Red Pen

Red Pen
Dua Porsi



Kini mereka berdua telah sampai di restoran dekat gedung tempat mereka bekerja.


"Kau cari lah dulu tempat duduk dan pesan kan aku makanan seperti biasa. Aku ke toilet sebentar." Titah Adele yang langsung diangguki oleh Adelina.


"Tentu hamba ku." Jawab Adelina dengan meledek Adele.


"Gila, mana ada hamba memerintah queen nya." Celetuk Adele dengan menggelengkan kepalanya.


"Kau kan ada." Jawab Adelina dengan tertawa. Mereka berdua kemudian berpisah.


Adelina mengedarkan pandangannya mencari tempat duduk yang akan mereka tempati nantinya.


Setelah di rasa tepat, Adelina berjalan dan menempati meja tersebut lalu memanggil pelayan.


"Oh astaga!, bisakah kau datang dengan tidak mengagetkan ku!." Omel Adelina yang mendapati sosok Ai tiba-tiba duduk di kursi dampingnya.


Ai hanya tersenyum. "Maaf, aku hanya ingin ikut bergabung menikmati makan siang." Jawab Ai tanpa merasa bersalah.


Pelayan yang tadi dipanggil oleh Adelina pun datang mendekat.


"Selamat datang, silahkan pesanannya kak." Ucap pelayan itu dengan ramah dan memberikan buku menu kepada Adelina.


"Dua paket geprek dada minumannya lemon tea hangat." Ucap Adelina yang kemudian menoleh ke arah Ai dengan mengangkat satu alisnya seolah bertanya menu makanan apa yang Ai inginkan.


"Spaghetti dan jus jeruk." Jawab Ai dengan semangat.


"Ada tambahan yang lain kak?." Tanya pelayan itu dengan ramah.


Adelina menggeleng. "Tidak, cukup itu saja." Kata Adelina.


Pelayan itu mengangguk. "Baik kak, saya ulangi pesanan kakak. Dua paket geprek dada dengan minumnya lemon tea hangat." Ucap pelayan itu dengan membacakan catatan yang telah di buatnya.


Awalnya Adelina mengangguk sebelum tiba-tiba menggeleng. "Tidak, tambahan satu porsi spaghetti dan jus juga." Kata Adelina.


"Baik kak, silahkan ditunggu pesanannya." Ucap pelayan itu yang kemudian pergi.


Adelina menghela nafasnya. Tak berselang lama Adele datang ke meja yang telah dipilih Adelina.


"Sudah pesan makanannya?." Tanya Adele yang kemudian duduk berhadapan dengan Adelina.


Adelina menganggukkan kepalanya. "Sepertinya sekarang aku yang akan ke toilet. Jangan pergi ke mana-mana dan duduk lah dengan cantik di sini oke." Ucap Adelina yang langsung bergegas ke toilet karena sudah tidak tahan.


"Dasar calon nona kaya yang gila." Lirih Adele dengan tersenyum kemudian memainkan ponselnya.


...*********...


"No problem, lagi pula Anda tidak sengaja." Jawab Adelina yang menunduk membersihkan tangannya yang sedikit kotor.


"Adelina?!." Ucap orang yang menabrak Adelina.


"Loh Pak Fabian?!, Anda rupanya yang menabrak saya." Kata Adelina dengan tertawa kecil.


Fabian sedikit merasa canggung. "Sekali lagi maaf, bagaimana jika saya yang mentraktir?." Tawar Fabian.


Adelina menggeleng. "Tidak perlu Pak, saya hanya bercanda. Lagi pula saya datang tidak seorang diri." Jawab Adelina.


Fabian hanya menampilkan senyumannya. "Oh begitu rupanya." Jawab Fabian.


Adelina mengangguk. "Saya permisi kalau begitu Pak." Pamit Adelina.


...*********...


"Adelina, apakah toilet sudah berpindah. Kenapa lama sekali, memangnya apa yang kau lakukan di sana?!." Cecar Adele yang sudah bosan menunggu sahabatnya itu.


"Maaf, apa pesanan kita sudah datang?." Tanya Adelina yang masih berdiri.


"Sudah, tapi kenapa kau memesan yang lainnya juga?." Heran Adele.


"Yang lainnya?." Beo Adelina bingung.


Fabian berdehem. "Ekhem, bisa kah kita duduk terlebih dahulu." Ucap Fabian yang membuat Adelina dan Adele menyadari kehadirannya.


"Ah maaf Pak, silahkan duduk." Kata Adelina mempersilahkan.


Saat sebelum Adelina dan Fabian datang, Fabian tetap bersikeras untuk mentraktir Adelina sebagai bentuk permintaan maaf.


"Apa maksud mu pesanan yang lain?." Tanya Adelina.


"Spaghetti dan jus jeruk itu." Jawab Adele dengan menunjuk makanan tersebut.


Mereka semua menatap makanan itu.


"Wah atau jangan-jangan kau memang sengaja memesannya untuk Pak Fabian?." Cecar Adele yang membuat Adelina melotot.


"Baiklah karena sudah ada makanan, sepertinya tidak baik jika saya menolaknya. Mari makan." Ucap Fabian yang tanpa ragu memakan spaghetti itu.


Akhirnya Adelina dan Adele pun ikut menyantap makan siang mereka bersama-sama.


Halo readers 😁 selamat membaca 😘 jangan lupa kopi sama cemilannya yaaa 😂