Red Pen

Red Pen
Kantor



Tiga hari telah berlalu sejak hari pernikahan mereka. Pagi ini Adelina membuka matanya.


"Aneh." Batin Adelina yang kemudian memandang ke sekeliling nya.


"Udah bangun?." Ucap Alister yang mendekatkan wajahnya dan membuat Adelina terkejut.


"Astaga, aku pikir siapa." Ucap Adelina yang menjauhkan wajahnya dari Alister.


Namun sayang Alister malah memeluk erat pinggangnya. "Mau ke mana?, lagian masih pagi." Kata Alister yang membuatnya Adelina berontak.


"Mau kerja lah, emang mau ngapain lagi. Udah lepas deh, aku pengen mandi." Kata Adelina yang merasa gerah.


Alister melepaskan pelukannya lalu duduk di atas ranjang. "Kamu emang mau berangkat hari ini?." Tanya Alister ketika Adelina sudah berdiri dan hendak ke kamar mandi.


Adelina mengangguk. "Bentar lagi karya ku up, aku nggak bisa gitu aja dong stuck di tengah jalan." Jelas Adelina yang membuat Alister mengangguk.


Adelina bergegas mandi dan bergantian dengan Alister, meski hubungan mereka masih pada tahap itu-itu saja, Adelina bersyukur Alister bukanlah sosok laki-laki yang menyebalkan baginya.


...*********...


*Kantor.


Alister dan Adelina berpisah setelah menaiki lift karena letak ruangan mereka yang berbeda. Sebagai suami, Alister sebenarnya menginginkan Adelina untuk tetap di rumah apa lagi ditambah isterinya yang tengah berbadan dua.


"Welcome back." Ucap Adelina dengan senang ketika telah duduk di kursinya.


"Pengantin baru kok udah ngantor aja sih." Ledek Adele yang duduk mendekat ke arah Adelina.


"Lah emang harus ngapain di rumah?, mending aku kerja lah dapet uang." Jawab Adelina.


"Duh jadi pengen nikah deh." Kata Adele.


"Minta Azka buat lamar apa susahnya sih." Usul Adelina.


Adele cemberut. "Iya masa cewek duluan yang minta, gengsi lah." Jawab Adele.


"Makan tuh gengsi, lagian kan kalau kalian nikah kita bakal jadi saudara dong. Kan Azka ponakannya Bunda." Jelas Adelina yang membuat Adele ngebet pengen nikah.


"Bisa nggak sih jangan buat iri." Kata Adele yang membuat Adelina tertawa.


"Hahaha, kan ada yang ngebet nikah tuh." Ledek Adelina.


Tiga jam telah berlalu, Adele tengah fokus dengan pekerjaannya sementara Adelina hanya duduk tanpa melakukan apapun.


Adelina menggeleng. "Mager banget, jadi pengen pulang." Ucap Adelina yang membuat Adele geleng-geleng.


"Pulang aja lah, lagian suami sendiri yang punya kan." Jawab enteng Adele.


"Pinter banget sih idenya." Kata Adelina dengan senyum mengembang.


Adelina langsung memakai jaketnya dan mengambil tas miliknya. "Pulang duluan Adele ku sayang, bye-bye." Pamit Adelina yang membuat Adele melongo.


...*********...


Adelina berniat untuk menemui Alister di ruangannya untuk meminta ijin pulang terlebih dahulu, dirinya saat ini sangat merindukan ke dua orang tuanya. Terlebih mereka sama sekali tidak bisa menyaksikan dirinya kemarin saat di hari bahagia.


Adelina mengetuk pintu perlahan lalu membuka pintu ruangan Alister.


"Ma-." Ucap Adelina yang terjeda karena ada sosok wanita yang tengah bersama suaminya.


"Alister, aku mencintaimu." Ucap Glara dengan memegang ke dua tangan Alister.


Mereka berdua saling bertatapan, sebelum pada akhirnya Alister menatap ke arah pintu yang sedikit terbuka di mana Adelina tengah memerhatikan dirinya dan juga Glara.


Alister melepaskan tangan Glara yang sedari tadi menggenggam tangannya. "Adelina." Lirih Alister.


Adelina tersenyum lalu berjalan mendekat ke arah Alister.


"Mas." Panggil lembut Adelina yang membuat Alister berdebar. Baru kali ini Adelina begitu menggetarkan dirinya hanya melalui sebuah suara.


"Ini siapa?." Tanya Adelina yang menunjuk ke arah Glara.


"Dia Glara." Jawab Alister singkat.


Adelina menatap Glara. "Teman?". Tanya Adelina.


Alister tidak menjawab, Adelina berinisiatif mengulurkan tangannya. "Adelina Adora." Ucap Adelina dengan tersenyum.


Glara menerima uluran tangan Adelina. "Kamaniya Glara Arshavina." Balas Glara dengan senyumannya juga.


Adelina kini menatap Alister. "Kalau begitu aku permisi, sepertinya aku salah masuk ruangan karena sedang mencari Bian." Ucap Adelina yang kemudian meninggalkan mereka berdua.


Adelina sempat melirik Glara lalu tersenyum tipis. Lantas bagaimana perasaannya kini?, benarkah statusnya sudah berlaku bagi Alister.


Halo readers 😁 selamat membaca 😘 jangan lupa kopi sama cemilannya yaaa 😂