
Tidak ingin membuat Randy menunggu terlalu lama. Sevi segera menyelesaikan mandinya, ia akan mencoba untuk menerima takdirnya serta menjalankan perannya sebagai istri walau hati dan pikirannya berada di tempat lain.
Setelah mengunakan bathrobe yang tersedia di dalam kamar mandi itu, Sevi dengan perlahan melangkah kearah pintu. dia hendak memutar hendel pintu, sebelum suara Randy menghentikan gerakannya, Dan Sevi semakin di buat terkejut begitu mendengar suara wanita lain di dalam sana, bersama Randy.
Sevi mengorek kupingnya sendiri, berharap yang dia dengar itu salah, tetapi kali ini suara mereka semakin jelas di telinga Sevi. " Apa mereka tidak tahu kalau aku masih berada di dalam sini dan wanita itu siapa?" Gumam Sevi pada dirinya sendiri dengan merapatkan telinganya pada daun pintu yang berada di hadapannya.
" Sayang kamu jangan marah lagi dong sama aku! Kamu itu harusnya percaya sama aku. Karena Yang aku cintai itu kamu bukan dia." Ucap Rendy, suaranya terdengar seperti sedang membujuk.
" Bagaimana aku bisa percaya, sementara kalian telah menikah." Sunggut wanita itu. Di ikut suara higls yang bertemu lantai secara memburu. Sevi yakin wanita itu pasti sedang menghentakkan kakinya.
" Sayang aku harus melakukan apalagi, agar kamu percaya sama aku. Sayang Aku berani bersumpah, aku tidak ada perasaan apapun sama dia, aku mau menikahi nya, cuma karena kasihan sama Mommy, aku nggak mau lihat mommy nangis, apalagi selama ini mommy itu udah tulus banget sayang sama aku dan Rasty, bahkan sudah ada bunda nadia saja, mommy masih tetap perhatian ke kita berdua. "
" Bagaimana jika suatu hari, nanti kamu jatuh cinta semua dia, kalian kan! Pernah tinggal bersama." Tuduh wanita itu lagi.
" Itu tidak akan pernah terjadi sayang. Lagian lelaki bodoh pun tidak akan mau Sama wanita bekas seperti dia. Kalau aku bisa memilih, Mending nikah sama kamu statusnya jelas janda, dari pada sama gadis tapi pernah hamil."
Sevi yang mendengar semua itu, mengepalkan tangannya, ia begitu terkejut. Ternyata lelaki yang baru ia nikah tidak kalah jahatnya dengan Arsen. Yang membedakan keduanya, arsen menyakiti Sevi karena Salah paham tetapi lelaki yang berada di balik pintu itu jelas tidak memiliki masalah dengan Sevi.
" Aku mau percaya sama kamu, tapi kamu harus mengabulkan satu permintaan aku."
" Apa itu sayang, katakan, aku akan mengabulkannya. Jangan kan satu sepuluh bahkan seratus pun aku turuti selama aku bisa."
" Benar?"
" Iya sayang."
" Aku mau tinggal bersama kamu di Jerman, aku nggak mau LDR_an lagi. "
" Tapi say_"
" Katanya kamu mau turuti permintaan aku."
" Bukannya aku nggak mau sayang, tapi kamu kan tahu sendiri, kalau di sana aku masih tinggal bersama daddy dan bunda. Kamu tahukan bagaimana Bunda menentang hubungan kita."
" Iya aku tahu, tapi kenapa kamu nggak tinggal sendiri aja, biar aku bebas tinggal sama kamu. Kamu kan bisa bilang aja, ingin mandiri karena udah nikah, pasti daddy dan bunda kamu langsung setuju." usul wanita itu dengan tidak tahu malunya." Terima kasih sayang. " Sambungnya lagi begitu Randy mengiyakan permintaan.
Tidak lama setelah itu terdengar suara langkah kaki mendekat kearahnya dan Sevi pun melangkah mundur dari pintu itu dengan pandangan kosong.
Tok... Tok... Tok..
Rendy mengetuk pintu dengan tidak sabaran, membuat Sevi terperanjat di tempatnya. " Sevi, apa yang kamu lakukan di dalam sana, cepat keluar dan jangan membuat ku marah." Teriak Randy dari balik pintu sembari terus mengendor pintu itu.
Ceklek.
Begitu pintu itu terbuka, mata Sevi langsung di sambut pemandangan, seorang wanita dewasa tengah berbaring sambil mengotak atik ponsel Randy, ia dengan tidak tahu malunya berbaring di ranjang yang di khusus kan untuk Sevi dan Randy malam ini.
" Siapa kamu." Teriak Sevi, ia hendak menghampiri wanita itu dan menyeretnya turun dari ranjang. Tatap Randy lebih dulu mencekal pergelangan tangan Sevi dan menariknya mundur.
" Jangan menyakiti kekasih ku." Sentak Rendy penuh Ancaman dengan tatapan yang mengintimidasinya. Ia semakin menguatkan cengkeramannya pada pergelangan tangan Sevi, sehingga meninggalkan jejak kemerahan di sana. " Aku yang mengundang kesini dan Malam ini dia akan tidur disini dengan kita. Kalau kamu nyaman silakan gabung bersama kita di ranjang, jika tidak mau! Sofa bukanlah pilihan yang buruk." Sambungnya.
" Kamu gila?" Teriak Sevi.
" Apa orang akan gila jika tidur bersama kekasihnya." balas Randy di sambut gelengan kepala dari Sevi.
" Tapi ada aku di sini, aku istri kamu? " Randy menyeringai sambil menggoyang telunjuknya kiri kanan.
" Aku tidak merasa seperti itu. Kamu harusnya bersyukur karena aku mau menikahi mu, jadi bersikaplah sewajarnya, jangan terlalu larut dalam peran suami istri ini. Oh satu lagi, besok pagi kita akan kembali ke Jerman. Jangan harap aku akan membiarkan kamu mengatakan tentang putri kepada Mommy dan bunda, tapi kalau kamu ingin mengatakannya, silahkan saja.aku tidak akan mencegah dan Aku berani bertaruh mereka tidak akan percaya dengan kata kata mu. " Ucap Randy, setelah itu berlalu dari hadapan Sevi dan menemui wanita yang ia panggil putri itu.
" Sayang aku ingin mandi, apa kamu mau ikut. " Tanya Randy sambil mel*mat bibir wanita itu dan mengangkat tubuhnya ala bridel. Menuju kamar mandi. Sebelum tubuh mereka benar benar menghilang di balik pintu itu, Randy sempat berbalik kepadanya. " Nama dia adalah putri dia tua tiga tahun dari kamu, kamu harus terbiasa dengannya! Sebab ia juga akan lkut dengan kita nanti dan akan menjadi temanmu di rumah nanti! Sayang sapa dia." Sambungnya.
" Hai salam kenal ya." Wanita itu menyuguhkan senyum termanis nya kepada Sevi.
Begitu kedua orang itu menghilang di balik pintu kamar mandi, tubuh Sevi langsung merosot ke lantai. " Ya allah pernikahan macam apa ini." Sevi ingin kembali menangis tetapi air matanya sudah tidak mau berproduksi lagi. " Apa ini balasan karena aku udah nyakitin Om." Sevi bertanya dalam hatinya.
Cukup lama Sevi berada dalam posisi yang sama, sebelum suara tawa kedua orang itu menyadarkan dia dari lamunannya.
Sevi pun segera berdiri dari duduknya, sementara kedua manusia tidak tahu diri itu, masih terus saja tertawa, entah apa yang mereka tertawa kan. Sevi berjalan kearah lemari, mengambil pakai yang telah di sediakan Mommy dan Bunda nya lalu memakainya.
Setelah itu ia mengambil selimut dan bantal di atas ranjang, kemudian me bungkus tubuhnya di sofa. Wanita itu Berharap ketika besok terbangun, semua yang baru saja terjadi hanyalah mimpi.
.......
.......
.......
.......
...Bersambung....
...Happy reading. 🖤🖤...