Sevi Is Mine (Hate But Love)

Sevi Is Mine (Hate But Love)
Bab 27



Drrrttt Drrrttt...


Arsen yang sedari tadi sibuk dengan berkas berkas yang ada di hadapannya, mengalihkan perhatiannya Kearah benda pipih yang bergerak karena getaran saat sebuah panggilan masuk pada benda itu. Ia tersenyum samar saat melihat nama si penelpon.


" Ada apa?" Tanya Arsen Setelah menerima panggilan itu.


" Wanita itu telah kembali Sekolah tuan." Ya dia orang suruhan Arsen yang di tugaskan untuk mengikuti Mira dari kejauhan.


" Apa kamu yakin." Tanya Arsen lagi, walaupun tidak bisa melihat wajah Arsen, Tetapi mendengar Ucapanya saja, terasa begitu mengintimidasi.


" Yakin tuan, saya melihat dia di antara kakaknya tuan." Jawab Orang itu sedikit gugup.


" Baiklah terus awasi dia." Tanpa menunggu jawaban dari seberang sana, Arsen pun mengakhiri panggilan itu.


Arsen memutar mutar kursi kebesarannya. ia, " Kamu membuatku seperti orang gila, yang terus menerus menunggu kamu Keluar dari tempat persembunyianmu itu dan saatnya untuk kamu di hukum atas sikap keras kepalamu itu." Arsen bermonolog di sertai seringainya.


Iya pun meneruskan pekerjaannya, berhubungan waktu masih terlalu pagi untuk pergi Kesekolah Mira.


...🖤🖤🖤🖤🖤...


Triiiiingg triingg.....


Bel tanda istirahat pun berbunyi, Mira berjalan menuju kantin, entah kenapa ia merasa begitu lapar padahal pagi tadi ia sudah sarapan, Tidak biasanya dia seperti ini.


Bahkan Teriak Dila dan intan pun tidak ia hiraukan, ia terus melangkah dengan tergesa-gesa kearah kantin sekolah.


Begitu tiba di kantin, Mira memesan bakso dengan es jeruk. Setelah memesan Mira duduk di salah di meja yang berada di sudut kantin. tak lama Dila dan intan ikut bergabung bersamanya.


" Kamu kenapa sih! Buru buru gitu." Tanya intan dengan nafas ngos-ngosan.


" Aku lapar." Jawab Mira dengan raut tidak bersalah karena sudah membuat kedua gadis itu mengejarnya.


" Tumben." Sahut Dila. mira hanya menaikkan kedua bahunya. " Mau pesan apa?" Tanya Dila.


" Aku udah pesan! tuh pesanku udah datang." Mira menunjuk pelayan kantin yang berjalan kearah mereka sambil membawa pesan Mira.


" Kamu sekarang aneh deh! biasanya kita yang bersemangat ke kantin. ko sekarang jadi kamu."Keluh Dila, Mira tidak peduli dengan keluhan Dila, sebab ia memilih menikmati makanannya.


Tak mau ambil pusing dengan tingkah aneh sahabatnya itu, Dila dan intan pun memesan makanan mereka.


Begitu pesanan mereka datang, keduanya langsung menyantap makanan itu dengan sesekali melihat kearah mira.


" Mira kamu pulang dengan siapa?" Tanya Intan, ketiganya kini tengah berjalan di koridor sekolah menuju gerbang. untuk pulang ke rumah masing-masing, karena jam perjalaran hari ini telah selesai.


" Sendiri aja sih! Kenapa?" Jawab Mira Sekaligus bertanya.


" Kita ke mall yuk! udah lama kita nggak jalan bareng Lo."


" Maaf ya, aku nggak bisa hari ini mommy balik."


" Yaah! kapan kita bisa kumpul kaya dulu lagi ya." Keluh Dila. wajahnya terlihat murung, saat Mira menolak tawaran mereka.


Mira hanya mengedikkan bahunya, seraya terus melangkah melewati gerbang sekolah.


" Hai." Suara sapaan yang begitu familiar menyambut mereka bertiga dan disaat yang bersamaan, perut Mira bergejolak dengan hebatnya. seolah semua isi perutnya akan keluar saat itu juga.


Mira menutup mulutnya dan berlari mencari toilet yang terdekat. Intan dan Dila pun mengikutinya.


" Kamu kenapa sih? perasaan tadi baik baik aja." Tanya Intan Sambil memijit tengkuk Mira yang sedang mengeluarkan isi perutnya. tanpa rasa jijik sedikitpun. tangan itu terus memijit tengkuk Mira guna meredam rasa mualnya.


" Nggak tahu, tiba tiba aku mual banget." Sahut Mira dengan lemahnya. Kedua sudut matanya pun basa karena mual yang ia rasa saat ini.


" Kamu salah makan itu." timpa Dila, ia menyodorkan air mineral kemasan botol kepada Mira.


" Nggak tahu."


.


.


.


.


Bersambung.


Happy reading...🖤


Jangan lupa like..👍👍


Dan vote seikhlasnya..🙏😘