Sevi Is Mine (Hate But Love)

Sevi Is Mine (Hate But Love)
BAB 37



Pagi harinya, Sevi bangun dengan wajah sembab, akibat terlalu lama menangis dan Nanda yang lebih dulu menyadari hal itu, sekali pun wajahnya terlihat segar sehabis mandi, tetapi hal itu tidak bisa menutupi bengkak di matanya.


" Kamu menangis lagi." Tanya Nanda. Keduanya berjalan beriringan menuju ruang makan untuk sarapan. " Kalau kamu keberatan dengan pernikahan ini, sebaiknya katakan kepada Mommy! Jangan menyiksa dirimu sendiri." Ucap Nanda lagi, saat Sevi tidak merespon pertanyaannya.


Nanda yang tidak tahu apa apa! Berpikir adiknya itu selalu menangis setiap malam, karena tidak ingin di nikahkan secepat ini.


" Aku nggak mau mengecewakan Mommy lagi." Sahut Sevi.


" Jadi kamu lebih memilih, tersiksa sendiri! Begitu?"


" Aku nggak tersiksa kok bang. aku pasti akan bahagia selama Mommy juga bahagia." Pemikiran macam apa itu, ingin sekali Nanda mengeluarkan isi otak adiknya itu lalu mencucinya. Agar bisa berpikir dengan jernih lagi.


Sebab dimana mana pun kebahagian anak itu tidak berada pada orang tuanya dan mungkin iya ada yang seperti itu.


Karena pada dasarnya anak suka mencari kebahagiaannya sendiri, bahkan tidak semua anak meletakkan kebahagiaan orang tuanya di kebahagiaannya! Seperti yang dilakukan adik Sevi saat ini.


" Sekarang Abang tanya sama kamu." Nanda mengikis jaraknya dengan Sevi, ia meletakkan kedua tangannya pada kedua pipi Sevi. Membuat sang Adik menatap kedua matanya. " Apa kamu bahagia."


Kedua Manik coklat itu, bergerak gelisah! Cair bening mulai memenuhi kedua netra itu." Iya, aku bahagia."


" Bohong." Bentak Nanda. Untuk pertama kalinya ia membentak adiknya.


" Bang apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu membentaknya seperti itu." Putra yang akan menuju ruang makan melihat Nanda membentaknya Sevi.


" Tanyakan saja pada Adik kesayanganmu ini, kenapa aku membentaknya." Sahut Nanda, sambil menunjuk kearah Sevi. Setelah itu ia meninggalkan kedua adiknya.


" De, kenapa abang membentak mu." Tanya Putra dengan suara yang begitu lembut serta usapan pada kepala Sevi. Putra itu tipe yang cuek, ia tidak bisa seperti Nanda yang selalu terang terangan menunjukkan kasih sayang, tetapi rasa sayang kepada Sevi sama besarnya dengan Nanda.


" Bukan abang yang salah, tapi aku kak." Jawab Sevi, kemudian ia pun mengikuti langkah Nanda.


". Yang di tanya apa, kamu malah jawab apa de." Gumam Putra sambil geleng geleng kepala. Ia pun ikut bergabung bersama yang lain di ruang makan.


Pagi ini, rumah mereka begitu ramai bahkan kursi yang ada di ruang makan, tidak cukup untuk menampung mereka. Karena semua anggota keluarga Firmasha, tengah berkumpul di untuk acara lamaran Sevi nanti.


Tepat Jam empat sore, semua tamu undangan! Yang di undang khusus untuk menyaksikan acara lamaran telah berdatangan dan memenuhi kursi masing masing, termasuk Arsen dan kedua orang tuanya. Begitu juga dengan orang tua Faiz, Risya, Dila dan Intan.


Taman belakang rumah mereka di sulap menjadi garden party, tidak terhitung berapa jumlah bunga segar yang di pakai untuk menghiasi taman itu.


Tangan tangan terampil dari WO pilihan Mommy nya tidak dapat di ragukan. Sementara di dalam kamar, Sevi menatap pantulan dirinya pada cermin. Ia yang biasanya tampil polos dan natural, kini terlihat begitu cantik dan segar.


Iya tersenyum getir kalah mengingat dia akan menikah dengan lelaki pilihan Mommy Nya. Membuat Setetes cair bening kembali lolos dari kedua manik indah itu dan Sevi segera menghapusnya ketika mendengar pintu kamarnya di ketuk . " Masuk." Ucap Sevi setelah menarik kedua sudut bibirnya keatas.


Devi berjalan menghampiri Sevi, sambil membawa kotak berudu berwarna hitam. Ia meletakkan kotak itu, dia atas meja rias tepat di samping Sevi.


" Lakukan seperti yang Mommy ajarkan." Ucap Devi sambil membuka kotak itu dan mengeluarkan isi didalam nya, yang tidak lain adalah gelang pemberian arsen. " Nanti MC akan mengarahkan kamu, kapan saatnya kamu akan melakukan itu." Sambung Devi lagi. Ia memasang gelang itu di pergelangan tangan Sevi, tempat yang sama saat arsen memasangnya lima belas tahun silam.


" Jangan kecewakan mommy." Sebuah kecupan Devi persembahan kan untuk putrinya sebelum ia meninggalkan ruangan itu.


.......


.......


.......


.......


...Bersambung....


...Happy reading.. 🖤🖤...


...Salam sayang buat kalian semua. 😘😘...


...Vivia129....