Sevi Is Mine (Hate But Love)

Sevi Is Mine (Hate But Love)
Pasangan yang cocok.



Waktu berlalu begitu cepat, Sevi pun telah masuk kuliah, Dan Setiap harinya dia akan di antara oleh Arsen. Karena sesibuk apapun Arsen! Dia akan selalu mempunyai waktu untuk Sevi, entah menemani wanita itu saat dia minta atau mengantar dia ke kampus walaupun dia memiliki waktu meeting sekali pun. Jika dia memiliki pekerjaan yang mendesak atau melakukan perjalanan bisnis maka Yudha-lah yang di tugaskan untuk mengantarnya, seperti pagi ini.


" Suami kamu makin kesini kok makin nyebelin ya." Ucap Yudha sambil melirik Sevi melalui kaca spion, saat mobil yang ia kendarai terjebak macet.


" Nyebelin gimana?" Tanya balik Sevi.


" Ya nyebelin aja! Di rumah mertua kamu itukan banyak supir terpercaya! Tapi kenapa harus aku yang selalu banting stir jadi supir dadakan kamu."


" Oh jadi kak Yudha nggak suka!" Sahut Sevi.


" Bukan nggak suka De! Tapi pekerjaan kakak tuh banyak setengah jam saja kakak tinggalin udah bertumpuk itu dokumen-dokumen di atas meja kerja kakak. Please lah ngomong sama suami kamu pakai supir pribadi aja kalau dia sibuk." Jelas Yudha langsung di angguki oleh Sevi. " Benar nih kamu mau ngomongin hal ini ke Arsen." Yudha memutar tubuhnya menatap Sevi, mencari keseriusan di sana.


Sementara wanita yang terlihat serius mengotak-atik ponselnya itu hanya berdehem sebagai jawaban. Ia kemudian menempelkan benda pipi itu ke telinganya. " Assalamualaikum, Om! Sevi ganggu nggak." Ada sedikit jeda waktu saat Arsen berbicara dari seberang sana.


" Gini om, kak Yudha sepertinya keberatan jadi sopir dadakan Sevi. Katanya juga Sevi ya buat dia jadi banyak kerjaan di kantor."


" Eh, bukan seperti maksud aku!" Bentak Yudha, saking paniknya ia langsung meninggikan suara! Dan Arsen dapat mendengarnya.


Sevi bukan gadis manja! Tapi untuk menyulitkan Yudha ia sengaja merengek kepada Arsen. " Om dengar sendrikan dia berani membentak aku, pokoknya aku nggak mau di antara kak Yudha lagi." Tanpa menunggu jawaban Arsen Sevi langsung mengakhiri panggilan itu secara sepihak.


Dan belum cukup semenit ponsel Yudha berdering. Sambil mengusap pelipis dan menahan nafasnya, Yudha menerima panggilan dari Arsen, ia sudah siap mendapatkan kata-kata mutiara dari sahabat sekaligus bosnya itu.


Tanpa Yudha duga, di belakangnya, Sevi keluar dari mobil memanfaatkan situasi macet saat itu. Ia menutup pintu mobil dengan keras berjalan kearah depan tepat di samping pintu kemudi, mengetuk kacanya. Sebelum melambaikan jari-jari tangannya kepada Yudha dan berkata." Bye-bye." Setelah itu dia naik motor sport yang berhenti tepat di samping mobil Yudha. Walaupun jalan begitu padat tapi selalu ada celah untuk di lewati motor. Sehingga Yudha tidak dapat mengejar Sevi. Ia hanya bisa mengutuk dirinya sendiri karena sudah percaya Sevi dapat membantunya. Siapa sangka wanita itu jauh lebih kejam dari suaminya.


Yudha merasa ini adalah hari terburuk baginya, dimana ia di kerjain oleh Sevi. Mendengar ocehan Arsen, terjebak macet berjam-jam dan berakhir dengan tumpukan pekerjaan tiga kali lipat dari hari-hari sebelumnya, membuat dia harus lembur sampai jam 1 malam seorang diri. " Aku tidak akan mau lagi berurusan dengan kalian berdua. Kalian berdua memang cocok satu sama lain. Sama-sama menyusahkan dan suka bersenang-senang di penderita orang lain. Semoga kalian selalu bahagia." Entah sudah berapa kali kata-kata itu keluar dari bibir Yudha seharian ini. Ia seakan tidak ada bosannya mengutuk sekaligus mendoakan pasang suami istri itu.


...\=\=\=\=\=\=\=\=...


Dua hari telah berlalu semenjak Sevi meninggalkan Yudha di jalan dan selama dua hari ini, ia di antar jemput oleh Dila dan intan, sebab Arsen masih melakukan perjalanan bisnis dan akan kembali malam ini.


Di kantin kampus, Sevi duduk bersama Dila dan intan! Ada juga dua orang teman cowok mereka. Mereka baru saja selesai mata kuliah yang pertama. Untuk mata kuliah yang kedua, sejam nanti dosen mata kuliah itu tidak masuk karena ikut seminar. Sehingga mereka hanya di minta mempelajari menteri yang telah beliau titipkan kepada salah satu mahasiswa kepercayaan untuk di bagikan kepada teman-temannya dan akan membahas materi itu di pertemuan mendatang.


" Eh hari ini sibuk nggak?" Tanya salah satu teman cowok mereka.


" Nggak kok!" Jawab mereka kompak, lelaki yang bertanya itu bernama Rizal. Kesukaannya terhadap balap liar membuat ia bisa bergabung dengan ke-tiga wanita itu dan satu cowok lagi bernama Arya. Iya juga punya hobi yang sama dengan Sevi dan kedua temannya.


" Aku ikut kalau Sevi juga ikut!" Sahut Dila.


" Aku juga akan ikut kalau ada Sevi." Intan pun tidak ketinggalan.


"Kamu Arya?" Tanya Rizal.


" Ikut dong! Sudah saatnya ganti mobil! Sekarang tinggal keputusan, istri bos kita ini. Gimana ikut nggak." Jawab Arya sekaligus bertanya kepada Sevi.


Sevi mengangguk kemudian berkata. " Aku ikut bosan juga, di rumah terus."


" Gitu dong, sebagai istri bos, harus pandai-pandai menghabiskan duit suami. Kalau kamu sebagai istri tidak pandai menghabiskannya! Bagikan saja kepada wanita lain di luar sana, untuk menghabiskannya." Sahut Rizal kemudian tertawa. Mereka pun membayar pesanan makan dan minum mereka sebelum meninggalkan kantin itu menuju showroom yang di tunjuk Rizal.


Di tempat lain! Arsen menyelesaikan pekerjaan dengan cepat sehingga ia bisa pulang lebih cepat juga. Harusnya malam baru ia kembali, tapi siang itu Arsen sudah terlihat menunggu Sevi di depan kampusnya. Ia langsung ke kampus untuk menemui sang istri tercinta, begitu kembali dari perjalanan bisnisnya. Tapi sudah sejam Arsen menunggu Sevi. tapi tidak ada tanda-tanda keberadaan wanita itu. Arsen pun memutuskan untuk bertanya kepada beberapa mahasiswa di sana! Hingga ia mengetahui Sevi telah pulang bersama teman-temannya dari orang yang mengaku mengenal Sevi.


Arsen pun memutuskan untuk pulang sekaligus beristirahat tapi sayang, setibanya di rumah ia tidak menemukan Sevi, di hubungi pun ponselnya tidak aktif. Hal itu membuat Arsen khawatir, keinginannya untuk beristirahat pun harus ia tahan.


Arsen mencoba menghubungi Dila, ia kembali menyimpan nomor kedua sahabat istrinya, begitu Sevi memutuskan untuk kembali bersahabat dengan mereka. Pada dering ketiga barulah Dila menjawab panggilan itu.


" Sevi sedang bersama kalian?" Tanya Arsen tanpa basa-basi terlebih dulu. " Alamatnya dimana." Tanya Arsen lagi. " Oke, jangan memberitahunya kalau aku menelpon kamu " Arsen pun mengakhiri panggilan itu secara sepihak, kemudian mengambil kunci mobilnya dan segera menuju showroom di mana sang istri berada.


.......


.......


.......


.......


...Bersambung....


...Happy reading..🖤🖤...