Sevi Is Mine (Hate But Love)

Sevi Is Mine (Hate But Love)
BAB 36



Tidak terasa dua bulan telah berlalu setelah Sevi melaksanakan ujian dan semua yang di rencanakan Devi, sejauh ini lancar lancar saja tanpa ada masalah sedikit pun, Mulai dari acara lamaran yang akan di lakukan besok serta kejutan kecil untuk Arsen dan mami nya.


" Mom, Dede nggak yakin bisa ngelakuin ini." Ucap Sevi kepada mommy Devi. Keduanya kini tengah berada di dalam kamar Sevi.


" Kenapa? Kamu takut." Tanya Devi di jawab anggukan kepala dari Sevi.


" Bagaimana kalau dia jahatin aku lagi!, mommy Sevi takut dia akan mempermalukan kita semua hanya karena kebodohan Sevi waktu itu. " Devi hanya menanggapi apa yang di rasakan putrinya itu dengan senyum sebab ia yakin, besok sore, Lelaki itu akan menyesali semua perbuatannya.


" Jangan takut, besok Sevi tidak sendiri. Sevi percayakan sama Mommy. " Dengan sedikit ragu, Sevi kembali mengangguk. " Bagus, itu baru anak mommy." Ucap Devi lagi sambil mengusap kepala Sevi.


" Mommy." Panggil Nanda, membuat Devi dan Sevi menoleh kearah datangnya lelaki itu.


" Ada apa bang?" Tanya Devi.


" Mommy yakin mau menikahkan Dede?" Tanya Nanda. Selama dua bulan ini, dialah yang paling keberatan Jika Sevi di Nikahkan.,terlepas dari masalah yang pernah membelenggunya, bagi Nanda Sevi tetap adik kecil kesayangan keluarganya. Apalagi mereka tidak di beri tahu siapa yang akan menjadi calon suami adiknya itu.


" Kenapa masih di bahas lagi sih bang! Sevi aja nggak keberatan kok."


" Iya aku tahu! adek nggak keberatan itu karena dia nggak ingin mengecewakan mommy untuk kedua kalinya, Tolong mengerti mommy, jangan siksa Sevi dengan pernikahan ini, apalagi kita tidak tahu seperti apa lelaki yang akan menjaga Sevi Nanti."


" Kalian kenal siapa dia? Dan ketahuilah bang, apa yang mama lakukan itu semata mata hanya untuk mengembalikan kehormatan serta nama baik adik kamu. Satu lagi yang harus abang tahu pernikahan itu bukan penyiksaan sayang tapi itu Ibadah. " Jelas Devi kepada Nanda.


" Bang! Adek udah siap buat Nikah! Jadi jangan di permasalahkan lagi ya." Sevi turut meyakinkan Nanda.


" Tapi Dek. "


" Udah udah, nggak usah banyak tapi, lebih baik kamu bantu yang lain sana." Devi mendorong tubuh Nanda untuk pergi dari hadapannya. " Dan untuk kamu, sebaiknya kamu segera istirahat! Mommy mau mengecek persiapan yang lain.


" Iya Mom." Devi pun meninggalkan kamar putrinya.


Setelah Devi keluar, Sevi perlahan naik keatas tempat tidurnya dan merebahkan tubuhnya di sana.


Sevi mengambil ponsel yang ia letakkan dia atas Nakas. Tanpa sepengetahuan keluarganya, Sevi selalu stalking media sosial, leleki yang telah menyakitinya dan menghancurkan masa depannya. Dia tidak tahu dia kenapa akhir akhir ini, ia sering teringat akan laki-laki itu dan Sevi merasakan sesak di dadanya serta perasaan aneh kalah melihat gambar pada layar ponselnya, jangan lupa jantung menjadi tidak sehat setiap melihat senyum lelaki itu.


Besok adalah hari yang panjang untuk Sevi. Sebab dia akan bertemu lagi dengan lelaki itu. Andai saja lelaki itu mencintai dan tidak membenci nya. Pasti Sevi akan memohon agar ayahnya mau meminta pertanggung jawaban lelaki itu, tetapi sayangnya semua itu hanyalah angan angan Sevi semata karena ia di hadapkan pada dua pilihan yang sulit Mommy atau Lelaki yang tengah mengusik hidupnya. Dan tentu saja Sevi akan memilih mommy nya.


Walaupun ia sempat berharap yang akan datang melamarnya adalah dia. Sevi Meringkuk di atas kasur sambil memeluk tubuhnya sendiri. Ia selalu seperti ini jika sudah melihat potret lelaki itu, air matanya akan terus berlinang mengingat kekejaman lelaki itu.


Sevi tidak pernah menyangka dirinya akan berada di posisi ini, posisi dimana ia merindukan sekaligus membenci lelaki itu.


Sevi meremas kuat dadanya, agar rasa sakitnya sedikit berkurang, dia ingin bertemu lagi dengannya bukan untuk menyakiti nya tetapi Sevi takut semakin membuat keluarganya kecewa, terlebih mommy nya.


" Ya Allah kenapa kamu berikan hatiku kepadanya, bukan seseorang akan mendapatkan cinta dengan cara yang manis, lalu kenapa aku tidak, apa ada hamba mu yang lain yang mencintai karena di perlakukan sama seperti aku." Tangisan itu kembali pecah, ia ingin berteriak kepada Mommy Nya, bahwa dia mencintai lelaki itu tetapi dia takut Devi kecewa, sebab masih teringat dengan jelas wajah kecewa Devi saat mengetahui dia hamil dan masih terasa hangat bagaimana Mommy Nya mengacuhkan dirinya.


.......


.......


.......


.......


...Bersambung....


...Happy reading... 💋💋...


...Jangan lupa like dan komen. 🙏🙏...


...Follow Ig Vivia129....