Queensa Cruel Mafia Girl

Queensa Cruel Mafia Girl
EPS 07



Anak-anak pun berhamburan keluar dari kelas mereka. Ada yang tetap di kelas, ada yang di taman sekolah dan ada pula yang menuju kantin untuk sekedar mengisi perut mereka.


Saat Queensa dan Altaf hendak menuju kantin ada suara gadis yang memanggil mereka.


"Eh Queensa, Altaf tunggu !!?," panggil Naureen teman Queensa sedari kecil.


"Kenapa ?!," ujar Queensa sambil menghentikan langkahnya menatap gadis itu perlahan ingin rasanya ia memeluk semua sahabatnya itu. Namun Queensa lebih memilih diam dan menunjukan ekspresi datar dan dinginnya.


"Emm maaf sebelumnya gue mau nanya apa nama lo Queensa Arcilla Khan ? soalnya lo mirip banget kaya sahabat kecil gue," tanya Naureen ragu-ragu karena takut salah orang.


"Hmmm... ,"ucap Queensa sambil menganggukkan kepalanya tanpa mereka sadari di sana ana Lio dkk yang tidak sengaja mendengar pembicaraan mereka.


Mendengar itu akhirnya Lio dkk pun mempercepat langkahnya menuju dua siswa siswi baru itu.


"Jadi lo Altafariz Arcello temen SMP kita ?," ucap Thian Kaka dari Naureen.


" Yaps ," ucap Altaf santai tapi dengan wajah datarnya.


"Ya ampun kalian berdua dari mana aja sih, kenapa nggak ada yang ngabarin kita. Kita nyariin kalian berdua tapi nggak pernah membuahkan hasil," ucap Lesya ciri khas cerewetnya namun tegas.


"Wait.. wait.. jadi lu beneran Cilla temen kita dari kecil," ucap Yarra dengan wajah yang masih bingung karena otaknya yang lemot sedang kumat.


"Iya LEMOTT !!!?," jawab Queensa dkk dengan bersamaan.


"Hehe.. ," Yarra pun cengengesan dengan muka tanpa dosanya.


"Udah ah nanti pulang sekolah gue jelasin ok sekarang ke kantin dulu, perut gue udah laper banget," takut kalo ada yang mendengar pembicaraan mereka akhirnya Queensa teman temannya untuk segera berjalan menuju kantin.


Di sisi lain Altaf pun asik melepas rindu pada teman-temannya.


"Bang aku ke kantin duluan ya? laper nih," ujar Queensa pada Altaf dan kemudian berlalu menuju kantin sekolah. Setibanya di kantin mereka memilih meja paling pojok banyak pasang mata siswa yang mencuri pandang ke Queensa.


Banyak yang mengagumi akan kecantikannya dan banyak pula yang jatuh hati di pandangan pertama namun tidak ada yang berani menganggu gadis berwajah dingin dan datar itu.


"Kalian mau pesen apa biar gue pesenin," Zeffa menawarkan diri untuk memesankan makanan mereka.


"Gue baso deh sama oren jus aja ," jawab Yarra.


"Samain aja deh," ucap Naureen dan Lesya bersamaan.


"Gue mie ayam sama lemontea aja deh ," ucap Queensa sambil mengeluarkan hp dari sakunya.


Di Sisi Lain


"Al itu tadi adik lo yang dulu lo suka ceritain ke kita ya ?," tanya Adzriel sambil mereka berjalan menuju kantin.


"Iya, emang kenapa ?," ucap Altaf ujar Altaf dingin dan datar.


"Nggak papa sih, ternyata cantik banget ya. Ntar lo harus kenalin ke kita," jawab Adzriel dan mendapat anggukan dari yang lainnya


"Iya ntar kalian kenalan sendiri lah," ucap Altaf. Dan mereka pun berlalu menuju kantin.


sesampainya di kantin Lio dkk pun jadi pusat perhatian para siswi di sana.


"Yah udah penuh nih Li, kita mau duduk dimana," ucap Raffa yang sedari tadi celingukan mencari tempat duduk.


"Di sana aja bareng ade gue," ucap Altaf yang langsung berlalu pergi ke meja adiknya.


"Woii gue sama temen temen gabung ya," ucap Altaf sambil menggebrak meja


"Apaan sih Bang bikin kaget aja, sono cari tempat ndiri napa ganggu orang makan aja," ujar Queensa yang kesal dengan abangnya.


"Yaelah pelit amat sih, Queen ku yang cantik di tempat lain udah penuh semua, boleh ya Kaka mu yang tampan ini duduk di sini," ucap Altaf yang berusaha yang merayu sang adik.


"Iya deh boleh tapi makanan yang aku pesen Abang yang bayar ya ?!," akhirnya Queensa pun mengijinkan sang Kaka dan kawan-kawannya bergabung dengan memberikan syarat.


"Uokeh adikku yang paling cuantik ," ucap Altaf sambil terus merayu sang adik. tanpa dia sadari bahwa Queensa akan mengerjainya.


"Ehh gess kalian mau pesen lagi nggak? mumpung gratis Bang Altaf yang bayarin," ucap Queensa pada ke 4 temannya.


"Ape lu kata, kenapa Abang yang harus bayar," ucap Altaf sambil melotot kan kedua bola matanya.


"Kita mau bakso sama oren jusnya lagi," jawab mereka bersamaan.


"Oke Aku pesen baso sama oren jusnya 5, kan Abang tadi udah janji mau bayarin semua yang aku pesen," pinta Queensa dengan wajah yang sok imut karena ia tau jika sang kaka tidak akan mungkin menolak permintaan nya jika ia sudah menunjuk kan wajah ter imutnya.


"Oke oke, Abang yang bayarin," Altaf pun pasrah karena dia baru sadar bahwa Adiknya itu mengerjainya.


'Unik banget datar dan dingin tapi cantik dan manis banget' batin Lio.


"Oke gue pesenin kalian mau pesen apa ," tanya Raffa pada teman temannya.


"Samain," jawab Altaf Dkk bersamaan


"Li Lo mau pesen apa," tanya Raffa, Raffa yang memang memahami semua karakter para sahabatnya pun merasa jika ada yang tidak beres dengan Lio atau mungkin Lio sedikit tertarik oleh adik sahabatnya itu.


Lio yang sedari tadi ngeliatin Queensa pun tersadar namanya di panggil.


"Eh Emm gue samain aja," jawabnya gugup.


"Yar lo ikut temen Abang gue sono buat bantuin bawa pesenan kita," perintah Queensa


"Ashiapp... ," Yarra pun bergegas menyusul Raffa.


"Raf mana pesenannya?," tanya Yarra setelah ia sampai di samping Raffa.


Raffa pun terkejut dengan munculnya Yarra yang tiba tiba di sampingnya. Pasalnya Raffa memang menyukai Yarra dari pertama mereka masuk sekolah.


"Raffa helloo ... mana pesenannya sini gue bantu bawain ," ucap Yarra sambil melambaikan tangannya di depan wajah Raffa karena Raffa malah bengong.


"Ehh Yarra .. em... ini kamu bawa yang ini aja," ucap Raffa gugup.


Selang beberapa menit yang di tunggu tunggu akhirnya makanan gratisnya pun datang.


"Heii gess makanan datang....," seru Yarra pada teman temannya.


"Mari kita santap gess," seru Zeffa dengan cerianya saat mereka sudah kebagian jatah mereka masing masing.


"Al katanya lo mau ngenalin kita ke Ade lu," Adzriel menagih janji pada Altaf tentang obrolan mereka waktu masih di jalan menuju kantin.


"Lah kan gua udah bilang kalo mau ya kenalan ndiri lah," ucap Altaf dengan santai sambil memakan sisa baso yang ada di mangkuknya.


Queensa yang sedari tadi asik mendengarkan musik dengan earphone di telinganya tidak mendengarkan pembicaraan temannya hingga akhirnya...


"Sa ada yang mau kenalan tuh," ucap Naureen sambil menyenggol lengan Queensa.


"Hmm ... ," Queensa hanya berdehem kemudian melepaskan earphone yang ada di telinganya.


"ehh bujuk dingin banget ya,"batin Raffa.


"Emm ... kenalin gue Adzriel temen Abang Lo,"


"Gue Thian ,"


"Gue Raffa ,"


Raffa menyenggol Lio yang sedari tadi asik dengan lamunannya.


"Nathaniel Adhelio Arsalan,"


"Queensa Arcilla,"