
"Alister akan menikah." Ucap Alister yang semula membuat Bunda Wiwi dan Ayah Alex tersenyum bahagia.
"Benarkah?, lalu kapan kita akan melamar Glara?." Tanya Bunda Wiwi antusias.
Alister menggeleng. "Bukan dengan Glara Alister akan menikah." Jawab Alister yang membuat ke dua orang tuanya bingung.
"Alister, apa maksudnya?." Tanya Bunda Wiwi lagi.
"Apa kau punya wanita selain Glara?." Ucap Ayah Alex dengan tegas.
"Tidak Yah." Jawab Alister.
"Alister telah menodai seorang wanita dan Alister akan bertanggungjawab untuk itu." Kata Alister tanpa jeda.
Deg
Ayah Alex dan Bunda Wiwi terkejut dengan jawaban Alister. Mereka yang semula bernafas lega kini seolah merasa tengah tercekik.
Plak
Ayah Alex menampar Alister. "Brengs*ek!, kapan ayah mengajari mu menjadi tidak bermoral seperti itu?!." Bentak Ayah Alex.
Telah gagal kah dia menjadi seorang Ayah?.
Alister tidak bergeming dari tempatnya. "Besok Alister akan datang meminta ijin kepada orang tuanya. Alister harap Bunda dan Ayah menerima keputusan Alister." Terang Alister yang kemudian melangkah pergi hendak ke kamarnya.
"Alister. Setidaknya jangan buat malu kami, belilah sesuatu yang pantas untuk calon mertua mu." Ucap Ayah Alex yang membuat Alister berhenti dan menoleh ke arah mereka.
"Tentu." Jawab Alister yang kembali menuju kamarnya.
"Yah...." Lirih Bunda Wiwi.
Ayah memeluk Bunda Wiwi. "Setidaknya Alister bertanggungjawab dan tidak melarikan diri." Ucap Ayah Alex yang membuat Bunda Wiwi mengangguk.
...*********...
Pagi telah datang, setelah semalaman Alister sibuk mencari informasi tentang Adelina. Alister kini bersama dengan ke dua orang tuanya tengah dalam perjalanan mereka. Sementara Fabian tidak ikut karena harus menghandle urusan kantor yang Alister tinggalkan.
Sebuah halaman yang cukup luas menjadi pilihan Alister untuk menghentikan mobil yang dia kendarai.
"Alister, apa kau yakin ini tempatnya?." Tanya Bunda Wiwi penasaran.
Memang keluarga mereka tergolong kaya, namun tetap saja Bunda Wiwi masih merasa cemas dengan calon menantu mereka.
Alister mengangguk, laku melihat kembali secarik kertas yang bertuliskan sebuah alamat.
Ayah dan Bunda lantas mengekor di belakang Alister.
Tok
Tok
Tok
Alister mengetuk pintu sampai tiga kali, terdengar helaan nafas panjang Alister. Ayah memeluk pundak Alister.
"Kami akan mendukung mu." Lirih Ayah yang membuat Alister mengangguk dan Bunda tersenyum.
Ceklek
Pintu terbuka, menampilkan sosok laki-laki yang sudah berumur namun terlihat masih bugar.
Mereka bertiga menatap sang tuan rumah.
"Loh, Om Abeer?." Ucap Bunda Wiwi terkejut dengan sosok yang dia temui sekarang.
Kakek Abeer tampak mengerutkan keningnya.
"Ini Wiwi Om. Caecilia Citraningtyas Winanti sahabatnya Vita Om." Kata Bunda Wiwi antusias.
"Wiwi, ini beneran kamu?." Tanya Kakek Abeer memastikan.
Bunda Wiwi mengangguk, Kakek Abeer langsung memeluk Bunda Wiwi melepaskan rasa rindu yang ada di antara mereka.
"Om apa kabar?, Wiwi kira Om masih di luar negeri." Kata bunda Wiwi basa-basi.
"Om baik, kamu sendiri apa kabar?." Tanya balik Kakek Abeer.
"Ini pasti Alex kan pacar kamu yang dulu?." Tebak Kakek Abeer dengan menunjuk Ayah Alex.
"Hahaha, Om masih ingat rupanya." Ledek Ayah Alex.
"Tentu saja, bukan kah jika kalian bolos selalu datang ke rumah Om sepeti Vita dan Gilang." Kata kakek Abeer yang membuat Bunda Wiwi malu.
"Lebih baik kita masuk dan mengobrol di dalam, sudah lama kita tidak berkumpul bukan?." Ajak Kakek Abeer dengan tangan terbuka.
Bunda, Ayah dan Alister pun masuk dengan Alister yang kebingungan dengan keakraban mereka bertiga. Salah rumah kah Alister pikirnya.
Halo readers 😁 selamat membaca 😘 jangan lupa kopi sama cemilannya yaaa 😂