Red Pen

Red Pen
Kebetulan Kah?



Hari ini suasana kantor cukup senggang, sebab Fabian sebagai pengawas dan atasan tengah berlibur ke luar negeri semalam. Sedangkan Azka merupakan sosok yang tidak terlalu kaku dalam hal urusan pekerjaan, baginya tidak ada masalah yang timbul itu saja sudah cukup.


Azka dengan semangat menuju lantai 13 tempat di mana kekasih nya tentu berada.


Tok


Tok


Tok


"Morning sayang." Ucap Azka lantang yang membuat Adele gelagapan.


Azka hanya menunjukkan deretan giginya sementara Adele langsung melihat sekeliling.


"Kenapa kau mengejutkan ku?. Untung saja tidak ada orang lain di sini." Omel Adele.


Azka berjalan mendekati Adele yang masih duduk di kursinya. "Maaf, aku terlalu bersemangat untuk bertemu dengan mu." Ucap Azka yang kemudian menarik kursi dan duduk bersampingan dengan Adele.


Adele hanya menghela nafasnya. "Ya ya baiklah, Tuan Azka Aldric yang terhormat. Terserah kau saja." Kata Adele yang kembali sibuk dengan pekerjaannya.


Azka yang tidak terima diacuhkan oleh Adele lantas menarik dan menutup buku yang tengah Adele kerjakan.


"Hei, aku jauh-jauh datang tetapi malah diacuhkan. Lagi pula Fabian sedang berlibur kenapa kau harus susah payah bekerja." Kata Azka yang membuat Adele tak jadi marah.


"Sayang, benar kah yang kau bilang?." Tanya Adele memastikan dengan nada yang tidak lagi ketus.


Azka mengangguk. "Bagaimana jika hari ini kita pergi?." Tawar Azka.


Adele sempat berfikir namun akhirnya dia pun mengangguk setuju. "Baiklah, lagi pula aku akan bosan jika di sini seorang diri." Kata Adele.


Azka menaikan sebelah alisnya. "Sahabat mu?." Tanya Azka menanyakan keberadaan Adelina.


"Dia cuti untuk beberapa hari, dan baru tadi pagi dia mengabari ku. Bahkan semalam saja dia tidak pulang ke rumah." Ucap Adele yang sedikit kesal karena Adelina tidak memberitahunya terlebih dahulu.


"Sudahlah, mungkin dia punya urusan keluarga. Bagiamana jika kita pergi sekarang?." Ajak Azka.


"Tentu saja, kapan lagi memangnya kita akan bebas dari pengawasan atasan mu itu. Lagi pula aku heran kenapa Adelina harus mengambil cuti sekarang, seharusnya dia ada karena atasan mu itu tidak ada." Kata Adele panjang lebar yang membuat Azka bingung.


"Sudahlah, jangan terus menggerutu. Hari ini kita akan bersenang-senang jadi jangan memasang wajah seperti itu, paham?." Ucap Azka yang membuat Adele tersenyum.


"Kau sepertinya semakin pengertian." Kata Adele yang kemudian berdiri dan menggandeng tangan Azka.


Fabian tidak ada, tentu mereka tidak akan melewatkan kesempatan yang ada untuk kencan berdua tentunya.


Di sebuah rumah sakit.


"Terimakasih kasih karena telah menjaga Alister selama ini." Ucap Bunda Wiwi yang menggenggam tangan seorang wanita cantik yang berdiri di hadapannya.


Wanita itu mengangguk. "Tidak masalah, lagi pula aku sama sekali tidak merasa direpotkan." Jawab Glara dengan tersenyum.


"Bun, kita pulang sekarang." Kata Alister yang baru saja datang setelah mengganti pakaiannya.


Bunda menoleh ke arah Alister lalu memeluk putra sulungnya itu. "Terimakasih." Lirih Bunda Wiwi.


Alister mengangkat sebelah alisnya seolah bertanya kepada Glara, Glara menggeleng tidak tahu.


"Apa Fabian tidak ikut dengan kalian?." Tanya Alister setelah Bunda Wiwi melepaskan pelukannya.


"Bunda bahkan lupa untuk memberitahu adek mu." Jawab Bunda Wiwi dengan tertawa kecil.


Mereka bertiga kemudian berjalan menyusuri koridor rumah sakit. Bunda berjalan di samping Alister sementara Glara ada dibelakangnya.


*Parkiran.


"Apa kau tidak ikut dengan kami?." Tanya Alister kepada Glara kekasihnya.


Glara menggeleng. "Aku bawa mobil, kalian berhati-hatilah di jalan. Kabari aku jika sudah sampai." Jawab Glara.


Alister mengangguk lalu masuk ke dalam dan duduk di kursi penumpang, sementara Ayah Alex yang mengemudi.


Sepanjang perjalanan, Bunda Wiwi tidak melepaskan pandangan sedetik pun dari Alister.


"Ada apa Bun?." Tanya Alister.


Bunda memukul lengan Alister. "Kau ini, berhentilah bersikap kaku seperti itu. Apa kau mau melajang seumur hidup mu?." Omel Bunda Wiwi yang membuat Ayah Alex tertawa.


"Hahaha, bukan kah Alister sudah mempunyai Glara." Timpal Ayah Alex.


"Ayah benar Bun." Kata Alister setuju.


Bunda Wiwi hanya mendengus sebal. Namun dirinya sangat bersyukur karena kini sumber kebahagiaan nya telah datang kembali.


Halo readers 😁 selamat membaca 😘 jangan lupa kopi sama cemilannya yaaa 😂