Sevi Is Mine (Hate But Love)

Sevi Is Mine (Hate But Love)
Dia bukan anakku.



Melihat pemandangan itu, membuat Nanda mengusap wajahnya dengar kasar. Sementara putra hanya terdiam memejamkan kedua matanya. Mereka bukan tidak tahu cara menenangkan mommy mereka. tapi mereka takut tindakan mereka akan membuat Devi semakin menyudutkan Sevi.


" Maaf mommy!"


" Maaf untuk apa? Haah." Teriak Devi lagi. Wanita itu seakan telah kehilangan akal sehatnya.


" Cukup." Aksel menarik tangan Devi dan membawa tubuh Sevi dalam pelukannya. " Kamu benar-benar keterlaluan." Lanjutnya, tapi Devi tidak peduli kata-kata Aksel ia mengambil ganggang telpon rumah yang ada di meja dekat sudut sofa dan mulai menelpon keluarga Arsen.


" Apa ini dengan kediaman aldrich? Sampai kepada tuan Aldrich dan Nyonya Aldrich. Aku Nyonya Firmansha menunggu kedatangan mereka di kediamanku sekarang juga. tolong bawah sekaligus dengan putra mereka." Tanpa menunggu jawaban orang yang menjawab panggilan itu. Devi langsung mengakhiri panggilan itu secara sepihak.


" Apa yang sedang kamu lakukan?" Tanya Aksel tanpa melepaskan pelukannya dari Sevi.


Devi tidak menjawab pertanyaan Aksel, ia masih sibuk menghubungi satu persatu anggota keluarganya. Pertama Raza " Reza datang ke rumah kakak sekarang. Dan bawah juga seorang penghulu." Jangan tanya tanggapan Reza. Sudah pasti ia akan protes, sekaligus terkejut dengan ulah kakak iparnya itu. Tapi Devi tidak menghiraukan protes dari adik iparnya, ia langsung mengakhiri panggilan itu! Begitu selesai mengatakan maksudnya.


Gagang telpon itu masih menempel di telinga Devi. Ia masih mencoba mengubungi adik-adiknya yang lain. Begitu juga dengan Anwar dan Gilang. Setelah menghubungi mereka semua Devi berkata kepada Nanda. " Panggil mommy di kamar jika mereka semua sudah datang." Setelah itu Devi meninggalkan ruang keluarga menuju kamarnya tanpa menatap kepada Sevi, Setelah mendapat anggukan dari Nanda.


Ruang itu kembali Hening, hanya isak kan Sevi yang terdengar, ia tidak tahu apa yang di rencanakan mommy dan tidak ingin mengetahui hal itu. Tapi sikap dingin Devi dan kemarahannya membuat Sevi tidak dapat menyembunyikan kesedihannya.


" Sayang semua akan baik-baik saja! Percaya sama ayah. Mommy sangat menyayangi kamu! Hanya saja mommy belum bisa memaafkan Arsen dan tidak bisa menerima kalau kamu mencintainya." Ucap Aksel sembari mengusap punggung Sevi.


" A-ayah tahu." Sevi mendongak keatas, menatap wajah sang Ayah.


" Tentu saja! Ayah sangat mengenal anak-anak ayah dan mommy kalian. Walaupun mommy keras kepala dan tidak bisa di tentang. Tapi dia begitu menyayangi kalian dan di balik sikapnya dia tahu apa yang kalian butuhkan. Jangan pernah marah atau benci kepada mommy. Suatu hari nanti kalian akan mengerti sebaik dan seluas apa hatinya."


" Iya yah." Sahut Sevi dan ruangan itu kembali Hening.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Dua jam kemudian Semua orang yang di telpon Devi telah berkumpul di ruang keluarganya kecuali Reza dan keluarga kecilnya yang belum terlihat di ruangan itu.


Sementara Arsen dan kedua orang tuanya datang setelah Gilang dan Anwar. Di ikuti oleh Aryan dan Akilah .


" Sayang kamu disini? Kapan kamu datang?" Tanya Rara saat melihat Sevi. Pertanyaannya Rara telah mewakili rasa penasaran mereka yang datang malam ini.


" baru beberapa bulan."


" Kenapa nggak main ketempat mama! Randy mana?" Tanya Rara lagi. Seketika itu semua orang yang baru saja datang, celingukan mencari keberadaan Randy di ruang itu dan menyadari keberadaan Arsen dan keluarganya.


" Kenapa kel_"


" Randy dan Sevi telah bercerai?" Devi langsung memotong ucapan Aryan, sebelum dia menyelesaikan kata-katanya. " Jika kalian ingin tahu kenapa dia dan keluarganya ada disini. Nanti juga kalian akan tahu setelah Reza datang." Lanjutnya lagi, sembari melangkah mendekati mereka.


Hal itu membuat Meisya, mamanya Arsen tidak dapat menahan rasa penasarannya lebih lama lagi. " Maaf jeng Devi, saya rasa sebagai orang yang di undang datang ke sini, wajib tahu alasan di balik undangan dadakan ini." Meisya sebenarnya tidak ingin datang, tapi desakan dari putra serta suaminya membuat ia tidak dapat menolak hal itu. Belum lagi sikap Devi yang ia nilai terlalu arogan, Dengan meminta mereka datang di tengah malam seperti ini tanpa alasan yang jelas.


" Say_"


" Kalian tidak perlu menatap aku seperti itu! Aku memang meminta Reza mencarikan penghulu dan meminta keluarga Dia untuk datang kesini. Lagian tanpa aku jelaskan juga, kalian pasti sudah tahu niat aku apa." Ucap Devi sambil menatap tajam ke arah Arsen.


" Kak, jangan main-main! Pernikahan itu bukan becandaan. Enam bulan yang lalu Sevi menikah dengan putra, dan tanpa ada hujan angin, kakak bilang mereka bercerai kemudian ingin menikahkan Sevi dengan Arsen. Ini gila menurut aku." Sahut Kila. Sementara yang lainnya masih membisu dan berusaha mencerna situasi yang ada.


" Benar ini memang gila! Aku bahkan di buat gila karena harus berurusan dengan dia." Tunjuk nya kepada Arsen. " Aku begitu membencinya, tapi aku harus memikirkan kehormatan serta kebahagiaan putri ku, Dan karena kamu sudah membantu putra mengurus perceraian Sevi. Sebagai imbalannya silahkan kamu nikahi dia detik ini juga di depan semua anggota keluarganya, apa kamu akan menolak." Lanjutnya lagi. Sambil melipat kedua tangannya di dada dengan pandangan yang tidak berpindah dari Arsen.


" Jeng Devi, apa-apaan ini. Jeng tidak berhak menentukan kehidupan an_"


" Saya akan menikahinya Tante!" Sahut Arsen sebelum sang mama memperburuk keadaan, ia tahu kesempatan ini tidak akan datang dua kali dan ini juga kesempatan baginya untuk membuktikan ketulusannya.


" Bagus, tunggu apalagi! Silahkan pak? Nikahkan mereka." Ujar Devi. Ia bahkan tidak menghiraukan tatapan protes dari saudara-saudara dan suaminya.


" Mommy, ak_"


" Ssssttthh mommy tidak ingin dengar pembelaan apapun dari kamu." Tegas Devi sembari meletakkan telunjuknya di bibir, meminta Sevi untuk Diam.


" Dev, bagaimana ini bisa terjadi! Sevi dan Randy baru bercerai dua Minggu . Ia harus melewati masa Iddah nya terlebih dulu." protes Anwar , tentu saja dia tahu perceraian Sevi dan Randy dari Rayhan.


" Aku tahu. Tapi masa Iddah hanya untuk istri yang di sentuh suaminya. Dan selama enam bulan Randy tidak pernah menyentuh dia, itu tandanya dia suci dan bisa menikah dengan bajingan ini." Devi sudah tidak dapat menyembunyikan perasaan benci kepada Arsen.


Dan tanpa bisa di cegah. Pernikahan itupun terjadi. Arsen tidak memiliki apapun hanya lima lembar uang seratus ribu yang ada di dompetnya dan itu ia jadikan mahar untuk Sevi.


" Karena kamu sudah menikahinya. Mulai detik ini, kamu bukan anakku lagi, silahkan keluar dari rumahku sekarang juga." Ucap Devi begitu penghulu mengatakan Sah untuk Arsen dan Sevi.


Devi bahkan tidak ingin menunggu lebih lama lagi untuk mengusir Arsen dan keluarganya. "Berdoa saja Semoga Dia bisa memberikan kebahagiaan yang lebih dari, yang pernah aku berikan kepada mu! Silahkan pergi."


Seketika itu tangisan Sevi langsung pecah, ia menghampiri Devi untuk meminta ampun dari wanita yang telah melahirkannya itu, tapi Devi tidak menghiraukannya dan memilih meninggalkan ruangan itu.


Tanpa ada yang tahu seberapa sakit hati Devi, ketika ia bersikap seperti itu kepada Sevi. Ia sangat mencintai Sevi, tapi untuk menerima Arsen! Sampai kapan pun dia tidak akan bisa, rasa kecewa dan bencinya kepada Arsen terlalu besar.


Apalagi lagi saat ia tahu, Rendy tidak menyentuh Sevi, membuat Devi semakin marah kepada Arsen! Seandainya Arsen tidak memperlakukan Sevi seperti itu. Randy ataupun pria manapun tidak akan menatap jijik kepadanya. Tapi semua sudah berlalu, yang sekarang coba Devi lakukan adalah memberikan apa yang di inginkan putrinya walaupun ia harus kehilangan Sevi.


.......


.......


.......


.......


...Bersambung....


...Happy reading..🖤🖤...