
Hari telah berganti, kini hubungan antara Adelina dengan keluarga Fabian semakin dekat. Bahkan Fabian tidak canggung lagi ketika sang bunda memintanya membawakan bekal untuk Adelina.
Sama seperti pagi ini, Fabian memasuki gedung perusahan dengan senyum mengembang.
Bukan lagi ruangannya yang menjadi tujuan utama, melainkan ruangan Adelina lah yang menjadi pembukaannya untuk menikmati hari-hari indah di kantor.
"Selamat pagi kesayangannya Bunda Wiwi." Kata Fabian setelah berhasil masuk ke dalam ruangan Adelina tanpa menimbulkan suara.
"Astaga, Bian. Aku kira siapa yang datang." Kata Adelina yang terkejut karena kedatangan Fabian.
"Maaf, apa aku mengejutkan mu?." Tanya Fabian yang berjalan mendekat ke arah Adelina.
"Tidak apa-apa, kenapa kau kemari pagi-pagi sekali?." Tanya Adelina yang melihat tangan Fabian membawa kotak bekal.
"Tentu mengantarkan pesanan nyonya besar pastinya. Ini untuk mu dari Bunda." Ucap Fabian dengan menyerahkan kotak bekal itu kepada Adelina.
Tuck
Pena yang ada di tangan Adelina terjatuh ke lantai. "Maaf, sebentar." Kata Adelina yang meminta Fabian untuk memegang kotak bekal itu sedikit lebih lama karena dirinya harus mengambil pulpen yang baru saja terjatuh.
Cetak
Seolah terdengar suara aneh di telinga Adelina. Adelina langsung menggelengkan kepala lalu berdiri kembali.
Adelina mendongak, menatap Fabian dengan tatapan aneh. "Kenapa kau di sini?." Tanya Adelina seolah dengan nada yang kurang menyukai kehadiran Fabian.
"Ini, bekal dari Bunda untuk mu." Jawab Fabian dengan menunjuk kotak bekal yang masih ada di tangannya.
Fabian menyodorkan kotak bekal itu kepada Adelina. Namun bukannya Adelina menerima kotak bekal itu dengan senang hati, seolah dengan sengaja Adelina menjatuhkannya ke lantai.
Braaakkkk
Bekal makanan yang telah susah payah Bunda Wiwi siapkan kini menjadi sia-sia.
"Up..., sorry. Sepertinya aku sudah kenyang." Kata Adelina dengan menutup mulutnya.
Fabian merasa sedikit kesal namun masih berusaha dia sembunyikan. "Tidak apa, itu bukan salah mu. Akan aku ambilkan bekal milik ku nanti." Kata Fabian yang kemudian berjongkok mengambil kotak bekal yang berceceran di lantai.
"Apa perlu aku panggil OB?." Kata Adelina yang sedikit mencondongkan badannya dan berbisik di telinga Fabian.
Fabian yang sedikit kaget karena pertanyaan dari Adelina mendongak, dan tanpa sengaja kepala mereka saling berbenturan.
"Ah!." Pekik Adelina yang kemudian langsung jatuh terduduk, bahkan pena yang ada di tangannya pun ikut menggelinding.
Cetek
Suara aneh kembali terdengar di telinga Adelina. Adelina memegangi kepalanya dan berusaha mengusir suara-suara aneh itu.
"Adelina!." Pekik Adele yang sedari tadi mengamati interaksi di antara mereka berdua sejak kedatangan Fabian yang membawakan bekal sepeti biasa untuk Adelina.
Fabian menoleh ke arah pintu mendapati Adele yang meneriaki nama Adelina. Sementara Adelina terus saja mencengkram kepalanya yang terus berdenyut.
Adel langsung berlari dan berjongkok ke arah Adelina yang masih menunduk dengan memukul-mukul kepalanya menghilangkan rasa sakit yang ada.
"Adelina?, are you okay?." Tanya Adele panik.
Adelina tidak menjawab pertanyaan yang Adele berikan. Adele langsung memegang pundak Adelina dan sedikit menggoyangkan nya.
"Adelina!, are you okay?!." Tanya Adele sekali lagi.
Adelina mendongak menatap manik mata Adele, dilihatnya sekelebat kabut di belakang Adele seolah lenyap begitu saja.
"Adele...!." Lirih Adelina sebelum tiba-tiba jatuh pingsan.
"Adelina!." Pekik Fabian yang langsung mengambil alih tubuh Adelina dari Adele.
Fabian dengan sigap membopong tubuh Adelina dan meletakkannya di sofa yang ada.
"Adele, ambilkan air putih dan minyak angin cepat!." Titah Fabian.
Adele yang ikut panik langsung bergerak menyambar air putih dan minyak angin yang ada di dalam tasnya tanpa menjawab Fabian.
Adele menyodorkan apa yang Fabian minta. Dengan telaten Fabian mengoleskan minyak angin itu di bawah lobang hidung Adelina dan keningnya.
"Adelina, bangun...hei!." Lirih Fabian dengan menggosok-gosok tangan Adelina yang terasa dingin.
Lantas bagaimana kisah selanjutnya?
Halo readers 😁 selamat membaca 😘 jangan lupa kopi sama cemilannya yaaa 😂