Red Pen

Red Pen
Curiga



Adelina begitu bahagia karena keinginannya telah Alister penuh. Jarum jam menunjukkan pukul 1 dini hari. Dengan perlahan Adelina berusaha untuk ke luar dari kamar yang dia dan Alister tempati.


Ceklek


Adelina telah berhasil ke luar dari kamar tanpa membuat kegaduhan. Kini saatnya dia pergi ke kamar Fabian yang terletak persis di samping kamarnya.


"Bian, ini aku." Lirih Adelina yang membuat Fabian segera menyuruh Adelina untuk masuk ke kamarnya.


"Ku pikir tidak jadi." Kata Fabian.


"Aku bagaimana bisa lupa." Jawab Adelina yang kemudian memilih duduk di ranjang milik Fabian.


"Akan aku ambilkan dulu." Ucap Fabian yang kemudian membuka lemari bajunya dan mengambil sesuatu yang membuat Adelina berbinar-binar.


Mereka baru saja tertawa di atas ranjang dengan saling melempar bantal, namun tiba-tiba pintu kamar Fabian di buka paksa dadi luar.


Braaakkkk


Adelina dan Fabian menoleh bersamaan ke arah pintu di mana terdapat Alister yang berdiri menatap tajam mereka.


"Kakak!." Panik Fabian yang langsung berdiri.


Alister melangkah mendekati mereka yang terlihat semakin panik.


"Tidak, Ai dengarkan dulu penjelasan kami." Ucap Adelina yang tanpa sadar memanggil Alister dengan panggilan Ai.


Alister mendekat menatap Adelina yang tampak ketakutan.


"Apa?!." Kata Alister dengan nada yang meninggi.


Fabian tentu saja panik. "Kak, ini bukan seperti yang ada dalam bayangan mu." Ucap Fabian yang tidak digubris oleh Alister.


"Kalian ini benar-benar keterlaluan." Kata Alister tidak menyangka.


"Ai." Lirih Adelina.


"Kenapa kalian tidak mengajak ku juga untuk bersenang-senang hah?." Omel Alister yang membuat Fabian dan Adelina melongo.


"Apanya?." Lirih Adelina bingung.


"Astaga, ku pikir kakak mengira kami yang tidak-tidak." Kata Fabian.


"Sebentar." Ucap Fabian lagi yang bergegas menutup pintu dan menyiapkan tiga buah gelas yang akan mereka gunakan.


Cheers


Kompak mereka dengan penuh senyuman. Fabian dan Alister bahkan bersaing untuk siapa yang paling kuat dan jago melawan pengaruh alkohol, sementara Adelina hanya minum satu kali karena memang saat ini dirinya hanya ingin mencicipi bukan minum seperti biasa.


Tepat pukul 3 dini hari, mereka semua terlelap di kamar Fabian. Alister dan Fabian tidur di sofa sedang Adelina di ranjang milik Fabian. Tidak lupa kali ini Alister mematikan AC agar Adelina tidak kembali demam seperti kemarin.


...*********...


Matahari telah naik, namun mereka bertiga belum juga nampak batang hidungnya. Bunda dan Ayah yang penasaran, akhirnya memutuskan untuk naik ke lantai atas.


Bunda sempat terkejut ketika mendapati kamar Alister dan Adelina kosong. Namun mereka berfikir jika mungkin saja mereka berdua sudah pergi ke luar tanpa mengabari.


Tok


Tok


Tok


Kamar Fabian menjadi tujuan mereka sekarang, Bunda yang tidak sabaran akhirnya langsung membuka pintu kamar Fabian yang memang jarang di kunci.


Alangkah terkejutnya Bunda dan Ayah ketika melihat pemandangan Adelina yang tertidur di ranjang milik Fabian. Bunda masuk dan mengedarkan pandangannya, dia melihat Fabian dan Alister tidur di sofa dengan kaki yang saling menindih.


"Kalian bertiga!, bangun sekarang!." Teriak Bunda Wiwi yang membuat ketiga manusia itu tersentak kaget.


Emosi Bunda Wiwi dan Ayah Alex memuncak ketika melihat botol minuman yang berceceran di lantai.


Gedebug


Fabian dan Alister jatuh ke lantai karena kaki mereka yang saling melilit. Sementara Adelina langsung duduk di ranjang dengan mata yang masih mengantuk.


Akan kah kesalahan mereka kali ini membuat Bunda Wiwi murka?.


Halo readers 😁 selamat membaca 😘 jangan lupa kopi sama cemilannya yaaa 😂