertemuannya dengan sang mantan suami di belakang Rayhan.


Dalam mimpi pun, Nadia tidak pernah berpikir jika Devi akan membalas mereka dengan sekejam ini karena mereka sudah mengenal lama satu sama lain. Tapi semua sudah terjadi, menyesal pun rasanya percuma, sebab merekalah yang lebih dulu menyakitinya. Nadia hanya bisa berharap kehidupan rumah tangganya bisa kembali seperti dulu.


Dimana tidak ada perang dingin antara dia dan Rayhan, pertengkaran Randy dan putri yang berujung lebam dan memar pada tubuh putri. Dan masalah Resty yang seakan tidak ada ujungnya.


" Kamu yang tidak tahu berterima kasih, bukan mereka." Sahut Rayhan, Ia terus menyaksikan jalannya pesta pernikahan Arsen dan Sevi dengan Nadia yang berada disampingnya tanpa menghiraukan cacian dan makian yang terus keluar dari mulut Randy.


...\=\=\=\=\=\=\=\=...


Pesta pernikahan Sevi berjalan dengan lancar dan sangat meriah. Mulai dari penyambutan sampai dengan tamu undangan di persilahkan untuk berfoto dan mengucapkan selamat serta doa mereka kepada kedua mempelai, semuanya berjalan tanpa kendala.


Bahkan Arsen dan Sevi sesekali bercanda dengan teman serta kerabat mereka yang memberikan mereka ucapan selamat.


Tanpa mereka sadari, sejak pesta itu di mulai! Sevi memaksa bibirnya untuk tersenyum. Bukan karena dia tidak bahagia! dia justru sangat bahagia tapi rasa sakit di pinggulnya, membuat Sevi tidak leluasa menikmati hari bahagianya.


" Om aku mau duduk aja." Bisik Sevi, Keduanya kini tengah berdansa di kelilingi tamu undangan yang lain.


Mendengar permintaan istrinya, Arsen pun menurut ia juga dapat merasakan sikap Sevi yang aneh.


Baru saja Sevi mendaratkan bokongnya di kursi, rasa sakit di perutnya kembali bergejolak dengan begitu hebat. Sevi sampai harus menahan nafasnya berharap rasa sakit itu sedikit berkurang.


Arsen pun dapat melihat perubahan di wajah Sevi. " Honey, kenapa?" Tanya Arsen, sembari menggenggam tangan Sevi. " Kamu kenapa, Honey." Arsen semakin di buat takut saat merasakan telapak tangan Sevi basa dan keringat dingin mulai memenuhi dahinya.


Arsen juga tidak menghiraukan banyaknya tamu undangan yang melihat ke arah mereka. Ia berjongkok di hadapan Sevi mengusap kedua telapak tangannya, sesekali mencium punggung tangan Sevi dengan cemas. " Honey." Panggil Arsen. " Katakan sesuatu Honey, jangan buat aku cemas." Ucap Arsen Lagi, sementara Sevi masih membisu karena rasa sakit yang sejak tadi mengganggunya dengan durasi sebentar, tapi kini menjadi lama rasanya berkali lipat dari sebelumnya.


" Perut aku sakit sekali, terasa sampai bagian pinggulku." Akunya saat rasa sakit itu mulai berkurang. " Om tolong tanyakan kepada mommy, apa aku sudah bisa beristirahat lebih dulu, aku sangat membutuhkannya."


Arsen tidak langsung menjawab, ia melihat sekelilingnya mencari keberadaan Meisya ataupun Devi. Tapi banyaknya tamu undangan yang hadir membuat ia sedikit kesulitan menemukan keberadaan maminya dan Sang mertua.


" Om." Panggil Sevi dengan suara yang begitu lirih, ia bahkan tidak sadar meremas tangan Arsen.


" Ayo honey, aku bantu kamu ke kamar." Ajak Arsen.


" Jangan pikirkan itu, kamu mau istirahatkan?" Sahut Arsen langsung di angguki Sevi. Keduanya pun kembali ke kamar mereka. Dengan Arsen yang memapah Sevi keluar dari ballroom.


Sampainya di kamar, Arsen membantu Sevi melepaskan gaun pengantinnya dan segala aksesoris yang menempel di tubuh Sevi. " Baju om aja " ucap Sevi saat Arsen mengambil lingerie untuknya.


Arsen pun kembali meletakkan lingerie itu dan mengambil t-shirt nya untuk Sevi. " Kamu nggak mau mandi dulu?" Tanya Arsen.


" Besok aja! Aku nggak tahan lagi om, pengen tidur." Arsen mengangguk kemudian memakaikan t-shirt nya kepada Sevi.


" Bagaimana? Sudah merasa lebih baik sekarang!" Sevi mengangguk kemudian membaringkan tubuhnya di atas ranjang.


" Om, tolong bantu aku untuk melepaskan ini." Tangan Sevi masuk kedalam selimut. Arsen yang paham betul kebiasaan sang istri saat tidur, membantu Sevi melepaskan pakaian dalamnya, karena istri kecilnya itu sudah terbiasa tidur tanpa mengunakan dalaman, jangan heran, jika hal itu yang membuat Arsen sering mengajaknya lembur.


" Honey, sepertinya tamu kamu akan datang." Ucap Arsen saat melihat bercak darah pada celana Sevi.


" Sepertinya begitu! Pantas perut aku sering sakit akhir-akhir ini." Akunya.


" Tapi bukankah, kamu biasanya kedatangan tamu di pertengahan bulan. Ini baru awal bulan Honey. "


Sevi Menaikkan kedua bahunya, kemudian memunggungi Arsen. " Mungkin hormon, atau aku yang kecapean." Jawab Sevi seadanya, kemudian ia memejamkan matanya, saat rasa sakit itu mulai reda. Arsen yang masih berada di situ memasukkan tangan di dalam selimut dan mengusap perut Sevi. layaknya obat penenang usapan Arsen membuat Sevi nyama dan mulai terlelap.


Setelah memastikan Sevi telah tertidur, Arsen kembali ke ballroom hotel, untuk menyapa tamu undangan yang masih berada di sana.


Tepat jam dua belas malam acara itu benar-benar berakhir dan Arsen bisa kembali ke kamarnya untuk menemani sang istri.


Saat memasuki kamar, ia melihat kearah ranjang dimana sang istri tertidur dengan begitu pulesnya. Ia pun menghampiri ranjang dan mengecek keadaan sevi. Walaupun kedua matanya tertutup rapat, tapi keringat dingin dahi Sevi dan wajahnya yang pucat membuat Arsen terlihat cemas, cukup lama ia duduk di tepi ranjang melihat wajah lelap sang istri.


Setelah puas memandang wajah Sevi dan yakin istrinya baik-baik saja, Arsen beranjak dari tempat tidur dan saat itulah Sevi bergerak dengan gelisah sembari merintih kesakitan sementara kedua matanya masih setiap terpejam. " Ada apa dengan istriku, kenapa dia begitu kesakitan." Tanya Arsen kepada dirinya sendiri kemudian mengusap perutnya.


.......


.......


.......


.......


...Bersambung....


...Happy reading...🖤🖤...