
Keduanya bahkan tidak malu menangis dan menjadi tontonan pengunjung mall yang melewati mereka. Sementara Sevi hanya Diam ia bahkan tidak membalas pelukan intan dan Dila. Bukan karena dia masih marah atas kejadian malam itu, tapi ia merasa bersalah kepada mereka berdua, karena sudah menjauhi mereka yang jelas-jelas tidak bersalah dan bisa memaafkan Arsen yang jelas bersalah dalam hal ini. Dan lebih gilanya lagi ia justru mencintai lelaki itu yang kini telah menjadi suaminya.
Hal itu membuat Sevi semakin merasa bersalah kepada kedua sahabatnya. " Maaf! Harus aku tidak menyalakan kalian atas apa yang terjadi kepadaku." Ucap Sevi dengan suara yang begitu pelan tapi masih bisa di dengar oleh intan dan Dila.
Kedua gadis itu dengan kompak melepas pelukan mereka dan mendorong tubuh Sevi sedikit kebelakang sembari menatap mata Sevi, mencari keseriusan di sana. " Kamu minta maaf pada kami, yang jelas-jelas bersalah karena tidak dapat membantu kamu?" tanya Intan sambil menggoyang pelan pundak Sevi. Sementara Dila hanya mengangguk dengan apa yang di ucapkan Intan.
" Kalian punya waktu? Mau duduk sebentar bersama sambil menikmati menu di sana." Sevi tidak menjawab pertanyaan intan, ia justru menawarkan keduanya untuk masuk kembali ke dalam restoran. Walaupun dia sedang kekenyangan karena baru selesai menyantap beberapa hidangan di dalam sana. menurut Sevi ini sudah waktunya untuk dia meluruskan kesalahpahaman diantara mereka. Toh dia dengan Arsen juga sedang mencoba untuk memperbaiki hubungan mereka. Tidak ada salahnya kan jika ia pun melakukan hal yang sama kepada Dila dan intan.
Mendengar tawaran Sevi, Keduanya sempat saling menatap sejenak! Sebelum mengangguk untuk mengiyakan tawaran Sevi.
Mereka pun kembali masuk kedalam restoran sambil bergandengan. Di mana Sevi yang berada di antara intan dan Dila. Setibanya di dalam restoran, mereka mencari meja yang agak sedikit jauh dari meja pengunjung lain. Kemudian memesan beberapa hidangan dan minuman yang akan menemani obrolan mereka.
Setelah pesanan mereka datang ketiganya pun mulai meminta maaf satu sama lain. Dan sepakat untuk kembali berkumpul selayaknya seorang sahabat.
Di saat Sevi tengah menghabiskan waktu dengan kedua sahabatnya, yang sudah lama tidak ia jumpai, Arsen justru baru selesai makan malam dengan kliennya, dan bersiap untuk pulang. Saat makan malam ia terlalu banyak minum anggur terbaik yang di tawarkan oleh kliennya dan menyebabkan ia sedikit mabuk tapi masih bisa menyetir dengan baik.
Setibanya di rumah! Arsen mendapati Sevi belum pulang, ia pun menelponnya dan menanyakan keberadaan Sevi. Setelah memastikan Sevi baik-baik saja. Dan istrinya itu mengatakan akan segera pulang di antar Dila dan intan.
Arsen pun meletakkan ponselnya di atas nakas, setelah menelpon. ia kemudian berjalan ke kamar mandi untuk menyebarkan tubuhnya, berharap setelah mandi rasa mabuknya sedikit berkurang.
Selesai mandi dan berpakaian, Sevi belum juga pulang. Ia ingin menunggunya tetapi rasa sakit di kepalanya, membuat dia memilih untuk membaringkan tidak lama setelahnya ia pun tertidur.
Ia baru terbangun lagi saat mendengar suara pintu kamar yang terbuka kemudian tertutup kembali. Arsen membuka sedikit kelopak matanya untuk memastikan siapa yang datang. Setelah memastikan itu Sevi, Arsen kembali tidur tapi kali ini ia tidak begitu terlelap sehingga masih bisa mendengar dan merasakan pergerakan Sevi di sekitarnya walaupun kedua matanya tertutup rapat.
\=\=\=\=\=\=
Sevi begitu senang karena ia bisa memperbaiki hubungannya dengan kedua sahabatnya. Dia menghampiri Arsen yang tengah terlelap, setelah berganti dress dengan piyama tidurnya.
Sevi duduk di tepi ranjang, tepat di samping Arsen! Menatap wajah sang suami yang ia yakini tengah terlelap itu. Mengangkat salah satu tangannya untuk mengusap dahinya dan bermain-main dengan anak rambut yang berada di sekitar Dahi Arsen.
Entah mendapatkan keberanian dari mana sehingga ia dengan berani mendaratkan bibirnya tepat di atas dahi Arsen bersamaan dengan Arsen yang membuka kedua matanya.
Sevi segera mengangkat wajahnya dan menghindari kontak mata dengan Arsen. Ia begitu malu, rasanya ia ingin menghilang dari hadapan Arsen saat itu juga. tapi sikap pria yang kini telah menjadi suaminya itu, membuat kedua bola mata Sevi membola. Karena Arsen tidak menyia-nyiakan kesempatan yang dia punya, ia melingkarkan tangan kanannya pada pinggang Sevi. Sementara tangan kirinya menekan tengkuk Sevi membawa wajahnya kembali ke berhadapan dengannya sebelum mencium bibir Sevi dengan begitu rakusnya.
Saat Sevi mulai kehabisan nafas, barulah Arsen melepaskan ciumannya. Ia pun menarik tubuh Sevi, dalam sepersekian menit! Sevi sudah berbaring di atas ranjang dengan Arsen yang berada diatasnya
Setelah itu Arsen pun berguling ke samping Sevi dan kembali memejamkan matanya, dengan posisi memunggungi Sevi. Karena efek anggur yang dia minum, membuat dirinya sangat bergairah.
Tapi Sevi tidak mengerti hal itu, ia justru memeluk Arsen dari belakang, menyandarkan pipinya di punggung Arsen kemudian berkata. " Om, hari ini aku senang banget, bisa memperbaiki hubungan aku sama intan dan Dila. Semoga aku juga bisa memperbaiki hubungan aku dengan mommy, aku sangat merindukan mommy." Suara Sevi yang awalnya terdengar begitu jelas dan menggebu-gebu saat membicarakan kedua sahabatnya, perlahan-lahan mengecil dan serak saat mengingat hubungannya dengan Devi.
Tanpa di minta, Arsen langsung berbalik dan memeluk Sevi, ia mengusap punggungnya dengan begitu lembutnya. " Honey, maafkan aku karena sudah menciptakan dunia yang buruk untuk berlatih kamu. Harusnya saat ini kamu berada di tengah-tengah keluarga kamu dan menikmati masa muda kamu! Sungguh aku sangat menyesal." Ucap Arsen.
" Om tidak perlu minta maaf seperti itu, karena kehidupanku saat ini tidak buruk. Aku juga masih bisa menikmati kehidupanku saat ini ketimbang bersama Randy."
" Tapi hubungan kamu dengan mommy?" Arsen menyanggah wajah Sevi dengan kedua tangannya.
Sevi menggeleng kepalanya." Tidak, mommy tidak benar-benar marah kepadaku, karena jika mommy marah! Mommy akan menempatkan aku pada posisi yang sulit sebagai hukuman, tapi mommy justru menikahkan aku dengan om padahal mommy tahu dengan betul perasaan aku kepada om."
" Kamu yakin?" Tanya Arsen.
" Sangat-sangat yakin. Perasaanku mengatakan, mommy juga merindukan aku dan entah kenapa aku merasa mommy sedang melakukan sesuatu untukku. Apa ini hanya perasaan aku saja?"
" Apapun itu, aku berharap itu yang terbaik dan semua yang kamu katakan tentang mommy itu benar." Sahut Arsen.
" Semisalnya apa yang aku katakan dan rasakan itu benar! Apa yang akan om lakukan nanti?" Ia begitu bersemangat saat bertanya kepada Arsen.
" Aku akan membuktikan kepada mommy! Aku bisa membahagiakan putrinya yang berharga ini dan tidak akan membuat dia kecewa." Sevi mengangguk, kemudian menenggelamkan wajahnya di dada Arsen, saking senangnya mendengar kata-kata Arsen.
.......
.......
.......
.......
...Bersambung....
...Happy reading..🖤🖤...