Red Pen

Red Pen
Menjadi Awal



Adelina terkejut ketika tiba-tiba Alister memeluk nya dari belakang. Adelina hendak menoleh ke arah suaminya namun Alister melarang.


"Mas." Lirih Adelina yang sedikit merasa canggung.


Alister menggeleng. "Jangan bergerak, biarkan seperti ini saja sebentar." Ujar Alister dengan menaruh dagunya di pundak Adelina sembari mengendus wangi tubuh Adelina.


Alister memeluk perut Adelina namun tidak terlalu kuat dan kemudian perlahan mengelusnya.


"Apa dia baik-baik saja?, aku minta maaf untuk semalam." Lirih Alister dengan sungguh-sungguh.


Adelina tersenyum tipis. "Dia tidak apa-apa, jangan khawatir." Ucap Adelina yang ikut mengelus perutnya yang masih rata.


Alister membalikkan tubuh Adelina. "Apa bisa kita memulainya dari awal?." Tanya Alister dengan menatap manik mata Adelina.


Adelina tersentuh dengan perkataan Alister, bahkan kini sudut matanya mulai berair.


"Jangan menangis, jika tidak bisa maka tak apa. Aku akan menunggu." Ucap Alister yang tidak tega melihat Adelina meneteskan air mata.


Adelina menggeleng. "Aku mau. Aku mau kita memulainya lagi." Jawab Adelina yang langsung membuat Alister tersenyum dan memeluknya.


"Terimakasih, terimakasih untuk kesempatan ke dua ini." Ucap Alister dengan mengecup pucuk kepala Adelina berkali-kali.


Seperti inikah rasanya saling memiliki pikir Alister.


Alister seolah tak puas dengan kecupan yang dia berikan kepada Adelina, Alister bahkan memeluk Adelina sedikit lebih lama seolah tidak rela jika isterinya melangkah entah ke mana.


"Mas, bisa kau lepas dulu pelukannya. Aku susah bernafas." Keluh Adelina yang membuatnya Alister tersadar.


"Maafkan aku, aku janji tidak akan mengulanginya." Kata Alister dengan memandangi wajah Adelina.


Adelina menggeleng. "Jangan kepada ku, minta maaf lah kepadanya. Sepertinya dia sedikit marah." Ucap Adelina sembari menunjuk ke perutnya di mana kini telah tumbuh buah hati mereka.


Alister berjongkok lali mengusap pelan perut Adelina. "Maaf baby, Daddy terlalu bersemangat tadi." Ucap Alister dengan menitihkan air matanya bahagia.


Dia terharu ketika dirinya akan menjadi seorang ayah dari anak yang Adelina kandung selama sembilan bulan ke depan, tidak bukan sembilan bulan mungkin. Karena pada nyatanya mereka saja belum mengetahui usia kandungan Adelina.


...*********...


Libur akhir pekan Adelina dan Alister gunakan untuk berbelanja dan menginap di rumah lama yang dulu Adelina tempati dengan Adele.


"Apa kita perlu minuman bersoda?." Tanya Alister ketika Adelina berhenti di depan rak dengan berbagai merek minuman bersoda.


"Hanya beberapa untuk Adele, dia pasti suka." Jawab Adelina yang masih sibuk memilih.


"Untuk Adele atau untuk mu?." Tanya Alister yang membuat Adelina hanya menampilkan senyum pasta gigi.


"Hanya sedikit tidak apa kan." Lirih Adelina yang membuat Alister menggeleng


Adelina cemberut. "Kenapa tidak, kau aja boleh." Protes Adelina.


Alister mengelus pucuk kepala Adelina. "Karena baby tidak akan suka, kau mengerti?." Ucap Alister lembut.


Adelina menghela nafasnya. "Apa aku harus menjauhinya?, bukan kah itu akan sangat lama." Kata Adelina.


"Lebih baik kita ke sana." Ajak Alister yang kemudian menggandeng tangan Adelina agar tidak tergoda minuman bersoda.


Mereka terus berkeliling mencari sesuatu yang akan mereka bawa selama menginap di tempat lama Adelina.


"Mas." Panggil Adelina dengan menarik lengan Alister karena suaminya itu berjalan mendahuluinya.


Alister menoleh ke belakang. "Ada apa?, apa ada yang tertinggal?." Tanya Alister.


Adelina menggeleng. "Aku lelah, bisa kita istirahat sebentar?." Pinta Adelina.


"Tunggu di sini sebentar." Titah Alister yang kemudian pergi meninggalkan Adelina.


Tak berselang lama Alister datang kembali dengan membawa sebuah kursi yang entah dari mana dia dapatkan.


"Duduk lah." Kata Alister yang langsung diangguki oleh Adelina.


Alister kemudian memberikan air mineral untuk di minum Adelina walaupun dirinya tidak yakin jika isterinya itu haus.


"Terimakasih." Ucap Adelina dengan tersenyum. "Ini jauh lebih baik dari tadi." Lanjut Adelina yang merasa senang dengan perhatian yang Alister berikan.


Halo readers 😁 selamat membaca 😘 jangan lupa kopi sama cemilannya yaaa 😂