Sevi Is Mine (Hate But Love)

Sevi Is Mine (Hate But Love)
Makan siang bersama.



Kebersamaan yang telah lama hilang di antara mereka, kini telah kembali. Setelah ibu dan anak itu saling meminta maaf dan berjanji tidak akan ada yang berubah lagi di kemudian hari.


" Sebaiknya kita ke tempat makan siang terdahulu! papa, sudah reservasi sebuah restoran untuk kita! lagian Ayah juga sudah sangat lapar. Mommy dan Dede juga pasti memiliki banyak waktu untuk saling berpelukan setelah ini." Ucap Aksel menyudahi pelukan anak dan istrinya kemudian merangkul mereka berdua, sedangkan Sevi dan Devi hanya menyengir mendengar ucapan Aksel.


Putra dan Nanda pun tidak ketinggalan mereka berdua juga ikut Memeluk Sevi dan Devi dengan Aksel, Sevi serta Devi berada di tengah. " Sudah-sudah ayo kita pergi sekarang, katanya udah lapar." Ujar Devi, menyudahi momen Teletubbies mereka. Dan menarik tangan Sevi, masuk kedalam lift di ikuti Aksel dan kedua putranya.


Kelima orang itu mengunakan mobil yang biasanya di gunakan Aksel dan Devi, menuju restoran yang sudah di reservasi oleh Aksel. Sedangkan mobil Sevi di biarkan terparkir di parkiran perusahaan keluarga Firmansha.


Dalam perjalanan Sevi yang duduk bersama sang mommy di tengah di tanyai persoalan mobil barunya, oleh Nanda yang duduk di belakang dia dan mommy-nya, sementara putra duduk tepat di samping Aksel yang tengah mengemudi. " Kamu beli mobil baru buat apa?"


Sevi menengok kebelakang dan menjawab pertanyaan Nanda." Buat di pakai ke kampus lah bang, bukan ke kampus aja, setiap Dede ada urusan di luar, Dede pasti pakai mobil itu! Nggak enak juga kan kalau harus di supir-in terus, kemana-mana. Emangnya Dede anak SD."


Sementara Nanda hanya mengangguk-angguk kepalanya, walaupun begitu ia terlihat jelas tidak puas dengan jawaban adiknya itu. Dan benar saja, ketika Sevi baru bernafas lega. pertanyaan Nanda selanjutnya, berhasil membuatnya gugup seketika. " Oh, bukan buat ikutan balapan kan."


" Ng-nggak kok! Lagian udah lama juga dede nggak ikut begituan. Abang kan tahu sendiri." Sevi dengan cepat menyangkal tuduhan Nanda. walaupun ia tidak dapat menyembunyikan kegugupannya dengan baik.


" Yakin?" Sevi mengangguk. " Kamu nggak bo_"


" Abang, sudah dong! Kalau adenya bilang nggak, kenapa harus di paksain sih." Tegur sang mommy.


" Aku nggak maksain mom, aku cuma takut dia balik lagi ke kebiasaannya yang dulu! Abang khawatir mom, Abang nggak mau dia kenapa-napa." Sahut Nanda.


Devi memiringkan tubuhnya, sehingga ia dapat melihat wajah kesal Nanda. " Jika kamu takut dia kenapa-kenapa! Kamu jagain Ade kamu dengan baik. Bukan memaksa sesuatu yang belum dia lakukan." Tegas sang mommy.


" Iya mom! abang tahu, makanya Abang nanya baik-baik." Jawab Nanda, ia menyerah jika sang mommy sudah membelah adik tercintanya.


Suasana dalam mobil yang hampir tegang itu, kini kembali di penuhi canda tawa mereka, saat Sevi mengejek Nanda karena di tegur mommy-nya.


...\=\=\=\=\=\=\=\=...


" Honey." Arsen menghampiri Sevi dan mengecup kepala sang istri. Ia baru saja tiba di restoran itu, setelah Sevi dan keluarganya menyelesaikan makan siang mereka. Satu jam yang lalu Sevi mengirim pesan kepada Arsen memintanya untuk datang dan di sinilah Arsen sekarang. ia berdiri di samping Sevi dengan tangan mengusap rambut Sevi. ia bahkan tidak menyadari bahwa kedua mertua dan kakak iparnya juga berada di sana, saking asyiknya dengan wanita yang selalu membuatnya jatuh cinta lagi dan lagi. " Kamu sudah makan."


Sevi bergumam sebagai jawaban. " Hmmm." Kemudian memberi kode dengan matanya, Arsen yang mengerti lirikan Sevi, baru menyadari keberadaan mertua dan iparnya saat ia menengok arah yang di tunjuk Sevi.


Arsen di buat salah tingkah dan tidak percaya ajakan makan siang sang istri, ternyata bukan cuma untuk mereka berdua. " Paman apa kabar." Ucap Arsen basa-basi, lalu menghampiri Aksel dan mencium punggung tangannya. Ia juga memeluk putra dan berjabat tangan dengan Nanda.


Arsen menghampiri kemudian memberanikan diri menghampiri Devi. Ia terlihat semakin gugup saat berada dekat dengan Devi, Sampai dia tidak sadar berulang kali ia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. " Tan-mom." Sungguh bingung harus memanggil Devi apa, Sebab tatapan mertuanya itu begitu mengintimidasinya.


Sevi yang kasih kepada Arsen menegur sang mommy ." Mommy. Jangan gitu iihhh." Dia dengan merajuk menghampiri Devi dan memeluknya dari belakang. " Mommy harus menerima om Arsen." Ujarnya lagi.


Sedangkan Arsen sendiri masih bingung dengan situasinya saat ini. " Om, kenapa diam saja! Salim dong ke mertuanya." Sevi kembali berbicara, kali ini kepada Arsen, sambil menghentakkan kakinya, karena kesal dengan kedua orang yang sangat berarti dalam hidupnya itu, Devi yang terlalu keras sementara Arsen yang gugup dan sedikit takut kepada mertuanya.


" Mom_" Demi sang istri tercinta, Arsen melawan rasa takutnya dan memberanikan diri berjongkok di samping Devi kemudian meraih tangannya lalu mencium punggung tangan wanita yang telah berjasa menghadirkan tulang rusuknya.


" Demi kebahagiaan putriku, aku akan memaafkan kamu! Tapi aku tidak akan semudah itu melupakan apa yang telah kamu lakukan kepada-nya. Ingat Dia adalah anak dan cucu perempuan satu-satunya. Di keluarga kami! dia selalu di perlakukan layaknya putri. Ketika dia memilihmu. Aku harap kamu dapat memperlakukannya sama seperti kami, jika tidak bisa jangan menyakitinya untuk membuat dia paham dan saat kamu bosan kepada putriku, pulangkan dia kepadaku karena sampai kapanpun dia akan tetap menjadi putri kami. Jangan sakiti dia, jangan sia-siakan. Karena dia aku sanggup menahan rasa sakit ini." Ucap Devi dengan air mata yang telah beranak pinak. Di depan suami dan kedua putranya, ia sekali lagi harus menyerahkan Sevi kepada Arsen, Orang yang dia benci.


Hal itu membuat Sevi semakin mengeratkan pelukannya kepada." Dede akan tetap menjadi anak mommy! Mommy nggak boleh kaya gini lagian Dede masih bisa jenguk dan nginap di rumah mommy kapan saja." Sahut Sevi. Devi tersenyum kemudian mengangguk sembari mengusap tangan Sevi yang melingkar di lehernya.


Disisi lain, Arsen yang masih dalam keadaan berjongkok dan masih menggenggam tangan Devi, berkata." Mom, aku tidak akan menjanjikan apa-apa untuk mommy dan kalian semua! Karena aku sadar, manusia tempatnya salah dan lupa, tapi selama aku masih bernafas aku akan melakukan apapun yang bisa aku lakukan untuk kebahagiaan Sevi dan menebus kesalahan aku di masa lalu. Mom cukup duduk dan melihat aku membahagiakan anak mommy dan membuat tersenyum. Karena setelah ini hanya akan ada kebahagiaan di hidupnya."


" Kamu jangan berbicara seperti itu! sebab kita tidak tahu apa yang akan terjadi kedepannya." Tegur Aksel.


"Aku tahu ayah! Dan aku berbicara seperti ini,selain karena Sevi adalah tujuan hidupku. aku juga ingin menunjukkan bahwa aku tulus mencintainya." Sahut Arsen.


" Kamu bisa berdiri dan duduk di tempatmu. Anggap saja aku mempercayai kata-katamu." Sambung Devi. Arsen langsung duduk di kursi yang telah di sediakan sejak tadi untuknya. Dan untuk pertama kalinya Arsen duduk di meja yang sama dengan keluarga istrinya itu, tanpa ada perseteruan. Tapi sebagai bagian dari keluarga Firmansha.


.......


.......


.......


.......


...Bersambung....


...Happy reading..🖤🖤...