Red Pen

Red Pen
Pilihan Alister



Wajarkah ketika Adelina sedikit kecewa tentang sikap Alister yang tidak berterus-terang kepadanya. Adelina sengaja pulang terlambat karena tidak ingin bersinggungan dengan Alister.


Ceklek


Adelina membuka pintu kamar, sayang harapan tentang Alister yang sudah tertidur nyenyak hanya impiannya saja. Karena pada kenyataannya kini Alister malah berdiri di hadapannya.


"Kenapa baru pulang?." Tanya Alister.


Adelina dengan malas berjalan mendekat. "Aku udah minta ijin Bunda." Jawab Adelina malas.


Adelina berjalan melewati Alister cuek.


"Suami kamu itu aku bukan orang lain." Kata Alister dengan nada yang sedikit meninggi.


Adelina menghentikan langkahnya. "Bukannya itu cuma berlaku di rumah?." Tanya Adelina sinis.


Alister bingung dengan ucapan Adelina. "Maksud kamu apa?." Tanya Alister.


"Kamu tanya diri kamu sendiri, apa tadi siang sikap kamu udah pantas di sebut suami?!." Kata Adelina geram.


Membayangkan apa yang dia lihat dengan mata kepalanya sendiri membuat Adelina muak. Dirinya bukanlah tipe wanita yang akan diam saja ketika hatinya terluka.


"Kamu kenapa sih?, nggak jelas banget." Kata Alister cuek.


Adelina tersenyum tipis lalu melangkah mendekat ke arah Alister. Siapa sangka jika Adelina nekad mencium bibir Alister tiba-tiba.


cup


Adelina mencium Alister bahkan untuk beberapa waktu. Memberikan sebuah ******* kecil pada bibir suaminya itu.


Alister tanpa sadar memejamkan matanya, namun setelah sepersekian dia detik dia sadar dengan apa yang Adelina lakukan.


"Gimana, mahir Glara atau aku Adelina istri mu?." Bisik Adelina di telinga Alister dengan nada mengejek.


Alister melotot tak percaya, dia sudah emosi. Begini kah cara Adelina mempermainkannya.


Alister tanpa sengaja mendorong Adelina hingga menabrak dinding kamar.


Bruukkk


Adelina terdorong dengan cukup kuat, bahkan pundak nya terasa nyeri karena menabrak dinding.


"Akh!." Adelina merintih lirih.


Sakit dipundak nya dia lupakan ketika perut nya kembali keram seperti beberapa waktu lalu. Adelina berusaha untuk tenang dan mengikuti saran yang diberikan oleh dokter Prilis.


"Tenang Adel tenang." Batin Adelina dengan mengatur nafasnya perlahan.


"Stop Mas!, jangan sentuh aku." Tegas Adelina yang berusaha untuk tetap tenang.


Alister mematung di tempatnya, dia merasa bersalah namun juga takut semakin membuatku Adelina marah.


"Aku nggak nyangka kamu bisa kasar kayak gini." Ucap Adelina yang marah dan kecewa.


Adelina dengan perlahan memilih untuk ke kamar mandi dan menenangkan dirinya untuk saat ini dari pada harus melihat Alister yang membuat emosinya tidak terkendali.


Ceklek


Adelina telah selesai membersihkan dirinya, dia berjalan ke arah ranjang yang kosong rupanya. Entah di mana Alister pikirnya.


"Dia marah?, bukan kah harusnya aku." Batin Adelina bertanya.


Memilih duduk di ranjang sembari meluruskan kakinya yang sedikit terasa pegal.


"Kenapa bengkak?." Lirih Adelina melihat punggung kakinya yang terlihat sedikit mengembang menurutnya.


Adelina menghela nafasnya, saat dia masih sibuk dengan memerhatikan kakinya pintu kamar mereka terbuka.


Ceklek


Alister datang dengan membawa sebuah nampan yang berisi segelas susu.


Tap


Tap


Tap


Alister mendekat lalu menyodorkan segelas susu itu kepada Adelina. "Minumlah selagi hangat, ini susu untuk ibu hamil." Ucap Alister yang kemudian duduk di tepi ranjang.


Adelina menerima segelas susu itu namun tidak langsung meminumnya. "Apa tidak ada rasa lain?." Tanya Adelina lirih.


Alister menatapnya. "Kenapa memang?." Heran Alister, bukankah seharusnya Adelina senang karena dirinya telah berusaha bersikap baik.


"Aku sedikit mual dengan aromanya." Jawab Adelina berusaha menahan nafasnya.


"Kenapa tidak bilang dari tadi, berikan pada ku biar nanti aku buatkan yang baru." Kata Alister yang hendak mengambil gelas itu kembali.


Adelina menggeleng. "Lain kali saja, lagi pula sayang jika dibuang." Ucap Adelina yang kemudian menutup hidung nya dan menghabiskan segelas susu yang Alister bawakan.


Halo readers 😁 selamat membaca 😘 jangan lupa kopi sama cemilannya yaaa 😂