
" Mommy, Jangan usir aku! Aku nggak salah mom." Sevi mengedor gedor pintu rumahnya, ia terus menangis. Pekerja di rumahnya tidak tahan melihat dan mendengar tangisan, tetapi mereka bisa apa.
" Mom buka, Aku nggak salah." Sevi terus memanggil manggil Devi. Putra yang baru pulang, Merasa sakit didada, saat melihat Penampilan Sevi, Adiknya yang selalu ceria kita telah berubah. wajah berseri-seri nya, berubah pucat Pasih, Hidungnya merah karena karena terlalu banyak menangis, bahkan rambutnya terlihat begitu acak acakan.
putra mencengkeram setir mobilnya dengan kuat, haruskah ia ikut ikutan menghakimi adiknya. Tidak putra tidak akan sanggup melakukan hal itu, ia terlalu mencintai adiknya itu.
Saat tangan putra akan bergerak membuka pintu, sevi mengusap kedua pipinya dengan kasar, ia beranjak dari tempatnya berdiri, mengetik sesuatu di ponselnya Setelah itu, ia berjalan menuju gerbang rumahnya.
Cukup lama Sevi berdiri di depan gerbang itu sampai sebuah taksi berhenti tepat di depannya. Dari lantai dua rumahnya, Devi dapat melihat putrinya itu. begitu juga dengan Nanda dan putra yang sudah berada di mobil masing-masing, siap mengikuti kemana adiknya itu pergi.
Taksi yang di tumpangi Sevi berhenti di sebuah kawasan apertemen, dimana apertemen Arsen berada. Mira turun dari taksi, berjalan melewati meja resepsionis dan masuk ke dalam lift.
Ting..
Pintu lift terbuka, Mira melangkah keluar dari lift itu, ia terus melangkah sampai langkahnya berhenti tepat di hadapan sebuah pintu berwarna hitam.
Mira menekan bel apertemen itu, berulang ulang, tak berselang lama pintu itu pun terbuka, terlihat seorang pria asing berdiri tepat di hadapan Mira.
pria itu menelisik penampilan Mira dari atas sampai ke bawah, begitu pun sebaliknya. " Cari siapa dek." Tanya Lelaki itu, ia mengunakan kata dek, mengingat mira saat ini masih menggunakan pakaian seragamnya.
" Arsen." Ucap Mira dengan tatapan membunuhnya.
" Ada, masuk dulu." Lelaki itu mempersilahkan Mira untuk masuk, saat berada di dalam, mata Mira langsung membulat seketika saat melihat Faiz berada di apertemen itu.
" Arsen ada yang cari kamu." Ucap pria yang tadi membukakan pintu untuk Mira.
Mira baru sadar di ruangan itu Ada tujuh orang laki laki termasuk Fais dan Arsen. " Aku tidak menyangka secepat ini, kamu akan mencariku." Arsen berjalan menghampiri Mira.
" Kamu kenal siapa dia." tunjuk Arsen kepada Faiz, " Kenal doank." Sambungnya, membuat tatapan Mira semakin tajam. tangannya pun terkepal melihat senyum kemenangan. di wajah kedua pria itu. Mira bahkan tak menghiraukan gejolak yang ia rasakan saat ini.
" Jadi ini alasannya." Tanya Mira.
" Ya, aku hanya ingin membantu kamu merasakan drama yang kamu buat dan sebagai penutup permainan ini." Arsen menghentikan ucapannya Sejenak dan berbalik menatap teman temannya, termasuk Yudha. " Malam ini kita akan berpesta dan kalian boleh menikmati wanita ini sepuas kalian termasuk kamu." Tunjuknya pada Faiz.
" Aku di hukum hanya karena mencari keadilan untuk sahabatku." Mira tertawa. ia kini menertawakan kebodohannya. "Sampai matipun aku tidak akan menyerahkan diriku pada kalian dan untuk kamu aku akan membalas semuanya." Ucap Mira suara yang bergetar karena menahan kemarahannya saat ini.
" Oh ya! kamu membuat aku takuk." Ejek Arsen. membuat tangan Mira semakin terkenal.
" Tunggu apa lagi, hancurkan kesombongan wanita ini." Ucap Arsen ia seakan lupa wanita yang di maksud ini tengah mengandung benihnya. Teman teman Arsen pun tidak menyiapkan kesempatan yang ada, kapan mereka bisa menikmati wanita sebening ini.
Saat tidak bisa keluar dari tempat itu, Mira terus menghindar mereka, begitu seterusnya sampai ia menaiki tangga yang ada di apartemen itu, saat dirinya tidak memiliki celah untuk menghindar.
Salah satu teman Arsen tidak tinggal diam, ia dengan cepat mengikuti langkah Mira dan menarik rambutnya, Mira yang kehilangan keseimbangan. langsung terjatuh dari lantai dua.
Wajah panik tampak jelas terlihat di wajah Arsen dan teman temannya, saat darah segar mengalir dari pa*a Mira.
Bukannya membantu, teman temannya Mala berlari keluar apertemen Arsen begitu juga dengan Fais.
Mereka berpapasan dengan Nanda dan putra yang tengah mencari keberadaan Mira di lantai itu. Dengan rasa penasaran kedua melangkah masuk kedalam Apertemen itu dan mendapati Arsen membeku di tempatnya menantap tubuh adik mereka yang tergeletak tak sadarkan diri dengan darah yang terus keluar.
.
.
.
.
Bersambung.
...Happy reading...💋💋...
...Jangan lupa like..👍👍...
...Dan komen 🙏🙏😘...