Sevi Is Mine (Hate But Love)

Sevi Is Mine (Hate But Love)
Aku mencintaimu.



" Jangan terlalu di pikirkan, nanti papi yang akan menemui Ayah kamu untuk membicarakan hal ini." Ucap Anggara kepada Sevi. Sebagai seorang ayah sudah sepatutnya ia membantu kesulitan anak-anaknya.


" Benaran Pi?" Tanya Arsen di angguki Anggara." Terima kasih ya Pi." Arsen langsung memeluk tubuh papinya saking senangnya akan di bantu papinya.


" Papi terima kasih." Sevi pun tidak ketinggalan mengucapkan terima kasih kepada papi mertuanya.


Anggara mengusap kepala Sevi dengan begitu lembutnya sembari berkata. " Sama-sama nak! Ini sudah tugas papi untuk membantu kalian berdua." Sevi tersenyum kepada sang mertua kemudian mengangguk kepalanya.


Jangan di tanya seberapa bahagianya mereka berdua ketika mendapatkan restu dan dukungan dari Anggara, Dan mereka juga berharap bisa mendapatkan hal yang sama dari anggota keluarga yang lainnya. Terutama, ayah Aksel, mami Meisya dan mom Davi tentunya.


" Ya sudah, papi berangkat kerja dulu! Nanti papi kabari kalian berdua setelah bertemu ayah kamu." Ucap Anggara kemudian melepas pelukan Arsen.


" Terima kasih ya Pi." Sevi kembali mengucapkan terima kasih. Karena ia tidak tahu harus berkata apa kepada Ayah mertuanya.


Anggara mengiyakan dengan menganggukkan kepalanya. Sebelum meninggalkan anak dan menantunya. Setelah papi Anggara berangkat kerja, Arsen pun mengambil tas kerjanya untuk berangkat kerja juga. " Ayo Honey kita berangkat sekarang, aku punya meeting pagi ini." Ucap Arsen dengan perasaan senang sambil menarik pergelangan tangan Sevi, tetapi wanita itu justru menarik tangannya membuat langkah Arsen terhenti dan berbalik menatap kepada Sevi. " Ada apa honey."


" Hari ini aku nggak temani om ya! Aku mau jalan-jalan, boleh?" Tanya Sevi penuh harap.


" Kamu mau kemana? Sama siapa? Kalau kamu mau aku bisa menunda meeting aku hari ini dan menemani kamu kemanapun kamu mau." Tanya Arsen sekaligus menawarkan diri untuk menemani Sevi.


" Tidak-tidak, om tidak perlu menemani aku! Om harus bekerja! Aku hanya ingin jalan-jalan sendiri nanti aku akan mengabari om, dimana pun aku berada hari ini. Oke."


Arsen mengerutkan keningnya, sembari bertanya." Kamu yakin?" Sevi dengan cepat mengangguk kepalanya. " Baiklah, hati-hati! Jangan lupa selalu kabari aku dan jangan lupa makan juga. Aku mencintaimu." Ucap Arsen kemudian mengecup kening Sevi.


Dengan bingung Sevi mencium punggung dan telapak tangan Arsen. Bahkan saat Arsen tidak berada lagi di hadapannya, Sevi masih terpaku di tempatnya karena pengakuan mendadak dari Arsen.


Bukan karena Sevi tidak tahu perasaan Arsen kepadanya, hanya saja ia bingung harus bereaksi seperti apa.


\=\=\=\=\=\=\=\=


Sesuai janjinya kepada anak dan menantunya, Anggara menemui Aksel di kantor. Keduanya berbicara cukup lama dan pada akhirnya setuju untuk mendesak istri-istri mereka untuk menyiapkan pesta pernikahan anak-anak mereka walaupun mereka tidak suka.


Sementara di tempat lain. Meisya dan Devi, menemui tim desainer yang cukup terkenal yang sengaja mereka bayar, untuk mengerjakan gaun pernikahan Sevi. Bahkan para tim desainer itu membutuhkan waktu enam bulan untuk membuat sebuah gaun pernikahan khusus untuk Sevi. Dan saat ini gaun itu masih dalam tahap pembuatan.


" Aku harap kalian tidak melewatkan satu detail pun yang aku inginkan. Pastikan warna gaun itu berwarna putih tulang, panjang ekor satin nya harus di beri pola lembut berbentuk bunga lavender dan pastikan di sekitar tulang selangka nya di berikan berlian." Ucap Devi entah sudah ke berapa kali untuk dua orang tim desainer yang menemui dia dan Meisya.


Gaun pernikahan yang di inginkan Devi untuk putrinya, harus indah dan menarik perhatian setiap wanita yang melihat gaun pernikahan Sevi, itu yang di inginkan Devi. " Putriku harus mendapatkan yang terbaik termasuk sebuah gaun pernikahan! Apa mbak keberatan dengan hal itu." Ucap Devi lagi.


Keduanya pun, kembali berbicara dengan tim desainer. Setelah selesai dan tidak ada lagi yang perlu mereka bahas, keduanya memutuskan untuk berpisah.


Disisi lain. Sevi berkeliling di mall seorang diri jika lelah ia akan masuk ke restoran yang ada di mall itu, memesan minuman dan makanan penutup untuk menemaninya istirahat sejenak, setelah merasa lebih baik ia kembali menjelajahi satu persatu toko yang ada di mall itu, mulai dari toko pakaian sampai aksesories dan jika ia tertarik ia akan membeli jika tidak ia akan melihat saja.


Bosan masuk keluar toko yang ada di mall, Sevi memutuskan untuk pergi ke bioskop. Tepat jam enam sore ia sudah menonton dua film dan ia belum ingin pulang sehingga ia memutuskan untuk masuk di sebuah restoran. Memesan makanan yang ada di sana.


Sambil menunggu pesanannya datang, Sevi mengirim pesan kepada Arsen." Hai, om lagi apa? Sudah pulang belum? Aku sedang menunggu pesanan aku! Om sudah makan." Tanya Sevi dalam pesan singkatnya sembari melampirkan fotonya dengan pemandangan beberapa pengunjung restoran di belakangnya.


" belum tapi aku akan menemani klien makan malam bersama, mungkin aku akan sedikit terlambat pulangnya! Kalau kamu sudah selesai segera pulang dan langsung istirahat tidak perlu menunggu aku." Balasan yang di kirim Arsen.


" Iya om, aku makan dulu! Pelayan sudah mengantarkan pesanan aku." Sevi kembali membalas pesan Arsen masih dengan melampirkan foto. Kali ini hidangan makan yang ada di hadapannya yang di foto Sevi.


Tak sampai satu menit Arsen kembali membalas pesannya. " Selamat makan. Aku mencintaimu." Kedua sudut bibir Sevi tertarik keatas membentuk sebuah senyuman saat membaca pesan dari Arsen tapi ia tidak membalas.


Sevi menyantap makanan yang ada di hadapannya sambil memikirkan kata-kata cinta yang terus di ucapkan Arsen. Dalam satu hari ini, karena setiap kali dia mengabari Arsen, lelaki itu pasti akan menutup balasannya dengan pengakuan cintanya.


Selesai makan, Sevi bergegas untuk pulang tapi saat ia keluar dari restoran itu ia berpapasan dengan Dila dan intan. Ketiganya sudah cukup lama tidak bertemu, tepatnya setelah Sevi di keluarkan dari sekolah. Intan dan Dila terus berusaha untuk bertemu Sevi tapi selalu di tolak, keduanya bahkan menghadiri pernikahan Sevi dan Randy tapi sikap Sevi begitu dingin belum lagi, mommy dan kedua kakaknya membatasi mereka untuk bertemu Sevi.


" Mira, kita kangen banget sama kamu." Intan langsung memeluk Sevi, ia tidak peduli jika Sevi akan menolaknya. Dila pun ikut Memeluk Sevi tapi tanpa sepatah katapun, hanya air mata yang mulai membendung di kedua kelopak matanya yang dapat mengatakan seberapa rindunya dia kepada sahabatnya itu. " Aku dan Dila tidak pernah berpisah, kami selalu berharap kamu bisa berkumpul lagi bersama kita." Ucap intan mulai terisak.


" Maaf, aku dan intan sungguh tidak tahu apa yang di lakukan om Arsen kepada kamu malam itu dan maaf sebagai sahabat kita berdua sudah gagal menjaga kamu." Ucap intan dengan sungguh-sungguh.


Keduanya bahkan tidak malu menangis dan menjadi tontonan pengunjung mall yang melewati mereka. Sementara Sevi hanya Diam ia bahkan tidak membalas pelukan intan dan Dila. Bukan karena dia masih marah atas kejadian malam itu, tapi ia merasa bersalah kepada mereka berdua, karena sudah menjauhi mereka yang jelas-jelas tidak bersalah dan bisa memaafkan Arsen yang jelas bersalah dalam hal ini. Dan lebih gilanya lagi ia justru mencintai lelaki itu yang kini telah menjadi suaminya.


.......


.......


.......


.......


...Bersambung....


...Happy reading..🖤🖤...