Sevi Is Mine (Hate But Love)

Sevi Is Mine (Hate But Love)
Istri kecilnya!



" Aku akan membuktikan kepada mommy! Aku bisa membahagiakan putrinya yang berharga ini dan tidak akan membuat dia kecewa." Sevi mengangguk, kemudian menenggelamkan wajahnya di dada Arsen, senangnya mendengar kata-kata Arsen.


Arsen yang sejak tadi menahan dirinya, kini sudah berada di puncak kesabarannya, karena sikap Sevi yang seperti ini. Ia pun mendorong pelan tubuh Sevi. Kemudian menindihnya " Honey, aku sudah memperingati kamu! Tapi kamu terus mengulanginya, sekarang aku tidak bisa menahan diri lebih lama lagi, apa aku bisa mendapatkan hak aku sekarang juga?" Tatapan Arsen begitu lapar dan tajam, setajam elang yang siap menangkap mangsanya. " Aku mohon, jangan mendorongku, karena aku begitu menginginkanmu malam ini." Lanjut Arsen lagi. Kemudian mulai menjalankan Aksinya tanpa menunggu jawaban Sevi. Ia bahkan tidak menghiraukan ekspresi bingung di wajah Sevi.


Karena Sevi tidak menolak sedikit sentuhan Arsen, adegan penyatuan dua insan pun terjadi. Irama merdu dari kedua insan yang tengah memadu kasih itu memenuhi ruangan kamar mereka.


Baik Sevi maupun Arsen Keduanya sama-sama menikmati permainan satu sama lain, kecupan, usapan sampai hentakan seakan candu yang tidak ingin mereka sudahi.


Malam itu adalah malam yang begitu terkesan untuk keduanya, walaupun bukan pertama kali bagi mereka. Tapi malam ini mereka sama-sama menginginkan satu sama lain tanpa ada paksaan.


...\=\=\=\=\=\=\=\=\=...


Setelah malam panas itu, hubungan keduanya semakin erat! Sevi pun tidak sungkan untuk menunjukkan perasaannya kepada Arsen. Bahkan Setelah malam itu, malam-malam berikutnya di warnai dengan suara merdu yang sama dari mereka sebelum mengistirahatkan tubuh masing-masing.


Dan pagi harinya, Arsen akan berangkat kerja sementara Sevi, menemui intan dan Dila. Mereka kembali menghabiskan waktu bersama! Kedekatan mereka membuat Sevi dapat melupakan masalahnya dengan sang mommy sejenak. Ia juga mulai jarang ke kantor dan lebih banyak menghabiskan waktu bersama dengan kedua sahabatnya. Dan setiap dua atau tiga jam sekali Arsen akan menghubungi Sevi untuk menanyakan apa yang dia lakukan atau sekedar mengingatkan dia untuk makan, karena Arsen tidak ingin istri kecilnya itu jatuh sakit mengingat akhir-akhir ini waktu istirahatnya berkurang karena harus melayaninya di malam hari dan siangnya ia menghabiskan waktu bersama intan dan Dila ketimbang memilih beristirahat di rumah.


Sementara sikap Meisya perlahan-lahan mulai berubah, ibu mertuanya itu sudah tidak se-julid dan se-ketus sebelumnya. Iya seakan mendukung Sevi untuk melakukan apapun, walaupun tidak secara langsung! Dan untuk persiapan pesta pernikahan Sevi dan Arsen. Bisa di katakan sudah siap tinggal menunggu hari H dan gaun pengantin Sevi.


Sementara di kediaman Firmansha.


Aksel kembali membujuk Devi untuk menemui Sevi di bantu Nanda dan putra, karena sudah lebih dari empat bulan, wanita itu tidak menunjukkan batang hidungnya kepada Sevi. Sementara dirinya, putra dan Nanda selalu mencuri-curi kesempatan untuk menemui Sevi diam-diam tanpa sepengetahuan tahuan Devi. " Sayang sudahlah! Buang sedikit ego kamu! Jika kamu masih ingin membenci Arsen, silahkan tapi jangan Sevi kita yang kamu hukum, ingat dia itu hanya korban! Jika sebagai keluarga kita tidak bisa mendukungnya kemana dia akan pergi saat ada masalah nanti." Pinta Aksel penuh harap tapi Devi hanya diam tak menanggapi ucapan suaminya itu.


" Mom! Aku juga salah dalam hal ini tapi kenapa hanya Sevi yang di hukum." Sahut Putra. Tanpa kehadiran Sevi, momen kebersamaan mereka tetap berjalan di waktu-waktu weekend seperti sekarang ini.


Nanda mengangguk, membenarkan apa yang di katakan Putra dan Ayahnya, kemudian ikuti memberi pendapatnya." Mom, aku sudah lama tidak bertemu dengannya, Jujur aku sangat merindukannya. Apa mom tidak merasakan hal yang sama seperti yang aku rasakan. Coba tanya hati kecil mommy, sebesar apa rasa sayang yang mommy punya kepadanya." Devi tidak memberikan tanggapan apa-apa, wanita itu tetap diam, tapi di dalam hatinya ia membenarkan apa yang di ucapkan suami dan anak-anaknya.


Karena tanpa di tanya pun, Devi bisa merasakan kerinduan yang teramat sangat kepada putrinya. Tetapi banyak hal yang membuat Devi mengabaikan perasaannya sendiri, ia sanggup menahan rindu dan sakit saat menyakiti Sevi, semua itu hanya untuk kebahagiaan putrinya. Karena dia tahu kebahagiaan Sevi itu ada bersama arsen. Dan ia masih membutuhkan waktu untuk menerima Arsen sebagai menantunya, walaupun dia telah memaafkannya Arsen! Tapi untuk melupakan apa yang Arsen lakukan kepada Sevi tidaklah semudah kata-kata maaf yang keluar dari mulutnya.


" Mommy tidak pernah melarang kalian untuk menemui Sevi, jika kalian ingin menemuinya silahkan saja! Tapi jangan memaksakan keinginan kalian kepada mommy, bersyukur mommy masih mau mengurus pernikahan dia." Sahut Devi dengan tegas kemudian berdiri meninggalkan ruang keluarga, tanpa menunggu bantahan dari anak dan suaminya.


Seperti biasa pembicaraan mereka pasti akan menemui jalan butuh dengan keegoisan Devi. Tapi Aksel dan kedua anaknya tidak pernah bosan untuk mencoba. Tidak peduli hal itu dapat memperburuk suasana hati Devi. Karena bagi Aksel kebersamaan mereka adalah suasana yang teramat sangat mereka rindukan satu tahun belakangan ini.


" Om, bagaimana jika teman-teman kuliah aku nanti! Ada yang mengingatkan video-video aku yang om sebar waktu itu." Sevi mungkin sudah setuju untuk kuliah dan Yudha telah mengurus pendaftarannya di kampus! tapi, Sevi tetap memiliki sedikit keraguan di hatinya. Entah benar karena ia ragu atau hanya untuk mengungkit-ungkit apa yang pernah Arsen lakukan kepada.


Arsen menggaruk tengkuknya yang tidak gatal! Dalam hatinya ia mengutuk dirinya sendiri. " Aku sudah membersihkan namamu dan aku pastikan tidak ada yang akan mengingat hal itu lagi." Ucap Arsen meyakinkan Sevi. ' Apa semua wanita mempunyai ingatan yang bagus, kenapa masalah yang sudah berlalu masih saja diungkit-ungkit juga sih.' keluhnya di dalam hati.


" Padahal om yang jebak aku di villa, om juga yang memanfaatkan kondisi aku saat aku tidak bisa berjalan dengan baik waktu itu." Sevi belum ingin mengakhiri pembicaraan mereka, ia terus mengungkit apa yang di lakukan Arsen waktu itu.


Membuat Arsen semakin frustasi, karena terjebak situasi. " Honey, Aku benar-benar minta maaf! Aku yang salah, harusnya aku mencari tahu terlebih dulu sebelum melakukan semuanya kepada kamu. Bisakah kau memaafkan aku dan kita mengakhiri pembicaraan ini." Pinta Arsen, ia meninggal segala pekerjaannya di sofa dan menghampiri Sevi yang tengah bersandar di kepala ranjang sambil memainkan ponselnya, kemudian berjongkok di samping ranjang di mana Sevi tengah bersandar.


" Aku sudah memaafkan om! Dan tidak bermaksud apa-apa. Aku hanya khawatir kalau ada yang mengingat kejadian itu. Kan aku juga yang malu." Sahut Sevi tanpa menatap kepada Arsen.


" Honey maaf. Tolong maafkan suami kamu ini atau begini saja, Jika ada yang mengingat hal itu, kamu boleh melakukan apa saja kepada aku! Anggap saja ini hukuman untukku. Deal." Arsen tidak ingin ada masalah atau memperpanjang masalah yang sudah berlalu, jadi ia segera mencari jalan tengah untuk mereka berdua.


" Baiklah! Tapi om harus janji! Turutin apapun keinginan aku nanti."


" Ya ya ya! Sekarang kamu tidur! sebelum aku berubah pikiran dan membuatmu bergadang malam ini. Ingat besok hari Senin, kamu akan di antar Yudha untuk melihat kampus kamu." Sevi Mengangguk, kemudian meletakkan ponselnya di atas nakas, sebelum meluruskan tubuhnya di atas ranjang. " Selamat malam, honey! Aku mencintaimu." Ucap Arsen lagi, kemudian mencium kening Sevi setelah menyelimutinya.


Begitu Sevi tertidur, Arsen langsung menuju balkon, dan mulai menghubungi Yudha, ia meminta yudha untuk memastikan tidak ada yang menyimpan kejadian satu tahun lalu, karena Arsen sudah bertekad untuk mengembalikan kehidupan Sevi, sebelum ia datang dan merusaknya.


.......


.......


... ....


.......


...Bersambung....


...Happy reading...🖤🖤...