Red Pen

Red Pen
Mantan Calon Menantu



Akhir pekan telah tiba, di kediaman rumah keluarga Fabian mereka kedatangan sosok tamu yang tidak diundang.


Tok


Tok


Tok


Bunda Wiwi yang sedang duduk di ruang tengah langsung bergegas membukakan pintu untuk menilik siapa yang pagi-pagi begini sudah berkunjung.


Ceklek


Bunda Wiwi membuka pintu, dilihatnya sosok wanita cantik nan anggun berkunjung ke kediamannya.


"Pagi Tante." Sapa nya dengan ramah dan senyum merekah.


"Fonna?. Pagi juga sayang, Tante pikir siapa yang berkunjung tadi. Ayo masuk sayang." Kata Bunda Wiwi yang mempersilahkan Fonna masuk ke dalam dengan tangan terbuka.


Bunda Wiwi dan Fonna melangkah masuk bersama dengan sesekali saling bertukar kabar.


"Duduk dulu Fon, biar Tante buatkan minum dulu." Kata Bunda Wiwi yang kemudian berjalan menuju dapur sementara Fonna hanya mengangguk.


Tak berselang lama, Bunda Wiwi kembali ke ruang tengah dengan membawa dua cangkir teh manis hangat untuk dirinya dan juga Fonna.


"Kamu apa kabar?." Tanya Bunda Wiwi sembari meletakan cangkir yang berisi minuman itu di meja.


"Makasih Tante, maaf jadi ngerepotin. Kabar Fonna baik kok. Tante sama Om gimana kabarnya?. Udah lama deh kayaknya Fonna nggak main ke sini." Kata Fonna dengan terus memberikan senyum manisnya.


Bunda Wiwi meletakkan cangkir miliknya dan duduk di samping Fonna.


"Kabar Tante sama Om baik kok." Jawab Bunda Wiwi.


"Rumah tumben sepi Tan, Om Alex sama Fabi nggak di rumah?." Tanya Fonna yang belum melihat ke dua sosok laki-laki yang ada di rumah ini.


Bunda Wiwi tersenyum. "Om lagi ada urusan, kamu tahu sendiri kan meskipun akhir pekan tapi urusan kantor tetep numpuk." Jelas Bunda Wiwi.


"Oh gitu ya Tan. Kalau Fabi nya ke mana?." Tanya Fonna lagi.


Baru saja Bunda Wiwi hendak menjawab, dari luar terdengar suara deru mobil milik Fabian.


"Tuh suara mobilnya, biasalah anak muda suka main kalau akhir pekan kan." Ucap Bunda Wiwi yang kemudian menyeruput secangkir teh miliknya.


"Di minum dulu Fon, takut nggak enak kalau udah dingin." Kata Bunda Wiwi.


"Iya Tan, sekali lagi makasih." Jawab Fonna yang kemudian mencicipi secangkir teh buatan Bunda Wiwi.


"Assalamualaikum Bun." Ucap Fabian yang baru saja melangkah masuk ke dalam.


"Wa'alaikumsalam, udah pulang nak?. Sini, kita kedatangan tamu." Ucap Bunda Wiwi yang berjalan mendekat ke arah pintu.


Fabian menyalami punggung tangan Bunda Wiwi. "Siapa Bun yang datang?." Tanya Fabian yang belum melihat sosok Fonna yang datang berkunjung.


"Hai Fab, apa kabar?." Tanya Fonna yang muncul dari belakang Bunda Wiwi.


"Fonna?, tumben kamu ke sini." Kata Fabian.


"Assalamualaikum Bun." Ucap Adelina yang baru saja masuk karena harus membawa beberapa barang milik Fabian.


"Wa'alaikumsalam nak, loh kenapa kamu yang bawa sih." Protes Bunda Wiwi yang melihat Adelina tampak kesusahan.


"Fab, kamu gimana sih jadi cowok. Masa barang punya mu Adel yang bawa." Omel Bunda Wiwi yang membuat Fabian langsung mengambil alih barang miliknya.


Adelina menyalami punggung tangan Bunda Wiwi. "Loh, ada tamu Bun?." Tanya Adelina yang melihat sosok cantik di samping Bunda Wiwi.


Bunda Wiwi mengangguk dan tersenyum. "Kenalin ini Fonna, Fonna kenalin ini Adelina." Kata bunda Wiwi.


Adelina mengulurkan tangannya kepada Fonna dan begitu juga sebaliknya. Mereka saling berjabat tangan.


"Adelina Adora." Ucap Adelina.


"Adara Fonna Rosita, calon mantu keluarga Pratama." Kata Fonna memperkenalkan dirinya tanpa ragu.


Adelina hanya tersenyum. Kemudian sedikit berbisik kepada Bunda Wiwi. "Bun, keluarga Pratama tetangga sebelah ya?." Tanya Adelina yang belum mengetahui keluarga mana yang di maksud Fonna.


Bunda Wiwi tertawa kecil mendapati pertanyaan itu dari Adelina. Begitupun Fabian yang juga mendengar apa yang Adelina katakan.


Fonna sempat heran, bagaimana sosok gadis yang baru saja dikenalnya itu tidak mengetahui siapa keluarga Pratama.


"Fabi sama Adel masuk dulu ya Bun." Pamit Fabian yang mengekori Adelina.


Bunda hanya mengangguk dengan masih tertawa kecil.


Fabian dan Adelina menaiki anak tangga satu persatu.


"Bian, keluarga Pratama itu tetangga yang sebelah mana emangnya?." Tanya Adelina penasaran.


Fabian tertawa kecil. "Kamu tahu naman lengkap aku?." Tanya Fabian yang membuat Adelina menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Fabian.


Adelina mengangguk. "Fabian Mikko Pratama." Ucap Adelina yang kemudian menyadari keluarga Pratama yang di maksud Fonna adalah keluarga Ayah Alex dan Bunda Wiwi.


"Astaga!, jadi dia?." Ucap Adelina menggantung dengan menutup mulutnya yang sedikit terbuka karena terkejut.


"Jadi?." Beo Fabian penasaran.


Adelina justru tertawa dan hal itu membuat Fabian heran. "Kenapa?, ada yang salah?." Tanya Fabian yang membuat Adelina menggeleng.


"Nggak cuma lucu aja deh." Jawab Adelina dengan masih tertawa.


Fabian mengangkat sebelah alisnya.


"Katanya sih calon mantu, tapi kok manggilnya Tante. Kalah dong sama aku berarti." Kata Adelina yeng menjelaskan kenapa dia tertawa.


"Anak kecil nggak boleh sombong." Kata Fabian yang mendahului Adelina dengan menyempatkan mengacak rambut Adelina.


"Bian!, awas aja ya!." Pekik Adelina sedikit berteriak hingga membuat Fonna dan Bunda Wiwi yang ada di lantai bawah menoleh ke arah tangga.


Halo readers 😁 selamat membaca 😘 jangan lupa kopi sama cemilannya yaaa 😂