Red Pen

Red Pen
Rekan Seperjuangan



Kamar kos ukuran minimalis menjadi pilihan Adelina untuk berteduh. Sebuah kamar yang bisa dibilang lebih dari cukup untuk gadis yang hanya tinggal seorang diri di sini.


Adelina melemparkan tas nya ke kasur miliknya yang langsung beralaskan lantai. Menghembuskan nafasnya perlahan seolah melepas penatnya setelah seharian penuh membereskan barang-barang miliknya untuk di bawa pulang.


Menatap langit-langit kamar Adelina teringat akan pena yang ditemukannya saat di halte tadi. Dirinya bangkit dan mengambil secarik kertas.


"Huh!, jika bukan karena kalian bagaimana caranya aku menenangkan cacing milik ku yang selalu berdemo?." Ucap Adelina dengan menatap secarik kertas dan pena yang ada di tangannya.


Coretan demi coretan Adelina tuangkan dalam secarik kertas itu, hampir seluruh bagian terisi penuh dengan tulisan Adelina.


Setelah menyelesaikan kegiatannya, Adelina segera membersihkan dirinya dan bergegas beristirahat mempersiapkan tenaga untuk hari esok dan ke depannya.


...*********...


Pagi telah datang, sebuah bangunan megah dengan puluhan ribu karyawan sungguh membuat Adelina berdecak kagum. Siapa gerangan pemilik perusahaan itu pikir Adelina.


"Tenang Adel, kamu pasti bisa. Semangat oke!." Ucap Adelina lirih menyemangati dirinya sendiri.


Setelah menunggu hampir sekitar 2 jam, giliran namanya lah yang dipanggil pihak HRD. Entah keberuntungan dari mana dirinya mendapat peluang emas.


"Adelina Adora, silahkan masuk." Ucap petugas yang berjaga di depan ruangan.


Adelina bangkit dari duduknya. Dikeluarkan nya sebuah pena antik milik sosok pemuda bernama Ai yang kemarin di temui nya.


"Pak Ai, ku mohon berikan keberuntungan mu pada ku." Ucap Adelina yang memejamkan matanya dengan memegang pena itu.


"Adelina Adora?." Panggil petugas itu lagi.


"I...iya, saya hadir Pak." Ucap Adelina sedikit berteriak dan bergegas mendekat ke arah pintu yang tertutup.


Dengan menghela nafas panjang, Adelina membuka pintu tersebut dengan penuh kepercayaan diri.


Pintu terbuka. Adelina menganggukkan kepalanya lalu berjalan mendekat ke arah meja HRD.


"Selamat pagi Pak Fabian." Ucap Adelina yang menyapa sosok laki-laki dengan setelan jas kantor yang kini duduk di hadapannya.


Fabian mengangguk. "Duduk lah." Titah Fabian.


Adelina langsung menarik kursi itu sedikit ke belakang lalu duduk dengan tegak dan memangku kaki kanannya duduk menyamping.


" Terimakasih." Ucap Adelina dengan tersenyum.


Fabian membuka berkas yang kini telah ada di tangannya. "Adelina Adora, sebelumnya di mana Anda bekerja?." Tanya Fabian memulai perbincangan di antara mereka.


"Benar Pak dengan saya Adelina Adora. Sebelumnya saya bekerja di salah satu perusahaan yang bergerak juga di bidang kepenulisan. Lebih tepatnya bisa dibilang kompetitor dari perusahan tempat Anda." Ucap Adelina dengan lantang.


Fabian tersenyum tipis. "Lantas mengapa Anda berada di sini?, ingin bekerja atau sebagai mata-mata?." Cecar Fabian dengan memperhatikan mimik wajah yang Adelina tampilkan.


Adelina tersenyum manis. "Jika memang itu tujuan saya, tentu saya tidak akan mau repot-repot ikut mengantre di luar bukan? Bisa saja dengan menjadi salah satu orang dekat di antara para petinggi sepertinya." Jawab Adelina yang membuat Fabian tertawa kecil.


"Hahaha...maaf. Aku hanya sedang bercanda." Ucap Fabian yang kemudian kembali bersikap seperti biasa.


"Jadi apa alasan resign sebelumnya?." Tanya Fabian dengan nada serius.


"Saya melakukan pekerjaan itu dengan sungguh-sungguh, tetapi jika perusahaan tidak mampu mendukung kemampuan yang saya miliki, bukan kah lebih baik saya berhenti?." Terang Adelina dengan kalimat tanya.


Fabian mengangguk seolah setuju dengan apa yang Adelina katakan. "Kau benar, harus ada keseimbangan di antara ke duanya." Jawab Fabian.


Fabian lalu menorehkan tanda tangan di lembar perjanjian kontrak. "Tanda tangani lah, besok hari pertama mu untuk bekerja di sini." Ucap Fabian yang kemudian menggeser selembar kertas yang yang mempunyai nilai guna hukum itu.


Halo readers 😁 selamat membaca 😘 jangan lupa kopi sama cemilannya yaaa 😂