Red Pen

Red Pen
Tangisan



"Rumah sepi banget?." Tanya Azka yang baru saja menginjakkan kakinya di rumah Adele.


Adele berjalan dan meletakan tas miliknya di sofa.


"Minta minum dong." Pinta Azka yang sudah duduk di sofa tanpa menunggu dipersilahkan.


Adele mengangguk lalu berjalan menuju dapur dan membuka lemari pendingin. Saat dirinya tengah berada di dapur, samar-samar Adele mendengar suara orang yang menangis.


Adele yang sudah mengambil dua buah kaleng minuman beroda lantas meletakkannya di meja dapur.


Tap


Tap


Tap


Adele melangkah ke arah kamar Adelina yang sedikit terbuka. Dengan perlahan Adele mendorong pintu kamar hingga terbuka sempurna.


"Adelina." Kata Adele yang terkejut melihat Adelina menangis dengan duduk bersandar di lantai.


Adelina masih terisak dalam tangisnya sampai tidak menyadari kehadiran Adele ke kamarnya


"Hei, katakan siapa yang membuat mu menangis seperti ini?." Ucap Adele yang langsung memeluk Adelina.


"Hiks...hiks...!, dia jahat. Sangat jahat." Lirih Adelina yang masih sesegukan.


Adele menepuk perlahan punggung Adelina. "Sudahlah jangan menangis, ada aku di sini tenang lah." Ucap Adele mencoba menenangkan Adelina.


Perlahan Adelina sedikit membaik.


"Bercerita lah jika sudah siap. Aku akan menjadi pendengar baik mu." Kata Adele lagi yang melepaskan pelukannya.


Adelina mengangguk, lalu mulai menceritakan sebuah fakta yang dia dapat dari Fonna. Fakta tentang Fabian yang tidak lah sebaik dia kira.


"Jadi mereka sudah itu?." Tanya Adele ambigu.


Adelina mengangguk. "Fonna bahkan sudah mengandung. Aku harus bagaimana?, dia meminta ku menikah dengannya tetapi di sisi lain Bian juga akan menjadi ayah dari bayi Fonna." Kata Adelina yang kembali terisak.


"Jangan menangis, sudahlah. Keputusan mu sudah tepat. Memangnya kau tega akan memisahkan seorang anak dengan sosok ayahnya?." Tanya Adele yang langsung dijawab gelengan kepala oleh Adelina.


"Tapi aku sudah menampar Bian hiks..., apa aku sudah keterlaluan?." Tanya Adelina.


Adele hanya tersenyum. "Jika aku ada di sana mungkin aku akan menumpahkan minuman ke wajahnya lalu memukuli kepalanya hingga dia tidak sadar." Jawab Adele yakin.


Adelina merasa sedikit terhibur karena kehadiran Adele saat ini. "Berjanjilah kepada ku untuk tidak memberitahu siapapun." Ucap Adelina yang langsung diangguki oleh Adele.


"Aku di sini saja, lagi pula dia pasti akan banyak bertanya jika melihat ku dengan mata yang sembab. Kau pergilah temani dia, aku sudah tidak apa-apa." Jawab Adelina.


"Aku pergi, beristirahat lah dan jangan terlalu banyak berfikir. Aku selalu mendukung mu sebagai seorang sahabat." Ucap Adele yang kemudian pergi dari kamar Adelina.


...*********...


Kembali ke ruang tamu di mana ada Azka yang tengah menunggu.


"Maaf, aku baru saja berbincang dengan Adelina di kamarnya." Ucap Adele yang menyerahkan sekaleng minuman kepada Azka dan duduk di sampingnya.


"Terimakasih, apa ada sesuatu yang terjadi?." Tanya Azka yang langsung menenggak minumnya.


"Tidak ada." Jawab Adele yang kemudian juga ikut duduk di sofa menemani Azka.


Mereka berdua kemudian saling berbagi cerita ketika mereka sama-sama berpisah sebelumnya, hingga beberapa waktu yang lalu Azka memintanya kembali menjadi seorang kekasih.


...*********...


Sementara itu di sisi lain, Fabian tengah di landa amarah dan kecewa. Cintanya di tolak mentah-mentah oleh Adelina.


"*Bian laki-laki brengs*ek!, aku tidak akan sudi menikah dengannya*."


Sepenggal rekaman yang sudah ratusan kali Fabian putar di ponselnya. Sebuah rekaman suara milik Adelina yang Fonna berikan kepadanya.


Fabian bahkan melampiaskan amarahnya dengan menghabiskan 3 botol minuman beralkohol dengan kadar yang cukup tinggi.


Diusapnya layar ponsel miliknya.


Tut


Tut


Tut


Sebuah nada sambung terdengar ketika Fabian menghubungi seseorang.


"Halo?." Sapa seorang wanita cantik yang ada di seberang sana dengan suara yang lemah gemulai.


"Temani aku malam ini di tempat biasa." Ucap Fabian yang kemudian langsung memutuskan sambungan teleponnya.


Akan kah malam ini Fabian menuntaskan kekesalannya?, atau malah berolah raga dengan wanita cantik yang dia puja?.


Halo readers 😁 selamat membaca 😘 jangan lupa kopi sama cemilannya yaaa 😂