Red Pen

Red Pen
Belanja



Waktu telah menunjukkan pukul 17.15 waktu setempat. Adele merentangkan tangannya ke samping dengan sesekali menguap.


"Akhirnya selesai." Ucap Adele yang terlalu lelah untuk menyelesaikan pekerjaannya hari ini.


Adele menoleh ke arah Adelina yang sepertinya juga telah selesai dengan kegiatannya.


"Sudah waktunya pulang, apa rencana kita jadi untuk berbelanja?." Tanya Adele.


Adelina yang sedari tadi sibuk dengan ponselnya lantas menoleh ke arah Adele.


"Tentu saja, berkemas lah sekarang." Jawab Adelina yang juga membereskan barang-barangnya.


Tok


Tok


Tok


Pintu ruangan mereka di ketuk.


Ceklek


Pintu terbuka, siapa sangka jika yang datang adalah Fabian dan Azka.


"Sepertinya kalian sangat bersemangat untuk pulang." Ucap Azka yang berjalan masuk terlebih dahulu.


Kedua wanita itu kompak menatap mereka.


"Tentu saja, siapa yang mau bermalam memangnya di perusahaan Pak Azka Aldric yang terhormat." Kata Adele yang sepertinya merasa sedikit kesal.


Fabian mendekat ke arah Adelina. Mereka saling bertatapan.


"Wah, sayang sekali nona Adele Adriana Agatha. Sepertinya saya akan meminta waktu Anda sebentar, em tidak. Sedikit lebih lama mungkin." Kata Azka yang membuat Adele bingung dan penasaran.


Azka kembali berjalan mendekat ke arah Adele yang sedikit was-was.


"Jaga jarak mu." Ucap Adele dengan menutup bagian depan tubuhnya dengan sebuah tas miliknya.


"Hahaha, ayo lah. Hanya sebentar dan ini sangat mendesak." Kata Azka dengan nada serius.


Adele menatap Adelina seolah meminta pendapatnya. Adelina mengangguk.


"Berhati-hatilah." Kata Adelina.


Adele yang belum sempat menjawab Adelina langsung digandeng oleh Azka pergi meninggalkan Fabian dan Adelina hanya berdua saja.


Adelina kembali melanjutkan kegiatannya tanpa memperdulikan Fabian yang sejak tadi memperhatikan gerak-geriknya.


"Apa kau akan pulang sekarang?." Tanya Fabian memecah keheningan di antara mereka.


Adelina menatap Fabian lalu menggeleng. "Tidak, seharusnya aku dan Adele akan berbelanja. Tapi sepertinya Adele tidak bisa ikut dengan ku." Jawab Adelina.


"Apa aku bisa ikut dengan mu?." Tanya Fabian lagi dengan ragu.


Fabian menggeleng dengan tersenyum. "Cepatlah, sebentar lagi akan gelap." Kata Fabian yang justru lebih bersemangat dari pada Adelina yang akan berbelanja.


Akhirnya mereka berdua pergi berbelanja bersama ke salah satu supermarket terdekat yang searah dengan jalan menuju rumah Adelina dan Adele tempati.


...*********...


Adelina mengedarkan pandangannya ke sekeliling sedang Fabian mendapat tugas untuk mendorong troli yang berisi barang belanjaan yang telah Adelina pilih.


Adelina berbalik arah dan melihat ke arah troli yang hampir terisi penuh.


"Beras, minyak, sayur..., kopi dan gula. Em deterjen sudah." Ucap Adelina mengabsen barang yang sudah ada di dalam troli.


"Sepertinya sudah cukup." Kata Adelina lagi yang akan menyudahi kegiatannya.


"Tidak, masih ada yang kurang. Ikut lah dengan ku." Kata Fabian yang kemudian mendorong troli dan berjalan lebih dahulu menuju salah satu rak yang berisi buah-buahan.


"Apa kau mau membeli sesuatu?." Tanya Adelina yang kini berdiri di samping Fabian.


Fabian mengambil beberapa buah pepaya yang matang lalu memasukannya ke dalam keranjang.


"Tidak, ini untuk mu. Kau harus banyak makan buah." Kata Fabian dengan menatap Adelina.


"Kenapa pepaya?." Tanya Adelina.


"Karena itu bagus untuk pencernaan. Kau tahu, bahkan dulu Bunda tidak akan pernah melewatkan membeli buah pepaya untuk kakak." Jelas Fabian.


"Kakak?." Beo Adelina.


Fabian menatap sekilas Adelina lalu memalingkan wajahnya. "Sebaiknya beli lah beberapa stok minuman untuk di simpan di lemari pendingin." Kata Fabian yang kembali berjalan tanpa menjelaskan apa yang membuat Adelina penasaran.


...********...


Sesi belanja pun telah berakhir, Fabian mengantarkan Adelina pulang sekitar pukul setengah sembilan malam.


"Masuk lah, dan jangan menawari ku untuk mampir. Tidak baik laki-laki lajang malam-malam ke luar dari rumah seorang gadis." Kata Fabian yang membuat Adelina hanya tertawa kecil.


"Tentu, berhati-hatilah di jalan." Balas Adelina yang masih berada di ambang pintu.


Fabian tidak kunjung pergi, kini mereka malah salah bertatapan.


"Aku akan pergi setelah kau menutup pintunya." Ucap Fabian.


Adelina tersenyum lalu melambaikan tangannya.


Tentu sudah pasti Fabian membalasnya. "Selamat beristirahat dan jangan lupa mimpi indah." Kata Fabian sedikit berteriak sembari membalas lambaian tangan Adelina.


Adelina mengangguk. "Kau juga jangan lupa berisitirahat dan selamat mimpi indah." Balas Adelina yang kemudian menutup pintu rumahnya.


Halo readers 😁 selamat membaca 😘 jangan lupa kopi sama cemilannya yaaa 😂