Sevi Is Mine (Hate But Love)

Sevi Is Mine (Hate But Love)
BAB 48



Setelah mengantar Sevi pulang, putra langsung kembali ke hotel. " Kamu sudah mengantarnya." pertanyaan itu langsung menyambut putra begitu ia menghempaskan tubuhnya di atas sofa yang ada di kamar itu.


" Menurut kamu? Apa aku akan menelantarkan adikku Di jalan." Jawab putra dengan sinis nya. " lagian ngapain kamu muncul di depan dia, kamu lupa sama perjanjian kita, kalau kamu hanya bisa melihat dari jarak jauh. Kesengajaan kamu tadi, bisa memperburuk situasi. Bukan cuma kalian berdua tapi kita semua. " Sambungnya. Ia menatap tidak suka kepada lelaki yang telah duduk di hadapannya itu.


" Sorry brother, aku terlalu merindukannya. Tapi aku janji besok besok! Tidak akan melakukan hal itu. " Janjinya.


" Terserah kamu saja. Aku mau mandi dulu. " Ucapnya seraya melangkah ke kamar mandi, belum sempat tangannya menggapai handel pintu, putra memutar tubuhnya, menatap kearah lelaki yang tadi mengajaknya berbicara." Tolong carikan aku Hecker yang paling hebat, aku ingin kamu mendapatkan rekaman cctv apartemen mereka.


" Apa ada masalah?"


" Entahlah, aku juga tidak yakin dengan hal itu tetapi hati ku tidak tenang. " Lelaki itu mengangguk.


" Aku akan melakukan yang terbaik. Tapi ingat jika terjadi sesuatu kepadanya, kamu jangan melupakan perjanjian kita. Kamu harus membiarkan dia bersamaku. "


" Itu akan terjadi jika suaminya, bersedia menceraikannya! Jika tidak. Kamu bisa terus bermimpi." Balas Putra.


" Aku yakin seorang kakak pasti akan melakukan yang terbaik untuk adiknya. " Sahut lelaki itu lagi.


" Tentu saja, kamu tidak perlu meragukan hal itu. Dan aku tidak yakin jika yang kamu menganggap dirimu yang terbaik untuknya! Sebab aku ingat betul bagaimana kamu menyakitinya waktu itu. " Sindir putra, niatnya untuk mandi ia tahan hanya untuk membalas sindir lelaki itu.


" Soal itu aku minta maaf, saat itu aku sungguh tidak mengenalinya. " Ucapnya penuh penyesalan. Setiap membahas masalah itu, Lelaki itu pasti akan di liputi rasa bersalah dan raut penyesalan akan terlihat jelas di wajahnya.


" Cih wajah mu benar benar tidak enak untuk di lihat, jika kamu memasak ekspresi seperti itu." Setelah mengatakan hal itu, putra pun meneruskan langkahnya karena tubuhnya, benar benar lelah. Ia bahkan tidak peduli dengan balasan lelaki yang masih beta duduk di sofa itu.


...\=\=\=\=\=\=\=\=\=...


Disisi lain. Sevi membuka pintu apartment dengan perlahan, ruangan itu terlihat gelap, seakan tidak berpenghuni. Tetapi suara ******* serta penyatuan itu terdengar jelas di telinganya.


Sevi memejamkan matanya dan menarik nafas dalam-dalam. Ia pun melangkah menuju kamarnya, walaupun dalam keadaan gelap. Sevi sudah hafal betul letak perabot di apartemen itu sebab ini bukan kali pertamanya ia berjalan dalam keadaan gelap karena ulah dua orang yang tidak tahu malu itu.


" Dari mana kamu." Tanya Rendy, begitu ia menyelesaikan permainannya. Lelaki itu menyalahkan lampu, sehingga ia dapat melihat wajah Sevi dengan jelas. Sementara putri, wanita itu masih terkapar lemas di atas sofa, menikmati sisa sisa ******* nya.


" Jalan jalan dengan kak putra." Jawab Sevi tanpa ingin menatap dua kali kepada mereka.


" Kenapa jam segini baru pulang. Aku sampai menduga, kamu tidak akan pulang malam ini."


Sevi terkekeh seraya berkata. "Jika aku mendapatkan kesempatan itu, aku tidak akan pernah sudi kembali menginjakkan kaki di tempat menjijikan ini."


" Apa kamu bilang! Menjijikkan. Apa kamu tidak sadar wajah serta tubuhmu jauh lebih Menjijikkan dari tempatku ini." Sahut Rendy. Lelaki itu menghampiri Sevi dan mendorong tubuhnya sampai bertubrukan dengan dinding yang berada di belakang Sevi." Kalau bukan karena Mommy yang memintaku, kamu pikir aku sudi untuk menikahi mu."


" Jika Sejak awal aku tahu sikapmu semenjijikkan ini, aku mungkin sudah melakukan segala cara untuk membatalkan pernikahan kita! Tetapi apa boleh buat, aku sudah terlanjur melangkah masuk kedalamnya. Jika kamu berpikir aku bertahan hanya karena rasa terima kasih. Karena kamu mau menikahi ku. Hmm kamu salah. aku masih bertahan, karena aku tidak ingin Mommy merasa bersalah sudah salah menilai orang." Sevi mendorong tubuh Rendy tidak kalah kuatnya." Dan satu lagi, mau kalian berbuat dimana di setiap sudut apartemen ini. Aku tidak tergoda atau pun cemburu. Karena sampai kapan pun aku tidak akan tergoda dengan pecundang seperti kamu apalagi harus cemburu dengan ******. Maaf kak, kalian bukan level Sevi. " Entah kenapa sejak bertemu Arsen tadi, Sevi jadi memiliki keinginan untuk melawan kedua orang itu.


Bahkan ia tidak sungkan untuk menyenggol pundak Randy yang menghalangi jalannya.


" Dasar wanita murahan, menyebalkan. Awas kamu aku akan membuatmu menyesal. Liat saja nanti." Ucap Randy, tetapi Tidak di hiraukan oleh Sevi.


.... ...


.... ...


.... ...


.... ...


...Bersambung. ...


...Happy reading.. 🖤🖤...