Sevi Is Mine (Hate But Love)

Sevi Is Mine (Hate But Love)
Jawab pertanyaan, mommy



" Mami aku tahu, aku salah! Harusnya aku tidak melakukan itu kepada putri mami, aku harusnya lebih bisa menahan diri lagi, andai malam itu aku tidak mabuk. Mungkin semuanya tidak seperti ini." putra terus menyalahkan dirinya untuk mencari simpati Devi dan yang lainnya. Tanpa Devi sadari dalam hati Randy lelaki itu sudah bertekad untuk membalas perbuatan putra, Arsen dan Yudha. Randy tidak peduli jika Sevi pun terkena imbasnya.


Sevi yang sudah muak mendengar semua kebohongan Randy. Berlutut di tengah-tengah mereka dan mulai berbicara yang sebenarnya kepada Devi, Tidak ada satupun tentang Randy dan putri, yang ia lewatkan, entah itu tentang malam pertama mereka atau malam-malam serta hari-hari yang lainnya, yang ia lewati selama berbulan-bulan dengan kedua orang menjijikkan itu. Dan dia begitu berharap maminya percaya dengan kata-katanya walaupun kemungkinan itu kecil.


" Sevi minta maaf sama ayah dan mami, Sevi tahu Sevi sudah membuat kalian kecewa. Mami marah dan menutup mata, kalau Sevi cuma korban disini! Nggak papa mi, Sevi terima. Ini semua salah Sevi karena nggak bisa jaga diri Sevi sendiri, Sevi terlalu takut melihat kekecewaan mami sehingga Sevi kembali menyimpan semuanya Sendiri lagi dan lagi." Sevi menjeda ucapannya kemudian menatap wajah Devi dan Aksel. " Tapi, Demi tuhan mami, aku bohong soal Randy dan putri."


Devi tahu putrinya itu tidak mungkin akan membohongi dirinya atau mengarang cerita sebesar ini. Dan melirik kepada Aksel untuk menyelidiki masalah ini.


Aksel yang mengerti lirikan mata istrinya, langsung mengangguk! Ia kemudian berbalik dan meninggalkan mereka.


" Mami, mami harus percaya dengan ucapan Sevi. Mami sendiri yang mengajarkan kita untuk tidak berbohong! Dan aku sendiri saksinya mi, aku melihat dan mendengar bagaimana perbuatan mereka." Putra pun memanfaatkan kesempatan yang ada untuk membantu sang adik. Dan sebisa mungkin lelaki itu menahan kemarahannya untuk Randy. " Aku punya bukti- bukti tentang perbuatan dia. Mami tunggu sebentar." Putra beranjak dari tempat duduknya, ia berlari menaiki anak tangga menuju kamarnya.


Tak sampai lima menit menit ia kembali turun dengan membawa laptop dimana ia menyimpan bukti-bukti itu. Ia meletakkan laptop di atas meja, membukanya dan menekan tombol power.


Sementara Randy yang melihat hal itu mulai cemas, begitu pun dengan Rayhan dan Nadia. Tapi Randy belum ingin kalah dan menyerah begitu saja. " Apa kamu ingin menunjukkan hasil rekayasa mu dengan Arsen, aku bahkan ingat sebelum kamu membawaku kembali ke Jakarta, kamu membiarkan Arsen berada satu kamar dengan Sevi. Kakak macam apa kamu? Kamu tahu Sevi masih istriku pada saat itu dan kamu dia mencintai Arsen, jadi kamu ingin membalas perbuatan dengan cara sepert_"


" Diam kamu sialan! Aku akan merobek mulutmu." Tanya banyak bicara putra langsung menonjok wajah Randy dan memukul kepala pada meja di depannya. Tidak hanya sampai di situ, ia bahkan menarik kerah baju Randy, dan menendang perutnya hingga punggung Randy terbentur dinding sebelum merosot ke lantai. " Dasar lelaki menjijikkan. Jangan sama kan kita dengan kamu yang tidak bermoral." Ucapnya lagi, ia kembali menghampiri Randy menariknya berdiri.


" Hentikan Putra Viksel Firmansha." Bentak Devi membuat, putra menghentikan gerakannya untuk menonjok wajah Randy lagi.


" Mom!" Tidak perlu bertanya untuk mengetahui suasana hati mommy mereka. Dengan cara Devi memanggilnya saja, putra sudah tahu kalau mommy nya sedang marah.


" Katakan kepada mommy! Apa yang di ucapkan Randy itu bohong. Dan Arsen yang dia sebut bukanlah Arsen yang sama kan?" Dari semua penjelasan Sevi dan putra, Devi percaya dengan kedua anaknya itu, sehingga ia memberikan waktu untuk putra membuktikan itu semua. Tapi ketika nama Arsen di sebut, kebencian kepada anak itu kembali menguak di tambah kemarahan yang putra tunjukkan sangat berlebihan. Membuat Devi harus kembali menimbang-nimbang semua yang di katakan kedua anaknya.


Dari mereka kecil, sampai sebesar sekarang Devi tidak pernah meragukan ketiga anaknya dalam hal apapun. Tetapi Nama Arsen sanggup merubah itu semua. " Jawab pertanyaan mommy sekarang? Jangan Diam saja! Ingat mami tidak pernah mengajarkan kalian untuk berbohong." Bentak Devi, ia mulai tidak sabaran dengan Diamnya Kedua anaknya itu.


Devi menatap bergantian kepada Putra dan Sevi, yang masih sama-sama terdiam itu! Sementara keduanya bahkan tidak berani menatap wajah Devi. " Sevi kemarihlah." Pinta Devi lagi.


" Iy_iya mom!" Sevi pun menghampiri Devi dengan langkah kaki yang ia serat. Wanita yang telah melahirkannya itu. Hanya beberapa langkah dari tempatnya berdiri tapi Sevi membutuhkan waktu beberapa menit untuk sampai di hadapan mommy-nya.


" Katakan kepada mommy, Apa yang di ucapkan Rendy itu benar atau tidak?" Terdapat ketegasan dalam setiap kata yang keluar dari bibit ibu tiga anak itu.


" Cukup Sevi! Hanya itu yang ingin mommy dengar." Devi mengangkat telapak tangannya di hadapan Sevi, menghentikan wanita itu untuk melanjutkan kata-katanya.


" Tapi mommy, semua yang dia katakan tidak benar! Mommy harus melihat semua bukti ini dulu." Sahut Putra.


" Apa bukti yang kamu kumpulkan dan apa yang di lakukan Randy! Dapat merubah kekecewaan mommy untuk kalian berdua! Apa kalian pernah ingat apa yang di lakukan bajingan itu, saat kalian berada di ruangan yang sama! Tidak kan, jujur mommy sangat kecewa dengan kalian berdua." Umur dan pengalaman tidak akan bisa mengubah keegoisan seorang Devina Aldira.


" Mom! Tolong jangan larut dalam rasa benci mommy, Arsen juga manusia, dia mungkin salah tapi mommy nggak_"


" Tutup mulut kamu! Kenapa kamu begitu membela bajingan itu! Apa yang telah dia berikan ke kamu, sehingga kamu mendorong adikmu kepada dia."


" Mom kita sedang membicarakan Randy." Sahut putra, lelaki itu mencoba mengalihkan pembicaraan mereka. Tapi Devi belum mau mengakhiri semua ini.7


Devi menatap putra, seraya tanya lagi? " Apa kamu punya nomor bajingan itu." Terlalu benci kepada Arsen, Sehingga Devi begitu tidak Sudi menyebut namanya.


Entah apa yang direncanakan mommy-nya, Sehingga ia bertanya soal nomor telepon Arsen. Apapun itu putra berharap, hal itu tidak akan merugikan mereka.


Sementara di tempat duduknya, Randy tersenyum penuh kemenangan, ' Ini belum seberapa.'


.......


.......


.......


.......


...Bersambung....


...Happy reading..🖤🖤...