Sevi Is Mine (Hate But Love)

Sevi Is Mine (Hate But Love)
Hadiah buat istri om.



Di sebuah showroom, Sevi tengah berdiri sambil melipat tangannya di dada, ia hanya melihat ke empat temannya mengagumi sederetan mobil mewah yang ada di hadapan mereka dengan seorang SPG yang akan menjelaskan rincian mobil mahal itu.


" Sevi kok bengong, nggak beli?" Tanya Arya. Ketika Sevi hanya Diam sambil mengikuti langkah mereka.


Wanita itu hanya menggeleng kepalanya kemudian berkata." Malas! Buat apa juga."


" Ya buat di pakai ke kampus lah! Ke mall dan masih banyak tempat lainnya! Pake tanya buat apa lagi." Sahut Rizal sambil memutar bola matanya. " Kamu tuh kalau jadi istri, jangan terlalu sayang sama duit suami! Toh duit suami kamu juga nggak akan habis. Ya kecuali suami kamu pengangguran." Lanjut Rizal lagi.


" Ada benarnya apa yang di ucapkan Rizal! Aku pun setuju dengannya! Sev, dengan kamu menjadi orang lain yang berusaha baik, tidak akan mengembalikan keadaan seperti semula. Kamu harus tetap menjadi diri kamu yang dulu, berani ambil keputusan atas keinginan mu sendiri. Berani melawan kalau kamu tidak suka dan selalu suka dengan setiap tantangan yang ada di hadapan kamu. Kamu tahu itulah yang membuat kita suka sama kamu! Kamu apa adanya dan tidak takut kepada siapapun." Sahut Dila.


" Bukankah dulu, saat kamu melakukan apapun, mommy, ayah dan kedua kakakmu tidak pernah melarang, bahkan ketika mereka marah saat tahu kamu hampir mengalami kecelakaan di arena balap pun kamu bisa membujuk mereka. Apalagi urusan membeli mobil seperti ini. dulu kamu begitu menyukai motor dan mobil seperti in, Kenapa sekarang tidak! Ingat kamu di jadikan putri dan di perlakuan seperti ratu di keluarga Firmansha, kamu juga di perlakukan sama di keluargamu dan aku berani bertaruh kamu akan menjadi putri di keluarga suami kamu! Karena di mana pun kamu melangkah kamu kamu tetap akan mendapatkan keistimewaan itu. Sama seperti nama kamu Almira." Intan menjeda ucapannya, saat melihat kedua mata Sevi berkaca-kaca! Jika sekali saja dia berkedip maka cairan bening itu akan langsung lolos dari kedua kelopak matanya. " Alasan kamu berada di situasi ini karena kamu yang lebih dulu berubah dan menjauh dari keluarga kamu! kamu yang dulu selalu bercerita apapun kepada mommy, saat berkumpul bersama, kamu berani meminta apa saja saat kamu ingin. Dan tanyakan pada hatimu kapan terakhir kali kamu melakukan itu semua. Aku tidak kenal mommy selama kamu mengenalnya, tapi aku tahu mommy adalah satu-satunya orang yang mencintai kamu dan sanggup melakukan apapun untuk kamu! Mommy hanya ingin putrinya kembali, bukan orang lain yang berada dalam tubuh putrinya." Sambungnya.


Bukan tanpa sebab Intan dan Dila mengungkit semua itu, mereka sengaja melakukan hal ini karena menurut mereka, Sevi terlalu jauh berubah dari Sevi yang dulu mereka kenal. Pendiam dan tidak banyak bicara di depan umum wajar! Tapi di saat bersamaan teman-teman dan keluarganya dia menjadi yang paling cerewet dan iseng . Dia tidak sungkan-sungkan untuk merengek saat di menginginkan sesuatu dan di tolak. Sevi adalah anak perempuan satu-satunya juga cucu perempuan satu-satunya milik keluarga Firmansha. Hal itu membuat dia tidak takut kepada siapapun. Karena keluarganya akan melakukan apapun untuk Dia.


" Oke, oke aku akan beli mobil ini, kalian puas." Sevi mencoba menghindari drama termehek-mehek yang di ciptakan kedua sahabatnya. Dengan menunjuk mobil yang di inginkan Rizal, sebelum intan maupun Dila melanjutkan pembicaraan yang sedikit sensitif itu " Mbak tolong di urus ya." Sevi menyerahkan black card pemberian Arsen kepada SPG yang menemani mereka sejak tadi, kemudian mengikuti SPG itu sebelum Rizal melayangkan protesnya.


Dan benar saja Rizal langsung mengejar dan memanggil Sevi di ikuti intan, Dila dan Arya." Eh, Sevi kalau mau beli masih ada mobil yang lain! Jangan mobil itu juga. Kan aku yang liat duluan." Protesnya kepada Sevi.


Sementara Dila, Intan dan Arya hanya tertawa. " Kamu emang yang lihat duluan, tapi belum bayarkan. Jadi Sevi berhak atas mobil itu, ayo Sevi aku juga ingin membayar mobilku." Sahut Arya kemudian meletakkan tangannya di pundak Sevi dan mengikuti langkah SPG ke kantor untuk mengisi formulir SPK. Sevi tidak perlu memeriksa ulang detail mobil yang dia pesan karena sejak tadi dia sudah menemani Rizal mengecek mobil itu.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Sevi yang tengah menunggu Rizal menyelesaikan prosedur pemesanan mobilnya. Begitu terkejut saat sebuah lengan tiba-tiba melingkar di pinggangnya. Ia hampir saja menonjok orang yang melakukan hal itu, tapi usahanya terhenti saat mengetahui siapa orang itu." Om! Kok disini? Bukannya_" Ucap Sevi terhenti karena Arsen langsung menarik tengkuk sevi dan mengecup bibirnya.


Arsen mengusap kepala sevi kemudian bertanya." Bukan apa? Hmm!"


Sementara otak Sevi masih memproses apa yang terjadi barusan. " Om, kenapa cium aku! Malu tahu, banyak yang lihat." Sevi ingin memukul pundak Arsen tetapi lelaki itu dengan cepat menahan tangannya dan menarik tubuh Sevi ke dalam pelukannya.


" Nggak, kenapa harus malu! selama kita tahu porsinya, lagian udah sah juga kan." Sahut Arsen dengan santainya. " Aku kangen banget sama kamu. Honey." Arsen kembali mengecup kening Sevi dan memeluknya dengan begitu erat.


Sevi juga membalas pelukan Arsen. " Om pulang cepat kok nggak ngabarin aku. " Ucap Sevi. " Kenapa juga nggak langsung telpon saat tiba di rumah__ tunggu om tahu aku disini dari siapa."


" Ekkhhm." Dila pura-pura batuk." Please masih ada kita di sini, tolong jangan buat jiwa jomblo kita meronta-ronta."


" Kita kamu aja kali! Aku mah nggak jomblo." Sahut Arya. Sementara Arsen dan Sevi hanya menertawai mereka.


" Kamu ngapain disini honey?" Tanya Arsen sembari menyisihkan beberapa helai rambut Sevi yang sedikit berantakan ke belakang telinganya. Dengan satu tangan yang masih melingkar di pinggang Sevi.


" Aku temani mereka aja! Sekalian lihat-lihat mobil disini. Tapi aku suka sama mobil itu dan membelikan untuk om. " Ucap Sevi sambil menunjuk mobil Lamborghini Aventador SVJ roadster. Yang harganya lebih dari dua puluh milyar. " Om suka nggak?" Tanya Sevi.


Arsen mengerutkan keningnya dan berkata. " Honey, aku sudah punya dua tipe mobil itu! Kamu bisa memakainya. Kalau kamu mau! Kenapa beli lagi?"


Sevi tersenyum kemudian menjawab. " Aku tahu, tapi mobil ini hadiah buat om kasih ke istri om." Keempat teman-temannya langsung geleng-geleng kepala mendengar jawaban Sevi. Sementara Arsen tidak dapat berkata-kata.


" Sevi mau tanya dong? Istrinya om Arsen siapa?" Tanya Intan.


Sevi menunjuk dirinya sendiri. " Aku."


" Terus mobil itu buat siapa?"


" Aku."


" TAU AH BODOH AMAT AKU MAU PULANG." Teriak Intan kemudian meninggalkan mereka di ikuti oleh Dila.


Arsen pun mengajak Sevi untuk pulang setelah meminta mobil yang di beli Sevi di antara ke rumah orang tuanya.


.......


.......


.......


.......


...Bersambung....


...Happy reading..🖤🖤...