Sevi Is Mine (Hate But Love)

Sevi Is Mine (Hate But Love)
BAB 43



Seperti yang di katakan Yudha siang tadi, malamnya ia kembali ke apartemen Arsen, setelah membuat janji dengan seorang dokter yang dapat di percaya.


Bahkan Yudha meminta arsen untuk mengunakan jaket dan penutup kepala, walaupun pada awalnya, Lelaki itu menolak keras permintaan sahabatnya. Pada akhirnya ia tetap mengikuti saran Yudha, sebelum meninggal apartemennya.


Begitu tiba di rumah sakit, Yudha dan Arsen langsung menuju ruang dokter untuk melakukan periksaan lengkap, seperti cek darah lengkap, CT Scan mengunakan x_tray dan masih ada beberapa tahap lainnya.


Setelah melakukan pemeriksaan dan menunggu Hasil, Arsen dan Yudha baru tiba di apartemen Arsen pukul 2 pagi setelah dokter menjabarkan hasil pemeriksaannya dan memberi resep kepada Arsen, Dokter pun berpesan agar dia tidak mengkonsumsi obat yang di berikan Sevi kepadanya. Tetapi Arsen menggeleng, ia justru meminta dokter untuk memberinya vitamin atau apapun itu agar obat itu tidak merusak saraf sarafnya .


" Sen jangan seperti ini, jika kamu terus seperti ini. Yang ada kamu bakal gila beneran." Ucap Yudha, sepanjang perjalanan pulang ia terus mengomeli Arsen dan melarang Arsen untuk makan dan minum apapun yang di berikan oleh Sevi nanti.


" Aku nggak apa apa, jangan terlalu khawatir, anggap lah ini cara aku menebus kesalahanku kepadanya. "Sahut Arsen sambil menggeleng kepalanya.


" Jika kamu mau menebus kesalahan kamu. Bukan seperti ini caranya sen, paling tidak kamu bisa menikahi dan membahagiakan dia selama lamanya. " Arsen hanya Bisa tersenyum sembari menertawakan kebodohannya.


" Aku pun sangat menginginkan hal itu yud, Aku ingin dia menjadi milik aku karena sejak awal dia adalah milikku. Tapi seperti ye kamu bilang, orang tuanya tidak akan mau menyerahkan anaknya kepadaku atau dia sendiri yang getaran saat melihat jika aku kembali memaksa nya."


" Tapi_"


" Aku tahu apa yang kamu pikirkan! Wajar jika kamu berpikir seperti itu, karena khawatir sama aku! Tetapi untuk saat ini biarkan semua seperti ini, aku ingin bersama dengannya sebelum dia menjadi milik orang lain, aku ingin bersamanya walaupun hanya sesaat."


" Aku nggak tahu apa yang ada dalam otak kamu, sampai kamu seperti itu. Semoga sampai wanita itu menikah kamu masih memiliki akal sehat jika tidak aku sendiri yang akan mengantarkan kamu ke rumah sakit jiwa. " Balas Yudha, Lelaki itu pun meninggalkan Arsen tanpa berbalik dua kali untuk melihat wajah sahabatnya, bahkan teriakan Arsen yang memanggil manggil namanya pun tidak di hiraukan.


Ternyata cinta bisa merubah seseorang dari benci menjadi bodoh. Bagaimana tidak Arsen yang dulunya ingin menghancurkan Sevi. Kini berbalik tunduk walaupun ia tahu wanita itu terang terangan menyakitinya. Apa namanya kalau bukan bodoh.


...\=\=\=\=\=\=\=...


Walaupun Arsen telah mengetahui obat yang di campurkan kedalam minumannya dan seberapa berbahayanya jika ia tetap mengkonsumsi obat itu. Arsen tetapi meminum jus yang di campur obat itu, seperti sekarang ini, bahkan Arsen bersikap biasa saja, seolah tidak tahu apa apa.


" Bagaimana, apa masih sakit?" Tanya Sevi, setelah Arsen meneguk habis jus mangga yang ia buat.


" Sedikit. Tapi aku mulai mengantuk, bisa kah kamu bantu ku kembali ke kamar." Jawab Arsen, sekaligus meminta bantuan Sevi. Dan gadis itu tersenyum sembari menganggukkan kepala.


" Terima kasih." Ucap Arsen.


Sevi mulai memapah Arsen kembali ke kamarnya, ia membantu lelaki itu naik keatas ranjang kemudian menyelimutinya." Sekarang om istirahat ya, Sevi harus pulang sekarang." Pamit nya. Saat hendak meninggalkan ruangan itu, tangannya di genggam oleh Arsen.


" Bisakah kamu menemaniku, sampai aku tertidur?" Tanya Arsen tanpa melepaskan genggamannya pada tangan Sevi. Ia baru melepas tangan Sevi, saat wanita itu mengangguk." Terima kasih." Sambungnya.


" Hmm tidurlah." Sevi mendaratkan bokong di bibir ranjang tepat di samping Arsen, ia mengusap halus kepala pria yang kini mulai memejamkan matanya. " Andai aku bisa, aku akan menghentikan waktu, agar selalu bersama om." Ucap Sevi dalam hatinya. Tanpa mengalihkan pandangannya dari Arsen.


Sementara lelaki yang dia ajak bicara itu, bisa mendengarkan apa yang dia katakan tetapi tidak dapat membuka kedua matanya apalagi sekedar membalas genggaman tangan Sevi. Tubuh tidak bisa di gerakan dan matanya seperti di tindih batu besar sehingga, tidak bisa terbuka.


Lelah berbicara seorang diri tanpa ada yang menyahutinya, Sevi pun beranjak dari duduknya, " Berjuanglah om, om harus hidup dengan baik. Selamat tinggal. Aku sayang sama om Arsen." Sevi mengecup singkat Dahi Arsen sembari mengusap puncak kepalanya, sebelum meninggalkan lelaki itu seorang diri. Ia bahkan tidak dapat melihat setitik air mata yang menetes dari kedua sudut mata Arsen.


Hari ini Putra yang mendapat bagian untuk mengantar Sevi ketempat Arsen. Begitu melihat Adiknya masuk kedalam mobil dengan wajah sembab karena terlalu lama menangis Arsen.


Putra langsung memeluk dan menguatkan adiknya. " Menangislah, jika itu dapat membuatmu lebih baik." Ucapnya sambil mengusap punggung Sevi.


" Aku nggak akan pernah baik kak." Sahut Sevi terbata bata.


" Minta sama kakak untuk batalin pernikahan itu dek, Ayo." Putra mulai tidak tahan dengan keadaan yang menimpa adik kesayangannya.


" Jangan kak, Nanti mommy semakin kecewa sama aku, aku nggak mau nyakitin Mommy lagi. "


" Tapi kakak nggak rela, adik kakak seperti ini, Kakak nggak bisa lihat kamu terus menangis. Katakan tolong sekali saja, kakak pasti akan membatalkan pernikahan itu bagaimana pun caranya. " Ucap putra penuh keyakinan, tetapi Sevi kembali menolak permintaan kakaknya, dengan gelengan kepala.


" Insyaallah dede bisa, tapi kakak doa in dede ya." Sahut Sevi sembari memaksa bibirnya untuk melengkung." Mata aku kenapa sih. Kenapa air mata aku terus keluar." Keluhnya kepada sang kakak, membuat putra semakin iba kepada adiknya itu.


Setelah dari Apartemen Arsen, putra mengantar Sevi ke butik untuk fitting baju pengantin. Di butik Nadia dan Devi begitu antusias dan bahagia melihat anak anak mereka mengukur beberapa baju yang akan mereka gunakan untuk akad dan Resepsi nanti.


Setelah dari butik mereka menuju toko perhiasan untuk mencari cincin pernikahan dan putra tidak pernah meninggalkan Sevi selangkah pun, ia bahkan tidak mengidahkan larangan Devi. Untuk tidak mengikuti Savi dan Randy.


.......


.......


.......


.......


...Bersambung....


...Happy reading.. 🖤🖤...


...Maaf, setelah sekian purnama baru nongol lagi🤣🤣...