
Saat keluar dari toilet sekolah, ketiga gadis itu di hampiri salah satu guru mereka yang tidak sengaja melihat Mira berlari sambil menuntup mulut dan memegang perutnya.
" Mira kamu kenapa?" Tanya guru itu, sedikit khawatir dengan Mira. sebab wajahnya terlihat begitu pucat.
" Nggak tahu Bu! tiba tiba aja mual." Jawab Mira dengan menahan gejolaknya saat ini.
" Kayanya kamu masuk angin deh! istirahat di UKS dulu, nanti ibu telpon kakak kamu." Usul sang guru.
" Nggak usah Bu, Mira pulang a_." Belum selesai Mira berbicara, perutnya kembali bergejolak dengan hebatnya saat ia melihat Arsen berjalan menghampiri mereka.
Mira kembali masuk kedalam toilet, untuk mengeluarkan apa yang bisa ia keluarkan. Sekujur tubuhnya terasa begitu lemas, kepalanya semakin terasa pening bahkan untuk berdiri saja kakinya terasa begitu lemas.
Dila dan intan masih senang tiasa menemani Mira begitu juga dengan guru yang menghampiri mereka bertiga tadi.
" Sudah lebih baik." Tanya sang guru. Mira mengangguk kecil. " Ayo ibu antar pulang kalau gitu." Mira hanya menuruti saja.
Saat keluar ternyata Arsen masih menunggunya, hal itu semakin memperburuk perasaan Mira saat, ia tidak kuat menahan gejolak itu lagi, membuatnya berakhir tidak sadarkan diri.
Dengan sigap gurunya, Dila dan intan menahan tubuh Mira agar tidak terjatuh ke lantai.
" Mari saya bantu Bu." Arsen mendekat, ia mengangkat tubuh Mira tanpa persetujuan gurunya.
Sang guru ingin Mira di bawah ke UKS. tetapi Arsen bersikeras untuk membawanya ke rumah sakit. tidak ingin berdebat guru itupun setuju, setidaknya Mira bisa langsung di rawat jika memang di haruskan.
...🖤🖤🖤🖤🖤...
Dengan harap harap cemas, Dila, Intan, dan dua orang guru yang ikut mengantar kerumah sakit. menunggu di depan ruang UGD. Sedangkan Arsen sendiri, berdiri tak jauh dari mereka, dengan bersandar pada tembok, ia terlihat begitu santai dengan menyilangkan kedua tangannya di dada.
Pintu ruang UGD, terbuka salah seorang dokter keluar dari ruangan itu di ikuti salah seorang perawat.
" Keluarga pasien." Tanya dokter itu.
" Ada apa dok! apa ada masalah dengan Mira." Bukannya menjawab, guru yang tadi menghampiri mereka justru balik bertanya. " Katakan saja dok! ada apa dengan Mira nanti, nanti saya sampaikan kepada orangtuanya." Dokter itu terlihat sedikit ragu untuk menyampaikan hasil diagnosanya.
" Begini." Ucap sang dokter memulai penjelasannya." Tidak ada masalah dengan kondisi pasien saat ini, gejala yang dia alami pasien itu wajar, pada awal awal kehamilan, saya sarankan untuk menemui dokter obgyn itu pemeriksaan lebih lanjut." Tidak ada respon dari Dila, Mira dan guru mereka. ketiganya membeo seketika mendengar penjelasan dokter yang menangani Mira.
Sebelum benar benar meninggalkan rumah Sakiit Arsen menghubungi orang suruhannya untuk. Seperti biasa di dering pertama panggilnya langsung di jawab. " Sebarkan semuanya." Ucap Arsen setelah itu ia mengakhiri panggilannya tanpa menunggu jawaban dari seberang sana.
Begitu mobil Arsen meninggalkan rumah sakit, selang beberapa menit, mobil Nanda memesuki parkiran rumah sakit.
Nanda yang baru saja menjemput Devi dan Aksel di bandara, mendapat telpon dari gurunya Mira. Dan disinilah mereka, berjalan dengan tergesa-gesa mencari letak ruang UGD.
Begitu melihat kedatangan Orang tua Mira dan kakaknya. sang guru pun menghampiri mereka. " Apa yang terjadi dengan putri." Tanya Devi. Sang guru tidak dapat berkata apa-apa, ia hanya menyarankan untuk bertanya langsung kepada dokter.
Tanpa menunggu lama, Aksel dan Devi langsung menemui dokter, sedangkan Nanda menemui Mira untuk melihat kondisi adiknya itu.
Begitu selesai berbicara dengan dokter Devi mengajak Mira untuk pulang, Setelah mengucapkan terima kasih kepada guru dan kedua sahabat Mira yang telah mengantarnya ke rumah sakit.
Selama perjalanan pulang, Devi hanya diam begitu juga dengan Aksel, Mira dan Nanda yang belum mengetahui tentang kehamilan Mira di buat binggung dengan situasi yang ada.
Sementara itu, tanpa mereka ketahui Foto foto serta video singkat Arsen dan Mira sudah tersebar dengan begitu cepat. Wajah Mira begitu jelas sedangkan gambar Arsen sendiri di blur sehingga ia tidak dapat di kenali.
.
.
.
.
Bersambung.
...Happy reading..🖤🖤...
...Jangan lupa like...👍👍...
...Dan komen 🙏🙏😘...
...Maaf baru update lagi 🙏🙏🙏...