Sevi Is Mine (Hate But Love)

Sevi Is Mine (Hate But Love)
Bab 35



Hari ini seharusnya Sevi mengikuti ujian  bersama teman temannya di sekolah, tetapi apa mau dikata, ia telah di keluarkan dari sekolah sebulan yang lalu, karena kebodohannya yang tidak pernah mau berkata jujur kepada keluarganya.


Sudah satu bulan Sevi kembali kerumah dan dalam satu bulan ini, suasana di dalam rumah terasa berbeda sangat sangat jauh berbeda walaupun mereka masih sering berkumpul untuk makan dan sholat bersama, namun itu tidak cukup untuk mengobati kerinduan Sevi akan  kehangatan dari Keluarganya.


" Bi, mommy udah pulang." Tanya Sevi, saat seorang pelayan mengantar pakaiannya yang Sudah di cuci serta disetrika.


" Nyonya nggak kekantor hari ini non." Jawab pelayan itu membuat bibir Sevi bergetar. Inilah perubahan yang Sevi rasakan, ia seakan terasingkan di rumahnya sendiri.


Tanpa membalas ucapan sang pelayan, Sevi berdiri dari duduknya. Ia keluar kamar untuk mencari keberadaan mommynya. Dari lantai atas Sevi dapat melihat Devi yang tengah duduk dengan majalah di tangannya.


" Mom." Panggil Sevi begitu ia berada beberapa langkah dari Devi.


" Maafin Sevi mom, Sevi nyesal nggak jujur sama mommy. Maaf mom." Ucap Sevi sambil berlutut di hadapan Devi.


" Mommy sudah memaafkan kamu jauh sebelum kamu minta maaf, lagian Sevi merasa nggak punya salahkan sama mommy, kenapa harus minta maaf."  Devi  tetap fokus membulak balik majalah yang sejak tadi ia baca.


" Nggak mom, Ade salah_"


" Salah kamu dimana? Mommy nggak tahu tuh." Potong Devi. Sikapnya masih sama acuh tak acuh Kepada Sevi.


" Ade salah karena tidak jujur kepada mommy, ayah, Abang nanda dan kakak putra. Ade salah karena tidak percaya dengan keluarga Sevi, Ade salah karena tidak bisa menjaga diri sendiri." Akunya di hadapan Devi dengan air mata yang kini sudah mulai beranak-pinak. " Lebih baik mommy hukum Sevi dari dapa mommy mengacuhkan Sevi seperti ini." Sevi kembali menjeda Ucapanya. " Sevi siap terima konsekuensi apapun yang akan mommy  berikan buat sevi tetapi Sevi mohon jangan acuhkan Sevi lagi."


" Maaf." Ucap Devi seraya meletakkan majala di atas meja dan memeluk tubuh putrinya, ia begitu merindukan putri kecilnya itu, walaupun setiap hari ia selalu melihatnya. " Ini yang mommy tunggu dari kamu, sayang mommy ingin kamu menyadari kesalahan kamu dan berjanjilah, kamu tidak akan mengulanginya lagi. Tidak ada yang lebih mengerti kamu melebihi Keluarga mu sendiri dan apapun masalahnya, kamu harus cerita kepada mommy dan yang lain, kecewa kita pasti kecewa tetapi kita jauh lebih kecewa jika kamu menyimpan masalamu sendiri." Jelas Devi panjang kali lebar.


" Sevi malu sama Mommy."


" Nggak papa sayang, itu wajar! Aneh jika kamu tidak merasakan hal itu."


" Sevi janji, mulai saat ini Sevi akan mendengarkan kata kata mommy, apapu itu mom." Ucap Sevi sambil mengusap pipinya yang basah.


" Kamu yakin?" Tanya Devi.


" Iya mom." Jawabannya di ikuti anggukan kepala.


" Baiklah, jika kamu sudah yakin. Mommy punya dua permintaan untuk Sevi."


" Apa mom."


" Kamu harus mau, mommy nikahkan dengan anak teman mommy dan yang kedua kamu harus  membalas perbuatan lelaki itu."  Jelas Devi. Membuat Sevi kembali mengangguk kepalanya. Ia sudah berjanji untuk akan menuruti permintaan mommy, anggaplah ini sebagai ucapan maaf karena telah mengecewakan wanita yang ada di hadapannya ini.


" Sevi tidak tahu bagaimana caranya, membalas mereka mom." Akunya dengan jujur.


" Soal itu kamu tidak perlu khawatir, itu akan menjadi urusan mommy, yang perlu kamu lakukan ikut perintah mommy nanti ada Nissa yang akan membantu kamu."


" Baiklah mom." Suasana haru biru yang baru terjadi beberapa saat lalu kini sudah kembali menghangat, Sevi lebih memilih berbaring beralaskan paha Devi sebagai bantalnya, ketimbang bertanya tentang lelaki yang akan di jodohkan dengan dirinya.


Sementara sang mommy memilih melanjutkan membaca majalah Sambil mengusap kepala putrinya. " Ceritakan kepada mommy bagaimana dia menyakitimu." Pinta Devi dan Sevi pun mulai menceritakan kejadian demi kejadian yang dia alami dari Arsen tanpa terkecuali.


......🖤🖤🖤🖤🖤......


Setelah hari itu, suasana di kediaman Devi dan Aksel kembali seperti sedia kala, mereka seakan lupa jika pernah mengalami masalah.


Saat tengah asyik bercengkrama di ruangan keluarga, suara bel menghentikan kesenangan mereka untuk sesaat.


" Siapa bi." Tanya Devi. Saat melihat pelayan yang berjalan untuk membuka pintu, kini kembali masuk ke dalam rumah.


" Suruh masuk bi."


" Baik Nya." Pelayan pun pamit pergi dari hadapan Devi dan sevi, tak berselang lama ia kembali masuk, di ikuti leleki paruh baya yang tidak lain adalah wali kelas sepi.


" Mom." Kerutan tercetak jelas di dahinya. Binggung tentu saja, bukan kah dia sudah di keluarkan, lalu ini maksudnya apa, tidak mungkinkan mantan wali kelasnya datang untuk mengajak dia bermain congklak kan, apalagi dia membawa map berwarna coklat.


" Apa yang kamu pikirkan, Segera kekamar ganti baju kamu dengan seragam." Pinta Devi.


" Untuk apa mom, bukannya Sevi udah di keluarkan?"


" Katanya nggak mau bantah mommy lagi, terus barusan apa." Seru Devi, membuat bibi Sevi, Seketika tertutup rapat.


Tanpa banyak bicara seperti sebelumnya. Sevi menapaki anak tangga menuju kamarnya.


Tak sempai lima belas menit ia kembali turun. Sesuai permintaan mommynya, Sevi mengunakan baju seragam sekolah dan duduk berhadapan langsung dengan mantan wali kelasnya. Sementara Devi masuk keruang kerja untuk mengerjakan beberapa laporan yang di butuhkan anak dan suaminya.


" Kita mulai ya." Ucap sang guru mengeluarkan lembaran ujian yang tersimpan dengan rapi dalam map coklat yang ia bawa.


Sevi menerima lembar soal serta lembaran jawab, setelah itu ia mengisi lembaran jawaban itu.


Tepat dua jam. dua mata pelajaran telah Sevi selesaikan, ia menyerahkan lembaran jawaban itu kembali kepada gurunya.


" Baiklah, kalau begitu bapak pamit pulang dulu, besok bapak akan kesini lagi." Ucap sang guru, Setelah merapikan lembaran soal itu ketempat semula.


" Terima kasih ya pak." Ucap Sevi begitu tulus.


" Sama sama. Jangan lupa semangat belajarnya." Nasehatnya sebelum meninggalkan ruang keluarga dimana Sevi duduk.


" Pasti pak." Ucap Devi sedikit berteriak kegirangan. " Mommy." Sevi berlari kearah Devi dan melempar tubuhnya masuk ke dalam pelukan Devi.


" Terima kasih, Ade sayang banget sama mommy. Mommy adalah mommy terbaik di dunia ini." Ucap Sevi lagi.


" Sama sama sayang. Apapun akan mommy lakukan untuk masa depan kalian bertiga, sehebat apapun keluarga mereka. Mommy tidak akan membiarkan mereka menghancurkan masa depan kalian terkecuali tuhan yang menghendaki semuanya."


Setiap ibu akan melakukan yang terbaik untuk putra putrinya termasuk Devi.


Walaupun hatinya begitu hancur menerima kenyataan bahwa putri sudah tak suci lagi, namun ia mencoba untuk berdamai dengan keadaan dengan cara menikmati proses dari rasa Sakiit itu sendiri. Bukan berarti ia menerima perlakuan lelaki itu dan melupakan perbuatannya sebab Devi adalah manusia biasa yang punya perasaan dendam dan nafsu, bukan malaikat tanpa salah dan dosa.


..........


.......


.......


.......


.......


...BERSAMBUNG....


...HAPPY READING..🖤🖤...


...JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN. 👍🙏...