Red Pen

Red Pen
Adelina Adora



Siapa yang tahu jika waktu berlalu tanpa perlu kita menunggu, entah kita dalam suka maupun duka. 'Dia', selalu berjalan tanpa perduli ketika dunia mu runtuh dan itu yang membuat manusia sering menyesal di kemudian saat.


*Beberapa bulan kemudian.


Adelina bersyukur, entah karena pengaruh sang baby atau dorongan dari sang suami. Kini dirinya semakin berani ketika harga dirinya dipertanyakan, ketika kebahagian dan keutuhan rumah tangganya terancam.


Kini dirinya bukanlah Adelina yang dulu, kini dia telah bisa berpijak dengan kakinya sendiri, terlebih dia kini adalah bintang Red Pen. Penulis kebanggan yang namanya tengah menjadi buah bibir.


"Semua siap?." Tanya produser yang memimpin siaran yang dihadiri oleh Adelina sebagai bintang tamu.


Adelina mengangguk. Sesi wawancara pun berlangsung dan disiarkan secara online.


"Baik, selamat malam para pembaca setia. Kali ini kita kedatangan new star dari Red Pen, siapa lagi jika bukan Adelina Adora tentunya. " Ucap presenter membuka acara itu.


Adelina tersenyum ketika namanya di sebut.


"Okey, tanpa membuang waktu dari bintang baru kita langsung saja. Mari kita mulai." Lanjutnya lagi dengan penuh semangat.


"Adelina Adora, menempati urutan pertama sebagai pendatang baru dengan julukan dandelion. Bisa diceritakan alasan apa yang ada dibalik pemilihan nama tersebut?." Tanya Presenter.


Adelina mengangguk. "Mungkin ada yang menganggap jika dandelion hanya sebuah hama, namun jika kita lebih memilih untuk mendalami sebenarnya makna yang ada jauh lebih luas dari pada apa yang kita kira. Dandelion jika diperhatikan melambangkan benda langit, dan hal tersebut sepertinya cukup berkaitan dengan new star nya Red Pen. Jadi saya pikir nama itu sudah melambangkan dari bintang baru itu sendiri." Jawab Adelina.


"Di sini saya sendiri jujur cukup kagum dengan karakter dari Dena yang cukup mengesankan pendiriannya, terlebih kisah Dena dan Desta sendiri cukup rumit." Jawab Adelina.


Presenter itu mengangguk. "Lantas adakah alasan mengapa ending dari Double D dibuat menguras emosi, sepertinya bahkan untuk beberapa bab terakhir emosi dari mereka begitu sampai kepada pembaca." Tanya Presenter.


"Karena pada awalnya, ada sedikit niat dari diri saya untuk membuat Dena karakter utamanya menyerah, dalam artian dia menginginkan hidup bersama Desta. Namun ketika saya membaca ulang sebelum pertengahan bab, saya berfikir jika karakter Dena akan semakin kuat ketika dia tidak menyerah dengan keyakinannya dan tetap apa adanya." Jawab Adelina.


"Luar biasa, karena biasanya karakter utama akan selalu terobsesi dengan cinta pertama mereka. Tapi ini lah nilai plus dari Double D rupanya. Kita next untuk pertanyaan terakhir, apa pendapat Anda sendiri tentang tokoh utama dari karya Anda sendiri?." Tanyanya lagi.


Adelina menghela nafasnya. "Saya rasa cukup berat, karena biasanya karakter utama saya buat bersatu dengan cinta pertama mereka. Tapi khusus untuk Dena, saya pertahankan untuk lebih memilih keyakinannya dari pada bersama dengan Desta." Jelas Adelina.


"Lalu untuk protagonis utama laki-laki itu bagaimana?." Tanya Presenter.


"Desta bagi saya sosok tokoh dalam cerita yang luar biasa, ketika dia dihadapkan dengan pilihan cinta atau tuhan. Desta ini masih bisa selalu memberikan sisi positif kepada cintanya yaitu Dena tanpa meninggalkan Tuhannya. Cukup menguras emosi memang, tapi pada akhirnya ada kepuasan tersendiri ketika mereka Double D bisa mempertahankan karakternya." Jelas Adelina dengan begitu tenang.


"Baik, setelah berbincang tentang karya Anda sepertinya pembahasan out of the topik cukup menarik bukan?. Jangan ke mana-mana tetap bersama kami di acara Seputar 69, dengan tema Fakta Unik dari Penulis." Ucap Presenter memberikan jeda iklan untuk acara mereka setelah melihat instruksi yang diberikan oleh produser.


Halo readers 😁 selamat membaca 😘 jangan lupa kopi sama cemilannya yaaa 😂