
Banyak hal terjadi di masa kehamilan Sevi yang kedua ini, mulai dari meminta sesuatu yang wajar sampai yang terasa aneh untuk Arsen. Tetapi ia dapat melewati Semua ini walaupun banyak drama yang di ciptakan Sevi sebelum mengatakan keinginannya.
Jika ia rindu kepada Arsen,ia tidak langsung mengatakan kepada Arsen, melainkan mencari masalah dengan suaminya itu terlebih dulu. Dan bersyukurnya Arsen dapat menahan dan melewati Semua itu hingga kini.
Jika di tanya apa Arsen tidak pernah marah kepada Sevi, jawabnya pernah sekali. Itupun karena Sevi sudah terlalu, keterlaluan. Bukan hanya Arsen yang marahi kedua mommy-nya juga marah, sebab apa yang Sevi lakukan kali ini sangat membahayakan dirinya.
Tepatnya saat usia kandungan Sevi baru masuk enam bulan dan Arsen harus ke Jerman karena perusahaan yang ia dan putra ambil dari Randy, ada sedikit masalah sehingga mereka berdua harus turun langsung mengatasinya.
Sevi pengen ikut dengan mereka! Arsen dan putra pun setuju saja, toh sekalian Sevi di ajak jalan-jalan. Dua hari sebelum berangkat ke Jerman, Arsen membawa sevi ke dokter untuk memastikan, istri dan calon anak-anaknya aman di bawah berpergian.
Saat tengah menunggu nama Sevi di panggil, Sevi tiba-tiba berkata kepada Arsen." Om, kalau sampai di Jerman, anterin aku ketemu Randy ya, aku pengen banget dia usap perut aku." Mendengar nama Randy, Arsen langsung memijit pangkal hidungnya." Om nggak boleh mikir yang macam-macam loh tentang aku, ini keinginan anak kita! Emang om mau anak kita_ gitu deh." Sambungnya.
Sementara Arsen hanya Diam dan tidak menangapi ucapan istri kecilnya itu. Ia heran kenapa di saat usia kandungannya sudah sebesar itu, Sevi masih saja minta yang aneh-aneh, walaupun Arsen tidak mempercayai hal-hal seperti itu, tapi sedikit banyak ia tetap menuruti keinginan Sevi.
Tapi Ngidam Sevi yang kali ini sudah benar aneh, ingin ketemu mantan? Yang benar saja. " Ngapain sih, pengen ketemu dia." Tanya Arsen.
" Ya nggak tahu, kan bawaan anak! Pengen aja gitu."
" Honey_"
" Apa? Om nggak mau?"
" Bukan nggak mau, tapi aku takut Randy bakalan ngapa-ngapain kamu dan calon anak-anak kita."
" Justru itu aku minta di anterin sama om." Sahut Sevi, masih kekeuh dengan keinginannya itu.
" Tapi_" Ucapan Arsen terhenti karena nama Sevi di panggil." Kita pikirkan itu lagi nanti." Ucap Arsen sambil membantu Sevi untuk berdiri duduknya.
Keduanya pun masuk kedalam ruangan dokter. Setelah timbang berat badan dan tensi darah. Sevi di minta berbaring di atas ranjang yang sudah tersedia di ruangan itu.
" Permisi ya Bu." Ucap Dokter kandungan Sevi, kemudian memberikan gel di kulit perut Sevi. kemudian meletakkan transducer USG di atas kulit perut Sevi dan mulai mengarah benda itu mengelilingi perut Sevi. "Wajah mereka mirip siapa nih__ Ini letak plasenta nya bagus! Detak jantung mereka....." Dan masih banyak lagi ucapan dokter sambil terus mengarahkan benda itu.
Selesai melakukan USG Arsen memberitahu dokter tentang rencana keberangkatan mereka ke Jerman.
Dokter pun menyarankan untuk tidak melakukan hal itu, sekali pun kandungan Sevi saat ini sehat tapi mengingat usia kandungannya saat ini dan ia juga pernah mengalami masalah di awal-awal kehamilannya. Apalagi perjalanan Indonesia-Jerman juga sangat jauh pasti Sevi akan sangat kelelahan.
Pada akhirnya Arsen memutuskan Sevi tidak ikut ke Jerman. Dan ia tidak perlu khawatir Sevi akan bertemu dengan Randy.
Dua hari berikutnya Arsen dan putra berangkat ke Jerman tanpa Sevi. Perjalanan mereka kali ini hanya membutuhkan waktu tiga hari di Jerman. Dan selama Arsen di sana Sevi selalu mengganggunya. Karena putra kasihan kepada adik iparnya itu ia pun meminta Arsen untuk pulang terlebih dahulu, masalah sisanya dia yang akan menyelesaikannya. Tentu saja Arsen menolak tapi putra berhasil meyakinkan dia.
Tanpa menyahuti ucapan sang mommy, langsung mengambil kunci mobilnya dan berlari keluar, membuka pintu mobil dan masuk kedalam mobilnya itu. Kemudian menancap gas menuju rumah intan dengan perasaan cemas.
Arsen mengemudi seperti orang kesetanan, mobil sports itu seperti terbang di atas jalan. Saking khawatirnya.
Setibanya di rumah intan, Arsen tidak menemukan ketiga wanita itu di sana, hal itu membuat Arsen semakin cemas apalagi orang tua intan sedang keluar kota, jadinya mereka bebas keluar tanpa ada yang melarang. Arsen tidak akan mempermasalahkan hal itu jika Sevi tidak hamil tapi keadaan saat ini berbeda.
Arsen menghubungi Yudha untuk mencari tahu keberadaan Sevi dan kedua temannya itu. Dan di sinilah mereka sekarang, di arena balapan liar bersama dengan Sevi yang baru saja menyelesaikan balapannya, walaupun ia tidak menjadi juara tapi senyum cerah di wajahnya dapat menggambarkan suasana sana hatinya saat ini. lain halnya dengan tatapan Arsen yang sudah mengelep, melihat Rizal dan Arya sedang membantu sevi keluar dari mobil sport milik Rizal.
Tanpa banyak berbicara Arsen langsung menghampiri mereka kemudian menghajar Rizal dan Arya, padahal Jelas mereka berdua hanya korban dari alasan ngidamnya Sevi.
" Om, apa yang om lakukan! Mereka nggak salah." Ucap Sevi mencoba menghentikan suaminya itu. " Om, jangan seperti ini, aku yang salah, aku yang minta mereka buat ajak aku kesini." ucap Sevi lagi, saat Arsen tidak menghiraukan kata-katanya.
" CUKUP." Teriak Sevi dengan nafas memburu, ia sungguh takut Arsen akan membunuh kedua temannya itu.
Mendengar teriakkan Sevi, Arsen langsung melepaskan Rizal dan Arya. Walaupun wajah mereka kini sudah jauh dari kata ganteng.
Arsen menghampiri, intan dan Dila! kemudian memarahi mereka berdua dan melarang mereka untuk bertemu Sevi sampai istrinya itu melahirkan anak mereka.
Setelah mengurus kedua sahabatnya sevi, Arsen langsung membawa Sevi pulang, selama perjalanan pulang mereka Arsen hanya dia. membuat Sevi semakin merasa bersalah,iya juga tidak ingin membuat Arsen cemas dan takut seperti sekarang ini, tapi keinginan begitu sulit untuk dia tahan.
" Jika kamu marah kepadaku, ingin menghukum aku. lakukan itu kepadaku tapi jangan pernah kamu menyakiti dirimu sendiri. " Ucap Arsen sebelum mendiami nya selama seminggu.
Tanpa Sevi tahu, Arsen menyerahkan semua pekerjaannya yang ada di luar negeri kepada putra dan yudha karena ia ingin menemani dan menjaga Sevi.
.......
.......
.......
.......
...Bersambung....
...Happy reading...🖤🖤...