
Plak
"Adelina?." Ucap Fabian dengan nada tidak percaya.
Seorang Adelina memberikannya hadiah sebuah tamparan di tempat umum. Gila sungguh pikir Fabian.
"Bian kamu gila!. Sangat gila!." Kata Adelina dengan lantang, bahkan kini mereka berdua menjadi ajang tontonan pengunjung restoran.
Adelina berusaha menahan emosinya sementara Fabian diam dengan kebingungannya.
"Menikah dengan ku?!, jangan harap. Itu hanya mimpi Fabian Mikko Pratama. Mimpi." Kata Adelina dengan penuh penekanan.
Adelina meninggalkan Fabian dengan penuh emosi. Sedang Fabian kini dirinya teramat malu untuk menunjukkan wajahnya kepada siapapun. Siapa yang sanggup memangnya dipermalukan seperti itu.
...********...
Malam yang indah berubah menjadi kelam. Kebahagian yang seharusnya ada kini malah berubah menjadi sebuah malapetaka.
Di kamar ini, Adelina menangis sejadi-jadinya. Mengingat semua kenangan manisnya dengan sosok fabian yang selalu dia puja.
Adelina memeluk lututnya memutar kilas balik ketika sebuah fakta menyakitkan dia dapatkan.
Flashback On
"Ah maaf, aku ke toilet sebentar." Kata Adelina yang tidak sengaja menumpahkan minuman ketika Fabian hendak memasangkan cincin di jari manisnya.
Fabian mengangguk. "Mau aku temani?." Tawar Fabian meledek.
Adelina tentu memasang wajah tidak setuju.
"Hahaha, baik lah. Aku hanya bercanda, cepat lah kembali." Ucap Fabian yang membuat Adelina mengangguk.
...*********...
Saat Adelina tengah mencuci tangan, tiba-tiba ada yang menarik tangannya untuk masuk ke dalam salah satu bilik kamar mandi.
"Ah!." Pekik Adelina yang terkejut.
Adelina membalikan badannya dan melihat siapa sosok yang telah menariknya masuk.
"Fonna?." Ucap Adelina lirih.
"Ya ini aku, Fonna. Kita pernah bertemu saat di rumah Fabian." Kata Fonna.
"Dan rumah sakit." Imbuh Adelina menatap Fonna.
Fonna tersenyum tipis. "Apa kau tahu kenapa aku ada di sana?." Tanya Fonna.
Adelina menggeleng. "Mungkin kau sedang mencari Bian." Tebak Adelina.
Fonna lagi-lagi hanya tersenyum lalu tertawa. "Kau benar. Lebih tepatnya aku mengkhawatirkan calon ayah dari anak ku." Kata Fonna yang membuat Adelina mematung.
"Anak?." Beo Adelina.
Fonna menghela nafasnya lalu mengelus perutnya. "Dia, milikku dan Fabi. Hasil cinta kami." Ucap Fonna yang membuat jantung Adelina seolah berhenti berdetak.
Deg
Adelina hampir saja terjatuh karena terlalu terkejut dengan kabar yang Fonna bawa.
"Jangan berbohong, Bian bukan tipe pria seperti itu." Kata Adelina tak percaya.
Fonna menatap tajam Adelina. "Berbohong?, ibu mana yang akan tega mengatasnamakan anaknya demi laki-laki seperti itu?!". Kata Fonna yang mulai nanar.
Fonna pun merasakan sakit yang teramat. "Katakan?, apa kah kau pikir Fabi adalah laki-laki yang sempurna dan tidak akan pernah tergoda!. Adelina sadar, jangan munafik. Dia juga laki-laki normal!." Jelas Fonna berusaha menahan amarahnya.
Adelina menggeleng, haruskan dia percaya Fonna atau Fabian yang dia anggap sebagai malaikat di dunia.
Fonna mengeluarkan ponselnya. "Lihat ini!, lihat. Ini adalah bukti bahwa kami berdua memang pernah bermalam bersama!." Ucap Fonna yang memutar sebuah video di mana dirinya dan Fabian tengah bermain di atas ranjang.
Pluk
Adelina menjatuhkan ponsel milik Fonna karena tidak tahan melihat video yang tidak pantas. Apalagi ketika Fabian dengan ganasnya menggempur Fonna. Sakit, sungguh. Kepercayaan yang ada hilang seketika
Fabian, sosok yang dia anggap bersih nyatanya tak lebih dari sekedar hama yang menaburkan luka pada seorang wanita.
"Brengs*k!. Bian gila!." Ucap Adelina lirih.
Tangannya terkepal erat. "Dia laki-laki baj*ngan!." Umpat Adelina.
Fonna hanya diam, dia pun sama. Hanya wanita yang tidak berdaya.
"Dia brengs*k jika tidak menjamin hidup kalian." Kata Adelina yang kemudian pergi meninggalkan Fonna seorang diri.
Dengan langkah lebar, Adelina kembali menghampiri Fabian yang telah menunggunya. Hingga terjadi lah adegan di mana bukan sebuah cincin yang menjadi saksi tetapi sebuah tamparan yang Adelina berikan sebagian hadiah tepat di saat acara kencan pertama dan terakhir kalinya bagi mereka.
Flashback end
Halo readers 😁 selamat membaca 😘 jangan lupa kopi sama cemilannya yaaa 😂