Red Pen

Red Pen
Menginap



Jarum jam menunjukkan pukul 11.30 malam, hanya tersisa beberapa dari mereka yang masih stay di kediaman Pratama.


Adelina dan Adele duduk bersama di sofa panjang, Azka, Fabian, Alister, Martinus dan juga Fariz sedang mereka berkumpul di meja makan.


"Kamu nginep kan?." Tanya Adelina kepada Adele.


Adele nampak berpikir. "Aku pulang aja deh." Jawab Adele yang tidak enak kalau sampai menginap.


Adelina mengerucutkan bibirnya lalu menarik tangan Adele entah kemana.


"Ikut aku sebentar." Ucap Adelina yang membuat Adele pasrah.


Ke dua wanita itu berjalan menuju meja makan yang berisi para lelaki yang tengah asik entah membahas apa.


"Mas." Panggil Adelina yang membuat kelima laki-laki itu kompak menoleh.


"Eh, kenapa noleh semua?." Heran Adelina.


Mereka semua juga sama herannya ketika refleks menoleh bersamaan. Adelina berdiri di dekat Alister yang juga masih menatapnya.


"Adele boleh nginep kan?." Ucap Adelina meminta ijin.


Alister kini menatap Adele yang berdiri di samping istrinya. Adele sempat menggelengkan kepalanya samar.


"Boleh kan?." Tanya Adelina lagi yang membuat Alister mengangguk.


"Iya boleh." Jawab Alister.


Adelina tersenyum sumringah, senyum yang membuat para lelaki terpesona kecuali Azka tentunya.


"Yes!." Pekik Adelina girang.


Adelina menatap Adele dengan tersenyum bahagia. "Kita tidur bareng oke. Ayok." Ajak Adelina yang langsung menggandeng tangan Adele menuju kamarnya.


"Eh, kenapa kalian yang tidur bareng?." Ucap Alister bertanya ketika ke dua wanita itu sudah pergi menjauh.


Mereka berempat kemudian tertawa melihat nasib malang seorang Alister Arvind Pratama.


"Sudahlah, lagi pula kan ada kita. Memang nya mau apa tidur jam segini bukan." Ledek Martinus.


"Lebih baik kita minum, bukankah Fabi punya stok banyak?." Tanya Fariz.


Fabian menggeleng. "Tentu saja ada, tapi apa tidak apa-apa?." Tanya Fabian.


"Ambilah, mana mungkin Om dan Tante marah di hari bahagia bukan." Timpal Azka.


Sedang Alister hanya menghela nafasnya. Mau tidak mau dia pun ikut menikmati minuman yang Fabian bawakan.


...*********...


Malam semakin larut, Adelina dan Adele mereka telah berganti baju. Adele yang merasa lelah langsung tertidur begitu saja, namun lain halnya dengan Adelina. Mungkin karena pengaruh baby, dirinya tidak bisa tidur dengan nyenyak.


Adelina memutuskan untuk ke luar dan turun ke lantai bawah. Sepertinya dia merasa sedikit lapar.


Di meja makan sudah tidak ada siapapun, hanya ada beberapa piring dan botol yang tersisa.


"Mereka berpesta?." Lirih Adelina bertanya.


Adelina berjalan menuju dapur dan membuka lemari pendingin. Dirinya memilih membawa beberapa buah apel dan anggur dengan wadah.


Setelah berpikir akan kembali ke kamar atau di lantai bawah saja, Adelina akhirnya memutuskan untuk menonton televisi. Lagi pula kakinya sedikit terasa sakit untuk naik turun tangga lagi pikirnya.


"Loh, kamu belum tidur?." Tanya Alister yang duduk di sofa sembari menonton televisi.


Alister bahkan mengenakan baju milik Fabian karena belum sempat masuk ke kamar mereka yang kini ditempati Adele pastinya.


Adelina menggeleng lalu mengedarkan pandangannya. "Aku laper jadi belum bisa tidur." Jawab Adelina yang memilih duduk disebelah Alister.


Alister sedikit menjauh dari Adelina. "Jangan deket-deket, aku bau habis minum." Ucap Alister.


Adelina malah sengaja mendekat dan mengendus tubuh Alister. "Enggak kok, orang wangi gini." Jawab Adelina yang kemudian duduk sila di sofa sembari memakan apel yang dia bawa.


Alister memastikan tubuhnya apakah bau minuman atau tidak.


"Yang lain kemana kok sepi?." Tanya Adelina tanpa menoleh ke arah Alister dan sibuk dengan acara televisi yang entah apa.


"Ada di kamar Fabi." Jawab Alister yang ikut memakan anggur yang Adelina bawa.


"Emang muat berempat?." Tanya Adelina heran.


"Kasur Fabi kan ada dua." Jawab Alister yang membuat Adelina mengangguk.


Adelina telah menyelesaikan acara makannya lalu meminta Alister untuk memberikan pahanya sebagai bantalan kepalanya.


"Aku numpang tidur sebentar ya di sini." Ucap Adelina dengan menunjuk paha Alister.


Alister mengangguk dan membiarkan Adelina beristirahat. "Sini." Kata Alister dengan menepuk pahanya.


Adelina memilih memejamkan matanya dan tertidur di paha Alister. Sungguh dia pun cukup merasa lelah dengan semua kegiatan yang ada.


"Good night baby." Lirih Alister dengan mengelus pucuk kepala Adelina.


Alister mematikan televisi dan juga AC yang masih menyala mengingat mereka sama sekali tidak membawa selimut. Perlahan mata Alister terpejam masih dengan posisinya yang memangku kepala Adelina. Sementara Adelina merubah posisinya menghadap Alister dan memeluk pinggang suaminya.


Halo readers 😁 selamat membaca 😘 jangan lupa kopi sama cemilannya yaaa 😂