Red Pen

Red Pen
Double



"Adelina...." Teriak seorang wanita ketika melihat Adelina yang berjalan memasuki gedung perusahan di hari pertamanya bekerja.


Adelina menghentikan langkahnya, menoleh mencari sumber suara. Didapatinya sosok wanita cantik yang periang tengah melambaikan tangan kepadanya.


"Adele?." Ucap Adelina dengan nada bertanya.


Adele dan Adelina mereka sama-sama berjalan mendekat ke titik tengah dengan melambaikan tangan masing-masing.


"Wah...wah, apakah penglihatan ku memburuk?. Bagaimana seseorang yang alergi dengan pena dan buku ada di sini?." Kata Adele dengan nada mengejek.


Pluk


Adelina memukul pelan lengan Adele. "Teruskan saja jika kau mau abadi dalam karya ku selanjutnya!." Kata Adelina dengan nada mengancam.


Adele tertawa. "Hahaha..., maafkan hamba queen." Ucap Adele dengan nada merendah.


"Apa kau juga bekerja di sini?." Tanya Adelina penasaran.


Adele memicingkan matanya menatap Adelina dengan beribu tanya. "Juga?. Oh My God!, jangan bilang jika kita satu ruangan." Ucap Adele tak percaya kemudian menutup mulutnya yang terbuka.


"Diam lah!. Jangan buat keributan karena suara mu yang terlalu merdu itu." Pekik Adelina tertahan.


Adele menyadari jika dirinya telah memancing perhatian karyawan yang lain. "Sorry, maaf aku terlalu bersemangat." Ucap Adele dengan mengatupkan kedua tangannya.


"Ya ya ya, kau pasti terlalu bersemangat untuk mengejek ku bukan." Kata Adelina.


"A-." Ucap Adele yang baru saja membuka mulutnya namun langsung dibekap oleh Adelina.


"Stop!. Jangan berikan aku jawaban apa pun, sebaiknya kita bergegas ke lantai 13." Kata Adelina yang kemudian menggandeng pergelangan tangan Adele menuju lift yang akan mengantarkan mereka ke ruangan baru di mana Adelina akan bekerja.


...*********...


Di ruangan yang mereka tempati, kehebohan kembali terjadi karena kehadiran sosok Adele yang cukup dikatakan aktif.


"Oh Tuhan, mimpi apa aku bisa satu ruangan dengan mu?." Ucap Adele yang masih tidak percaya jika dia kini bekerja bersama sahabat nya itu.


"Diam lah, kau ini seperti cacing kepanasan saja. Duduk dan mulai bekerja lah." Omel Adelina yang sudah duduk manis di kursinya.


Adele yang duduk di meja hanya menatap Adelina yang mulai sibuk dengan ponselnya. "Itu benar kan kau Adelina sahabat ku?." Tanya Adele ragu.


Braaakkkk


Adelina menggebrak meja. "Diam atau ku masukan kau ke kandang macan!." Ancam Adelina.


Adele bergidik ngeri. "Haha, sepertinya kau memang benar-benar Adelina sahabat ku. Lihatlah garang mu semakin berkembang." Ucap Adele yang membuat Adelina jengah.


Setelah sesi percakapan yang tidak penting itu, mereka berdua sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Adelina dengan ponselnya sementara Adel dengan pena dan bukunya.


Tok


Tok


Tok


"Pagi Pak." Sapa Adele dan Adelina bersamaan.


Fabian mengangguk. "Adel ikutlah dengan ku sekarang." Titah Fabian yang masih berdiri di tempatnya dengan tangan yang di masukan ke dalam saku celana.


"Pergi?, ke mana Pak?." Tanya Adele penasaran.


Fabian menggeleng. "Ah tidak bukan kau, aku berbicara kepada Adel." Kata Fabian dengan memegang pangkal hidungnya.


Adelina hanya menatap Fabian dengan seksama.


"Loh, nama saya memang Adel Pak. Sejak kapan memang nama saya jadi Adul." Protes Adele yang membuat Adelina tersenyum tipis.


"Sudah-sudah, Adelina cepat lah." Ucap Fabian yang geregetan menghadapi Adele.


"Baik Pak." Jawab Adelina yang kemudian bangkit dari duduknya dan mengekori Fabian.


...*********...


Tok


Tok


Tok


Ceklek


Pintu terbuka, sepasang suami istri tengah menunggu kehadiran Fabian dan Adelina.


"Fabian, kemari lah." Pinta Bunda.


Fabian mengangguk lalu berjalan mendekat ke arah sofa dan duduk berhadapan dengan sang bunda.


"Nak, duduk lah juga dengan kami." Ucap Ayah Fabian dengan menatap Adelina.


"Tidak perlu Pak, terimakasih atas tawarannya." Tolak Adelina dengan tersenyum.


Bunda tersenyum. "Kemari lah, jangan membantah ucapan orang tua." Ucap Bunda dengan lembut.


Akhirnya Adelina pun ikut bergabung bersama mereka. Lantas pembahasan apakah yang terjadi ke depannya?.


Halo readers 😁 selamat membaca 😘 jangan lupa kopi sama cemilannya yaaa 😂