Sevi Is Mine (Hate But Love)

Sevi Is Mine (Hate But Love)
Bab 32



Dengan berat hati, putra harus membebaskan Arsen, Lelaki yang telah membuat adiknya tidak sadarkan diri serta harus menanggung malu karena perbuatan bejat lelaki itu. Andai saja membunuh bukanlah suatu dosa, mungkin saat itu tubuh Arsen Sudah menjadi bongkahan daging tak bernyawa.


Ting.


Sebuah Notip pesan masuk. Putra Memeriksa pesan itu, terdapat nama sang mommy disana.


...❤️Mommy❤️...


...Kira foto leleki itu dan siapa saja yang berada bersamanya....


Setelah membaca pesan dari Devi, Putra langsung melakukan perintah mommynya, untung saja dia belum meninggalkan kantor polisi, jadi dia bisa melakukan apa yang di minta mommynya.


" Kenapa kamu memotretku." Tanya Arsen saat menyadari putra memotretnya.


" Untuk memastikan, kamu tidak berkeliaran lagi di sekitar adikku." Jawab putra dengan tatapan tajamnya.


Arsen tersenyum mengejek, membuat darah putra seakan mendidih. " Huumm, Aku tidak akan sudih menyentuh adikmu lagi jadi kamu tidak perlu khawatir denganku, cukup pikirkan saja nasib adikmu itu, apa Setelah ini masih ada yang mau menikahinya atau tid_"


BHUUGG.


Satu buah Bogeman mentah mendarat tepat di pipi Arsen, membuatnya tersungkur. Tidak sampai di situ, sebab putra yang melihat Arsen tersungkur tidak menyia nyiakan kesempatan, ia segera naik dan duduk di atas tubuh Arsen.


Layaknya orang kesetanan, Putra menghajar lelaki itu, terus menerus, membuat sudut bibirnya berdarah dan terdapat lebam di wajah Arsen. Seandainya tidak ada polisi dan Yudha yang membantunya. entah jadi apa Arsen saat ini.


Setelah meluapkan sedikit amarahnya, putra langsung meninggalkan tempat itu. ia tidak peduli dengan panggilan polisi yang memanggil manggil namanya.


Di perjalanannya menuju rumah sakit, putra mengirim foto Arsen dan Yudha kepada Devi, setelah itu ia kembali fokus mengemudi mobilnya menuju rumah Sakiit dimana adiknya itu di rawat.


...🖤🖤🖤🖤🖤...


Sementara itu, dirumah sakit Devi dan Nanda duduk tepat di samping ranjang Sevi. Ini kali keduanya Sevi dirawat Setelah ia bertemu dengan leleki yang bernama Arsen itu. mengingat hal itu, membuat dada Devi sesak ia terlalu lengah sehingga anaknya harus merasakan penderita seperti ini.


" Hukum Apa yang lebih menyakitkan dari apa yang di rasakan adik kamu saat ini." Tanya Devi. Ia tidak menatap wajah Nanda, sebab fokusnya saat ini pada layar ponsel dimana wajah lelaki yang telah menyakiti putrinya terpampang dengan jelas disana.


Nanda menatap wajah Devi, mencoba untuk mencari keseriusan disana, Seolah oleh orang lain yang tengah mendiami tubuh wanita yang telah melahirkan mereka. Tatapan itu begitu mengerikan, membuat tubuh Nanda merinding Seketika.


" Mom_"


" Hukuman apa Bang?" Tanya Devi Lagi.


" Penjara aja mom." Devi tersenyum. Semakin membuat Nanda takut. " Mom_"


" Kak Nissa, anaknya Umi fhizha, mom."


" Bukan Nissa yang mommy maksud, tetepi lebih yang berada di sampingnya." Jelas Devi. Nanda mengangguk singkat sebelum menjawab pertanyaan mommynya.


" Calon suaminya mom."


" Dia yang akan merasakan lebih dulu hukumannya. Sebab tidak ada yang lebih menyakitkan dari kehilangan orang yang kita cintai."


" Apa yang akan mommy lakukan? Mom Abang tahu mommy marah tapi Abang nggak mau mommy mengotori tangan mommy hanya karena sampah seperti mereka." Devi hanya menanggapi ucapan Nanda dengan kekehan.


" Duduk dan nikmati saja bang, biar mommy mengurus sahabat serta keponakannya. untuk lelaki itu, Sevi yang akan melakukannya." Nanda tidak dapat berbuat apa-apa, sikap Devi yang seperti ini membuat ia bergidik ngeri, entah jadi apa mereka Nanti.


Ceklek.


Pintu ruang rawat Sevi didorong dari luar, terlihat putra dengan wajah kesalnya masuk dan duduk tepat di samping Devi.


"Kenapa." Tanya Nanda kepada adiknya.


" Aku nggak habis pikir, kenapa mommy minta aku bebasin dia! jelas jelas dia bersalah mom." Keluh putra.


" Sebab itu tidak sepadan dengan apa yang dia lakukan." Jawab Devi dengan santainya. Sambil mengusap Surai milik Sevi.


" Terserah mommy." Seru putra pada akhirnya ia memilih mengalah dan menanti apa yang akan di lakukan Devi nanti.


.


.


.


.


Bersambung.


...HAPPY READING...🖤🖤...


...JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN 👍🙏...