Queensa Cruel Mafia Girl

Queensa Cruel Mafia Girl
EPS 36



Oma yang sudah menunggu Queensa sedari tadi di ruang tamu terkejut saat melihat Queensa datang mendekat padanya.


Cucu perempuannya yang waktu bayinya sering ia gendong sekarang sudah menjadi gadis yang dewasa dan sangat cantik bahkan sangat mirip dengan Almarhumah Mommynya.


"Ya ampun ini beneran Queensa cucu perempuan Oma ???!," seru Oma


"Bukan, aku cucu perempuan Opa," jawab Queensa dengan ketus.


Percakapan kedua orang yang berbeda usia itu membuat opa yang sedang membaca koran langsung tertawa terpingkal-pingkal.


"Hahaha.... kamu benar Queensa kamu adalah cucuku bukan cucunya," ejek pria paruh baya itu pada sang istri.


"Diam lah kau," hardik Oma yang merasa kesal karena suaminya menertawakannya dan mendukung ucapan Queensa.


"Hahaha... lagian pertanyaan kamu itu bikin orang yang sangat cerdas seperti Queensa tidak bisa menjawabnya," Opa yang melihat wajah istrinya kesal malah semakin menjadi untuk menjahilinya.


"Sudahlah kita tinggalan si tua bangka itu, lebih baik kita habiskan saja uangnya," ujar Oma sambil menarik tangan Queensa dan dengan kesalnya dia berjalan melenggang di depan suaminya yang sedang menyeruput kopinya.


Queensa dan Omanya sudah berada di dalam mobil mewah milik Omanya dan sudah ada supir pula di tempat pengemudi. Mobil mereka perlahan berjalan keluar dari mansion megah milik Oma Queensa.


"Padahal baru beberapa bulan nggak ketemu tapi kamu sudah sedewasa dan secantik ini sayang," puji Oma Queensa.


"Bahkan jika kamu berdandan dan berpenampilan seperti ini, kamu sangat mirip dengan mommy mu sewaktu dia masih muda dulu," lanjut Oma yang mengingat Almarhumah Mommy Arita.


"Wah... apakah mommy dulu suka berpenampilan sepertiku Oma?," tanya Queensa antusias saat mendengar kisah masa muda Mommy Nya.


"Iya sayang hingga membuat Daddy mu jatuh cinta pada pandangan pertama hingga akhir nafas mereka," jawab Oma. Namun percakapan mereka membuat Queensa meneteskan air matanya kala harus mengingat kepergian kedua orang tuanya.


"Maafkan Oma sayang Oma nggak bermaksud membangkitkan memori kelam mu," ujar Oma meminta maaf karena ia tidak sengaja membuat cucu kesayangannya mengingatkan Queensa pada masa kelam nya.


"It's oke Oma Queensa hanya rindu dengan mereka saja," jawab Queensa sambil memberikan senyumannya pada sang Oma. Namun Omanya tahu bahwa senyuman itu senyuman yang di paksakan oleh cucunya untuk menutupi rasa sakitnya.


"Oke sayang lebih baik kita ganti topik apa aja ya biar kamu nggak sedih lagi," ujar Oma.


Saat Queensa sedang asik menceritakan tentang dirinya saat berada di Indonesia Lio malah sedang termenung di balkon kamarnya padahal jam di Indonesia masih larut malam karena perbedaan waktu. Indonesia lebih cepat 14 jam dari Los Angeles, California, Amerika Serikat.


TOK TOK TOK


Suara ketukan pintu terdengar dari luar pintu kamar Lio. Lio yang memang tidak pernah mengunci kamarnya langsung saja menyuruh orang tersebut langsung masuk kedalam kamarnya.


"Memangnya siapa pacar kamu sayang ??? bukannya kamu selama ini nggak pernah mau berteman dengan perempuan lalu bagaimana kamu bisa memiliki pacar," lanjut Bunda Zora namun Lio masih tetap diam dan enggan menjawab pertanyaan sang Bunda.


"Apakah pacar mu ke lebih cantik dari Arcilla teman perempuan mu satu satunya dari dulu," Bunda Zora yang tak mendapatkan pertanyaan sang putra akhirnya mengeluarkan nama itu. Dan benar saja Lio langsung menatap pada Bundanya.


"Pacarku ya Arcilla Bun tidak ada wanita lain yang bisa menggantikan posisinya di hati Lio sedari dulu," perkataan Lio membuat bunda Zora syok dan terdiam sesaat sebelum memberikan pertanyaan kembali pada Lio.


"Lio apakah benar kamu sudah bertemu dengannya kembali, lalu kenapa kamu tak pernah menceritakannya pada bunda dan tidak pernah mengajaknya untuk menemui bunda ??," tanya Zora pada Lio secara beruntun.


"Karena masih ada misi yang harus kami selesaikan Bun tapi...," ucapan Lio pun terputus untuk menarik nafasnya sebelum ia menceritakan masalahnya dengan Queensa.


"Tapi sekarang dia sudah kembali ke LA bahkan kami belum sempat untuk meluruskan kesalahpahaman kita," lanjutnya dengan nada dan raut wajah yang sedih.


"Kemari lah sayang ceritakan semuanya sama bunda," ujar bunda Zora yang menyuruh putra semata wayangnya duduk di sofa yang berada di kamar Lio.


Lio pun berjalan menghampiri bundanya dan langsung menceritakan semuanya tentang Queensa dan dirinya dari awal mereka berjumpa lagi hingga terjadilah kesalahpahaman sampai membuat mereka terpisah kembali.


"Jika Queensa di sana hanya satu Minggu kamu tak harus semurung ini Lio toh nanti Queensa akan kembali lagi bukan ??? dan kamu bisa menjelaskannya setelah Queensa kembali kesini," ujar Zora setelah mendengar cerita dari anaknya.


"Tapi Bun sepertinya Queensa nggak bakal kembali ke Indonesia karena aku tidak sengaja mendengar jika Queensa menyuruh Abangnya pindah ke LA setelah ujian kenaikan kelas yang artinya 3 bulan lagi dari sekarang," jelas Lio pada Zora.


Lio memang tidak sengaja mendengar percakapan Altaf dengan Queensa di balik telpon tetapi hal yang terjadi Altaf sengaja mengatakan itu agar Lio semakin panik dan kebingungan Queensa akan kembali setelah 1 Minggu namun ia memutuskan untuk bersembunyi dari teman temannya dan tidak akan masuk sekolah hingga acara camping itu di adakan.


"Kalo gitu liburan kamu setelah ujian pergi aja samperin Queensa dan kamu jelaskan semuanya," setelah mendengar ide dari bundanya Lio pun bisa bernafas lega kenapa dia kepikiran ya untuk menyusul Queensa di LA dengan begitu Queensa akan mengerti betapa Lio sangat memperjuangkan dirinya.


"Baik lah Bun nanti setelah ujian aku akan bicarakan hal ini pada Altaf," ujar Lio dan di angguki oleh bunda Zora.


"Sekarang kamu tidur lah sayang ini sudah terlalu malam bukankah esok kamu akan pergi sekolah," perintah Bunda Zora sambil mengelus pucuk kepala Lio.


"Baiklah Bun Lio akan segera tidur sekarang terima kasih buat sarannya Bunda ku sayang sekarang perasaanku sedikit lebih membaik," ujar Lio yang segera naik ke atas ranjangnya untuk beristirahat. Bunda Zora yang melihat anaknya mulai memejamkan matanya ia segera pergi dari kamar Lio dan menutup pintu kamar Lio.


•••••••••••••••••••


Sedangkan di negara lain Queensa yang baru saja pulang berbelanja dengan Omanya segera bergegas menaiki anak tangga dan masuk kedalam kamarnya dengan banyak paper bag di tangan kanan kirinya dia membeli banyak kado untuk Lio dan banyak oleh oleh untuk semua sahabatnya tak lupa ia juga membelikan jaket kopel limited edition yang harganya di tak tanggung tanggung nilainya. Dan jaket itu akan di jadikan jaket kenang kenangan untuk dirinya dengan sang Abang kesayangannya siapa lagi kalo bukan altaf.


.