Sevi Is Mine (Hate But Love)

Sevi Is Mine (Hate But Love)
Namanya Sevi



Sesuai janjinya, pagi tadi kepada sang adik! begitu Mira pulang sekolah Nanda langsung menjemput. " Gimana sekolah nya hari ini! ada yang ganggu kamu nggak?" Tanya Nanda, keduanya kini telah berada di dalam mobil menuju rumah sakit.


" Nggak kok! mana ada yang berani ganggu aku." Jawab Mira.


" Terus kamu ngomong nggak sama Dila dan intan." Nanda melirik Mira sejenak, setelah itu ia kembali fokus menyetir.


" Ngomong, tapi nggak banyak." Memang benar Mira tidak banyak bicara dengan Dila dan intan, walaupun kedua sahabatnya itu terus mengajaknya bicara, tetapi Mira hanya menjawab dengan senyum sebagai tanda iya dan gelengan pertanda tidak. kalau pun ia berbicara, itu begitu singkat.


" Kamu punya masalah apa sama mereka berdua? soalnya kakak perhatikan kamu kaya jauhi mereka gitu." Nanda kembali bertanya, kali ini tanpa melihat sang adik.


" Nggak kok, kita nggak punya masalah." Sahut Mira.


" Terus kenapa kamu jauhi mereka?"


" Ya karena aku nggak enak sama mereka, coba malam itu aku nggak pergi , pasti aku nggak akan kecelakaan dan mommy juga nggak akan kecewa sama mereka dan orang tua Dila." Jawab Mira, sedikit berdusta. karena pada kenyataannya, dialah yang kecewa dengan intan dan Dila, seandainya kedua sahabatnya itu tidak dekat dengan Arsen, mungkin kejadian malam itu tidak akan pernah terjadi. itu yang Mira pikirkan, tetapi mau bagaimana lagi, nasi sudah menjadi bubur, menyesal pun tidak akan mengembalikan semuanya.


Yang bisa Mira lakukan adalah menerima takdirnya saat ini dan berharap, berharap tidak ada jejak yang di tinggalkan Arsen dalam dirinya.


" Kakak paham perasaan kamu! tetapi mau bagaimana pun mereka itu sahabat kamu, kalian bersahabat udah lama, kalau kamu tiba tiba jauhi mereka. mereka pasti bingung dan bertanya-tanya dengan sikap kamu. Sebaiknya kamu ngomong baik baik sama mereka, pasti mereka ngerti posisi kamu." tangannya terangkat mengusap kepala sang adik.


Sevi mengangguk, setelah itu keduanya diam tak ada yang bersuara di sisa sisa perjalanan mereka.


Tiga puluh menit berlalu, Akhirnya mereka sampai di rumah Sakit, Nanda membantu Sevi turun dari mobilnya Setelah itu keduanya langsung menuju ruangan dokter Brian.


...🖤🖤🖤🖤🖤...


Tok... tok... tok..


Disisi lain Arsen yang tengah sibuk dengan tumpukan berkas berkas yang ada di atas meja. Terusik dengan ketukan pintu ruangannya. " Masuk." Pintanya.


Ceklek. pintu ruangan kerja Arsen terbuka.


Anggara berjalan dengan penuh wibawa, kearah sang anak. " Ada apa pi? tumben papi keruangan aku, biasanya juga nggak peduli." Ucap Arsen.


" Ada yang mau papi tanyakan sama kamu." Jawab Anggara sambil duduk di kursi yang berhadapan langsung dengan Arsen dengan meja kerja sebagai pembatasnya.


" Wanita." Satu alis Arsen terangkat, " Apa kamu masih mempunyai perasaan, kepada gadis kecil yang kamu berikan gelang 15 tahun yang lalu."


" Sevi."


" Oh namanya Sevi, nama yang cantik." Puji Anggara ia begitu pandai berakting di depan Arsen. jelas ia tahu nama gadis itu bahkan Keluarganya saja ia tahu. tetapi Anggara bersikap seolah olah dia baru mendengar nama itu, sungguh luar biasa lelaki paruh baya yang satu ini. " Apa kamu masih berharap kepadanya." Tanya Anggara lagi.


" Tentu saja! dia selalu menganggu tidur Arsen, membuat Arsen tidak bisa menjalin hubungan dengan wanita lain, karena takut dia tersakiti. kalau memikirkan wajah mengemasnya, rasanya aku akan gila." Jawabnya." Begitu masalah Mira selesai Aku akan, langsung mencarinya dan akan menjadikan dia milikku seutuhnya, dengan menikahi dia misalnya." Lanjut Arsen lagi.


" Bagaimana jika dia tidak mau."


" Dia harus mau! karena aku akan melakukan Apa pun untuk mendapatkannya." Anggara mengangguk pertanda ia paham.


" Papi dengar waktu kamu kepuncak, Mira juga ada di sana dan paginya dia kecelakaan apa itu benar?" Tanya Anggara, ia kini mengalihkan pembicaraan mereka, walaupun orang yang dibahas masih sama.


Arsen menaikkan kedua bahunya, seolah ia tidak peduli. " Papi harap kamu tidak melakukan sesuatu yang buruk kepadanya. jika kamu sampai melakukan hal itu, papi pastikan kamu akan menyesal begitu tahu Mira itu siapa." Sambung Anggara, setelah itu ia berdiri, sedikit merapikan jasnya sebelum melangkah keluar ruangan Arsen. menyisakan pertanyaan di benak sang putra.


" Apa hubungannya Mira sama sevi?"


.


.


.


.


Bersambung.


Happy reading 🖤🖤


Jangan lupa like 👍


Dan vote seikhlasnya. 🙏😘