Red Pen

Red Pen
Bar



Hari ini menjadi hari yang cukup menyebalkan bagi Adelina. Entah mengapa dia sering kali menjadi salah tingkah ketika berhadapan dengan Fabian.


Malam telah datang, Adelina sudah bersiap dengan memakai jaket miliknya. Dia merasa butuh udara segar untuk membuang kesialannya.


Adelina berjalan mengendap-endap agar tidak menimbulkan suara yang membuat Adele terganggu dari istirahat nya.


...*********...


Adelina menghela nafasnya. Dia melepaskan jaket yang sedari tadi dia kenakan dari rumah. Dirinya memilih menaiki taksi untuk sampai ke sebuah bar yang cukup terkenal di kalangan anak muda.


Tentu dirinya juga manusia biasa, bukankah itu hal lumrah. Sekedar minum dan nongkrong sebentar pikirnya. Adelina berjalan dengan anggun memasuki bangun yang sedikit redup pencahayaan nya itu dengan santai.


"Hanya sekali-sekali tidak masalah bukan." Ucap Adelina yang kemudian menuju meja bartender memesan minuman yang dia inginkan.


Hanya segelas dua gelas mungkin, atau barang kali sedikit lebih banyak. Memilih duduk di salah satu meja yang kosong Adelina mengedarkan pandangannya. Berpikir bagaimana reaksi Adele sahabatnya jika mengetahui tingkahnya saat sudah kecewa berat seperti ini.


"Kau pasti membenci ku jika tahu." Ucap Adelina lirih dengan tersenyum miris.


Adelina tampil cantik dengan balutan dress selutut tanpa lengan dengan model kerah berbentuk v. Sungguh pesona Adelina memang tergolong begitu menggoda.


"Terimakasih." Ucap Adelina setelah menerima minuman yang dipesannya.


Menatap gelas itu dan menggoyangkannya perlahan sebelum dia nikmati. Sungguh Adelina seperti sudah terbiasa dengan minuman itu.


Glek


Glek


Glek


Tidak ada eskpresi yang Adelina tampilkan, hanya seolah meminum air putih mungkin menurutnya.


"Rasanya masih saja sama." Kata Adelina yang menatap gelas kosong di tangannya.


Bukan Adelina namanya jika satu gelas saja sudah puas, dirinya lantas mengangkat tangannya dan meminta sedikit lebih banyak dari apa yang dia kira.


"Iya kalau berdua tentu bareng pawangnya lah!." Kata Fariz menimpali.


"Samperin?." Ucap Martinus dengan menaikkan sebelah alisnya.


Fariz tersenyum simpul. Lalu menarik tangan Martinus berjalan menuju meja Adelina.


"Boleh gabung?." Tanya Fariz tanpa ragu.


Adelina mengangguk tanpa menjawab. Sebenarnya yang dia butuhkan hanyalah ketenangan, namun tidak sopan pikirnya menolak seseorang yang bergabung dengannya terlebih bar semakin ramai pengunjung karena malam yang sudah semakin larut.


"Tin, pesan minum gih." Bisik Fariz.


Martin mengangguk lalu meminta pelayan untuk membawa minuman kesukaan mereka berdua hanya melalui kode tangan.


Tak perlu menunggu lama pelayan itu datang. Fariz dan Martinus tentu dengan senang hati menyambut pelepas dahaga mereka.


"Mau mencobanya?." Tawar Martinus kepada Adelina.


Adelina mengangkat gelas miliknya yang masih sedikit terisi lalu menunjuk botol minuman miliknya yang tinggal setengah. "Terimakasih, tapi tidak untuk kali ini." Ucap Adelina yang kemudian menghabiskan sisa minuman yang ada di gelasnya.


"Wow, pilihan yang bijak bukan?." Bisik Martinus yang langsung diangguki oleh Fariz ketika mengetahui minuman yang dipilih oleh Adelina.


Bahakan untuk sekelas mereka berdua saja, mungkin tidak lebih dari sebulan sekali mereka memilihnya. Lain dengan Adelina yang berpikir bahwa dia akan menikmati setiap rupiah hasil kerja kerasnya.


Mereka bertiga sibuk dengan gelas di tangannya masing-masing dengan Adelina yang masih saja bungkam sementara Fariz dan Martinus palah fokus mengamati sosok Adelina yang begitu cantik dengan riasan naturalnya.


Adelina memilih bangkit dari duduknya setelah melihat jam yang ada dipergelangan tangannya menunjukkan hampir pukul 3 pagi.


"Silahkan dilanjutkan Om, saya permisi." Pamit Adelina yang berjalan meninggalkan mereka.


Fariz dan Martinus hanya melongo dengan sapaan yang Adelina berikan. Setua itu kah mereka di mata seorang Adelina?, atau memang Adelina yang sedikit bergeser otaknya karena pengaruh alkohol pikir mereka.


Halo readers 😁 selamat membaca 😘 jangan lupa kopi sama cemilannya yaaa 😂