
Tanpa terasa petang telah datang. Adele yang merasa kehilangan sahabatnya itu pun bergegas mencari Azka untuk menanyakan keberadaan Adelina.
"Azka!." Panggil Adele yang melihat Azka dari kejauhan.
Azka yang merasa di panggil pun langsung membalikkan badannya.
"Adele?." Lirih Azka seolah bertanya mengapa Adele memanggil namanya.
Adele dengan setengah berlari menghampiri Azka yang berdiri di posisinya.
"Ck, dasar laki-laki tidak peka!. kenapa dia hanya berdiri saja tidak ke mari." Gerutu Adele sembari terus berjalan mendekati Azka.
"Ada apa?." Tanya Azka langsung pada intinya ketika Adele berdiri tepat dihadapannya.
"Sebentar, biarkan aku bernafas dulu." Ucap Adele yang kemudian mengatur nafasnya.
"Dasar aneh, bukan kah kau sudah bernafas bahkan sebelum bertemu dengan ku." Kata Azka.
"Sudah lah jangan membahas tentang ku. Katakan di mana kau menculik sahabat ku?." Cecar Adele dengan berkacak pinggang.
"Sahabat?, yang mana satu?." Tanya Azka yang membuat Adele sedikit jengkel.
"Oh, Adelina. Aku bahkan lupa jika sahabat mu hanya ada satu." Ejek Azka dengan menatap telunjuknya.
"Terserah apa kata mu. Katakan di mana dia?." Kata Adele tak sabaran.
"Tenanglah, lagi pula sahabat mu sedang mempertanggung jawabkan perbuatannya." Jawab Azka santai.
"Tanggungjawab?." Beo Adele yang belum mengetahui masalah apa yang menimpa sahabatnya itu.
"Wah wah wah, persahabatan macam apa yang kalian jalani rupanya. Apa kau tidak tahu jika Pak Fabian alergi bawang bombai karena makan siang kemarin?." Tanya Azka yang langsung membuat Adele terkejut.
"Oh My God!, astaga kesalahan macam apa ini Tuhan?!." Kata Adele yang kemudian berbalik arah dan meninggalkan Azka tanpa mempedulikan Azka yang memanggilnya.
...*********...
Di kediaman Fabian, tepatnya di lantai bawah. Bunda Wiwi dan Ayah Alex tengah duduk santai menikmati secangkir teh hangat mengingat hujan yang mengguyur sejak sore tadi membuat mereka sedikit kedinginan.
"Jadi Bunda minta Adel ke mari?." Tanya Ayah Alex setelah mendengar cerita dari istrinya itu.
Bunda Wiwi mengangguk. "Masih di atas kayaknya deh Yah, tadi kata Azka mereka masih ada di kamar." Jelas Bunda Wiwi.
"Apa nggak apa-apa Bun, mereka itu udah dewasa loh. Lagian Fabian itu juga laki-laki normal." Kata Ayah Alex.
"Ya udah kalo ada apa-apa nikahkan saja mereka, gampang kan." Jawab Bunda Wiwi yang membuat Ayah Alex geleng-geleng.
"Bunda ini ada-ada saja, lebih baik kita lihat mereka sekarang sebelum semuanya terlambat." Usul Ayah Alex.
Bunda Wiwi dan Ayah Alex kemudian berjalan ke lantai atas di mana kamar Fabian berada.
Ceklek
Pintu terbuka.
"Loh, Yah mereka pada tidur tuh." Ucap Bunda Wiwi yang memberitahukan apa yang dia lihat karena Ayah Alex berdiri di belakangnya.
Bunda Wiwi menyingkir dan membiarkan Ayah Alex melihat sendiri penampakan dua insan yang berbeda jenis itu tengah terlelap dalam tidurnya.
Ayah dan Bunda berjalan dengan sangat perlahan takut jika membuat keributan. Ayah mendekat ke arah Fabian yang tertidur di sofa sementara Bunda mendekat ke arah Adelina yang terlelap di ranjang milik Fabian.
"Nak, bangun sudah malam." Ucap Bunda lirih dengan menepuk pelan pundak Adelina.
"Eummm...." Adelina hanya menggeliat namun tidak sampai membuka matanya.
Sementara Ayah Alex hanya duduk di sofa yang masih tersedia tanpa membangunkan Fabian.
Bunda Wiwi tersenyum, sudah sejak lama dia menginginkan seorang putri yang akan dimanjakan nya.
"Hei nona muda, apa kah kau begitu lelah?." Tanya Bunda Wiwi dengan lembut sembari mengelus pucuk kepala Adelina.
Ayah Alex hanya tersenyum melihat istrinya begitu bahagia dengan adanya kehadiran sosok Adelina yang sudah seperti anak mereka.
Bunda Wiwi terkejut ketika mendapati suhu tubuh Adelina yang di rasa cukup panas.
"Ayah!, Adel demam Yah. Cepat panggil dokter!." Panik Bunda Wiwi dengan berteriak dan membuat Fabian langsung bangun dari tidurnya karena mendengar suara teriakan sang Bunda.
Ayah Alex langsung mendekat ke arah Bunda dengan tangannya yang cekatan mengotak-atik ponsel miliknya. Begitupun Fabian yang baru saja terbangun.
"Bun kenapa Bun?!." Panik Fabian melihat bundanya begitu khawatir.
"Adel demam Fab, cepetan panggil dokter!." Kata Bunda Wiwi yang kembali panik.
Fabian tak kalah panik, dirinya langsung menyambar jaket miliknya yang ada di sofa.
"Fab, kamu mau ke mana?." Heran Ayah Alex yang melihat Fabian akan pergi.
"Fabi mau nyari dokter Yah." Jawab Fabian yang masih berusaha memakai jaketnya.
Fabian begitu terburu-buru. Saat dirinya sudah di ambang pintu Ayah Alex memanggilnya dan membuat Fabian berhenti.
"Fab, jaket kamu kebalik. Jangan buat malu deh, lagian Ayah udah minta dokter kita ke rumah." Kata Ayah Alex dengan menahan tawanya melihat tingkah konyol Fabian.
"Oh My God, Ayah kenapa nggak bilang sih?!." Kata Fabian dengan sedikit jengkel lalu langsung memilih duduk selonjoran di lantai. Hampir saja jantungnya serasa mau copot karena kehebohan yang Bunda Wiwi sebabkan.
Halo readers 😁 selamat membaca 😘 jangan lupa kopi sama cemilannya yaaa 😂