
Siang itu, Seorang pria dengan postur tubuh tinggi dan kekar tengah duduk sambil menatap lekat pada layar laptop yang ada di hadapannya.
Ia sedang membaca beberapa email yang masuk serta mengecek grafik perusahaannya yang berada di negara kangguru itu, lelaki itu nampak begitu serius terlihat dari matanya yang menajam dari balik kaca mata mint yang ia pakai.
Drrrttt Drrrttt..
Getaran dari ponselnya yang terletak di atas meja membuat fokusnya teralihkan. " Hallo." Ucap Lelaki itu, begitu ia menggeser Icon berwarna hijau pada layar ponselnya.
" Hallo tuan, wanita itu hari ini sekolah seperti kemarin." Ucap salah satu orang suruhannya dari seberang sana.
" Apa ada yang bersamanya." Tanya lelaki yang tidak lain adalah Arsen itu.
" Sepertinya tidak tuan."
" Bagus terus awasi dia, aku akan segera kesana." Panggilan itu pun berakhir. bersamaan dengan Satu senyum tipis disertai seringai terbit di wajahnya.
" Saatnya bersenang senang." Gumamnya. Ia segera menutup laptop yang ada di hadapannya dan memakai kembali jas yang ia sematkan pada sandaran kursi kebesarannya.
Arsen melangkah dengan penuh wibawa keluar dari ruangannya menuju lift yang akan membawanya ke besment di mana mobilnya berada.
Ting.. Pintu lift khusus itupun terbuka.
Tanpa menunggu lama, Arsen langsung melangkah masuk kedalam litf, setelah pintu tertutup Arsen menekan tombol B. Begitu tiba di besment, Arsen langsung masuk ke dalam mobil Setelah membuka pintu mobil pasti nya. Setelah kembali menutup pintu mobil dan memakai sabuk pengaman, Arsen langsung melajukan mobilnya keluar dari besment dan bergabung bersama penggunaan jalan lainnya.
...π€π€π€π€π€...
Disisi lain.
Mira yang tidak di jemput kedua kakaknya, karena sibuk kini tengah di papah intan dan Dila dengan sabar kedua gadis itu membantu Mira.
Begitu mereka melewati gerbang sekolah mobil Arsen yang tidak tahu datang dari mana langsung berhenti tepat di hadapan mereka. hal itu tentu saja membuat tubuh Mira menegang seketika. berbeda dengan kedua sahabatnya yang tersenyum ramah menyambut kedatangan Arsen.
" Haii om, apa kabar." Sapa Dila.
" seperti yang kalian lihat." balas nya dengan senyuman manis di mata intan dan Dila, tidak untuk Mira.
Seandainya kakinya baik baik saja mungkin saat ini Mira sudah berlari sejauh mungkin dari pria ini.
" Kaki kamu kenapa." Tanya Arsen.
" Itu taksinya udah datang." Bukannya menjawab, Mira malah menunjuk taksi yang berhenti tepat di belakang mobil Arsen. tentu saja hal itu membuat Arsen kesal, wanita itu masih tetap sombong menurutnya.
" Ayo kita Antara." Ucap intan. Mira hanya mengangguk, sebisa mungkin ia menutupi tubuhnya yang sedikit gemetaran.
" Ra kamu gemetaran ya?" Tanya Dila.
" IyA nih, aku juga ngerasain." sahut intan.
" Biasanya gitu, kalau aku maksa jalan." Dustanya, sebab bukan kakinya yang menyebabkan ia getaran, melainkan arsenlah penyebabnya.
" Aku duluan ya." Ucap Mira begitu ia duduk di jok belakang.
" Iya hati hati Ra." Ucap Intan sambil menutup pintu taksi itu dan taksi itu pun berlalu dari hadapan mereka.
Begitu taksi yang mengantar Mira pergi, intan dan Dila pun pamit kepada Arsen, setelah mereka mengambil motor mereka yang masih berada di parkiran sekolah. " Om kita duluan ya." ucap Dila. sambil membunyikan klakson untuk Arsen.
" Oke hati hati ya."
" Iya om." Jawab kedua gadis itu kompak, mereka pun melajukan motor mereka, membela keramaian lalu lintas.
Begitu Kedua gadis telah hilang dari pandangannya, Arsen langsung bergegas masuk kedalam mobilnya, ia segera melaju dengan kecepatan tinggi mengejar taksi yang di tumpangi Mira.
Sementara itu di dalam taksi Mira bersyukur bisa menjauh dari lelaki yang telah menghancurkan kehormatannya.
Ting.. sebuah Notip chat masuk di ponsel Mira.
Mira mengambil ponselnya yang berada didalam tas untuk melihat isi chat itu.
...β€οΈMommy...
^^^Assalamualaikum..^^^
^^^sayang kamu masih di sekolah?^^^
Waalaikusalam mom.
Nggak mom, Ade udah di jalan.
Ada apa mom?
^^^Gini sayang, mommy dan Ayah harus ke Jerman, Bunda Nadia sakit sayang.^^^
^^^Ade nggak papakan di rumah sama Abang dan kakak.^^^
^^^Nggak bisa donk sayang! kamukan harus sekolah.^^^
^^^Masa baru masuk dua hari udah libur lagi.^^^
Tapi Ade mau ikut mom.
^^^Nanti aja kalau Ade udah selesai ujian.^^^
Tapi mom.
^^^Udah Jangan bawel.^^^
^^^Sempai rumah jangan lupa makan terus sholat.^^^
^^^Kalau urusan di perusahaan udah selesai Abang dan kakak langsung pulang.^^^
Iya mom
mom dan ayah berapa lama disana.
^^^Paling lama seminggu sayang.^^^
^^^Udah dulu ya sayang.^^^
Iya mom.
^^^Hati hati ya di jalan.^^^
^^^mommy sayang kamu.^^^
Iya mom dan ayah Juga hati hati ya.
Cepat pulang.
ππAde juga sayang mommy.
Hanya centang dua, Sang mommy mungkin kembali sibuk dengan pekerjaannya.
Sementara itu taksi yang di tumpangi Mira tiba tiba berhenti. " Ada apa pak." Tanya Mira.
" Itu neng, ada mobil yang berhenti di depan." Jawab sang supir.
" Oh." Mira kembali Fokus pada ponselnya, tak lama berselang kaca pintu taksi yang ia naiki di ketuk dari luar.
Mira yang tengah fokus pada ponselnya, menatap kearah pintu yang di ketuk, seketika itu wajahnya langsung memucat begitu mengetahui siapa yang mengetuk kaca pintu itu.
" Jangan di bu_" Belum selesai Mira berucap sang supir lebih dulu membuka pintunya.
Orang yang mengetuk kaca pintu itu tidak menyia nyiakan kesempatan, ia langsung membuka pintu jok belakang dimana Mira Duduk. Setelah pintu terbuka ia langsung menyeret Mira keluar dari dalam taksi itu dan memberikan lebaran uang kepada supir taksi yang ditumpangi Mira.
" Kamu mau apa lepaskan aku." Teriak mira, rasa sakit di kakinya, tidak ia hiraukan.
" Ikut, aku." Desak Pria yang tidak lain adalah Arsen.
" Aku nggak mau." Mira berpegang pada pintu taksi.
"Ikut aku, jangan sampai aku kasarin kamu." Ancam nya Tetapi Mira tidak takut sedikitpun.
" Aku nggak mau." Arsen sedikit menunjuk ia meletakkan tangannya di belakang lutut Mira dan mengangkat tubuhnya, tangan Mira yang berpegangan pada pintu taksi langsung terlepas begitu Arsen menarik tubuhnya dengan kasar. Jika Mira tidak melepaskan pegangannya, tangganya pasti akan terlepas dari badannya saat itu juga.
Tanpa banyak bicara, Arsen mendudukkan Mira tetap di jok depan. setelah memasang sabuk pengaman dan menutup pintu mobilnya, Arsen berjalan memutari mobilnya, ia ikut masuk ke dalam mobil dan duduk tepat di samping Mira.
Setelahnya Arsen kembali melanjutkan perjalanan meninggalkan sang supir yang masih diam membisu dengan apa yang baru saja ia lihat.
Entah apa yang akan di lakukan Arsen kepada Mira, semoga bukan sesuatu yang buruk.
.
.
.
.
Bersambung.
Happy reading..β€οΈ
Jangan lupa like.ππ
Dan vote seikhlasnya.ππ