
...🤫HEPPII REDIIINGGG GESS😇...
...DI TUNGGU VOTE, LIKE AND KOMEN YA BIAR AUTHORNYA TAMBAH SEMANGAT NGEHALUNYA....
Hingga akhirnya mereka pun saling memeluk Queensa ternyata sahabatnya bukan sekedar sahabat melainkan sudah seperti saudara yang saling mendukung dan mengerti satu sama lain.
"Ok, karena kalian udah tau siapa gue dan Queensa, gue bakal jelasin kenapa kita bisa sampe kaya gini," ucap Altaf dan mereka pun memilih duduk di lantai agar lebih nyaman saat mendengarkan cerita yang akan Altaf dan Queensa sampaikan.
Queensa pun mengambil handphone di sakunya dan menelpon Dion.
"Yon keruangan gue sekarang sama bang Fathir juga ada rapat penting dan jangan lupa suruh pelayan bawakan minum buat temen temenku,"
"oke beb,"
"dasar gila Lo,"
Queensa pun mematikan telponnya.
TOK TOK TOK
"Masuk," perintah Queensa dari dalam ruangannya.
"Ini Queen minumannya," ucap pelayan yang mengantarkan minuman.
"Taro saja di meja, dan kamu bisa langsung keluar,"
"Baik Queen," ucap pelayan sambil meletakan minuman itu di meja dan bergegas keluar.
"Bang Dion dan Bang Fathir, ini teman temanku dia sudah mengetahui identitas aku sama bang Altaf, dan aku mau kalian berdua awasi mereka dan lindungi keluarganya," perintah Queensa tegas.
"Baik Queen kami akan mengirim Mafioso untuk menjaga mereka," ucap Fathir.
"Sa kami bisa jaga diri ko," ucap Zeffa.
"Nyawa kalian sudah di incar oleh musuh kami, karena mereka sudah tau bahwa kalian orang terdekatku," ucap Queensa dingin.
"Ar apa boleh aku ikut mafia mu," tanya Lio tiba tiba.
"Apa kamu yakin," ucap Altaf untuk meyakinkan Lio.
"Iya aku sangat yakin karena aku ingin melindungi keluarga ku, diriku sendiri dan yang terpenting aku ingin melindungi Queensa," ucap Lio dengan sangat yakin.
"Iya aku juga mau dong gabung di mafia kalian," ucap Naureen.
"Iya kami juga mau," ucap yang lainnya.
"Gimana Queen," tanya Altaf pada Queensa.
"Oke kalian boleh gabung dan mulai Minggu depan kalian wajib latihan setiap pulang sekolah di sini," ucap Queensa dengan tegas.
"Bang Fathir nanti jangan lupa hubungi Bang Fathur suruh dia kesini buat bantuin Dion ngelatih mereka," perintah Queensa tegas.
"Lah kan ada Abang de ngapain nyuruh Fathur kesini, Abang bisa ko bantuin Dion ngelatih mereka," protes Fathir malas jika adiknya datang ke indonesia, bukannya tidak rindu atau apalah tapi jika Fathur kesini nanti siapa yang akan memimpin anggota yang ada di sana, siapa yang akan menjaga dan melindungi oma dan opa Queensa.
"Kalo Abang bantuin Dion buat ngelatih mereka siapa ya bakal mantau perusahaan, sekolah, sama musuh kita," ucap Altaf sedikit geram pada Abang angkatnya itu.
"Oh iya gue lupa," Fathir pun menunjukan gigi kudanya.
"Terus markas yang di sana gimana?," tanya Fathir pada Queensa.
"Itu biar jadi urusan gue," jawab Queensa.
"Udah malem kita pulang dulu ya," pamit Altaf pada kedua Abang angkatnya.
Mereka pun berjalan menuju mobil mereka.
"Kalian jalan di depan gue dan Queensa ikutin kalian dari belakang," ucap Altaf pada teman temannya.
"Ok," jawab mereka bersamaan.
Mereka pun mengendarai mobilnya menuju rumahnya masing masing.
Setelah Queensa dan Altaf mengantarkan semua temannya akhirnya mereka sampai di mansion nya.
"Bang gue langsung ke atas ya bersih bersih,"
"Ok, abis bersih bersih langsung turun ya kita makan malem bareng," ucap Altaf
30 menit pun berlalu Altaf dan Queensa pun telah selesai dengan ritual mandinya. Queensa pun telah memakai pakaian tidur nya dan akan turun kebawah untuk makan malam bersama dengan Kaka satu satunya itu.
Tok tok tok
Suara bibi mengetuk pintu kamar Queensa.
"Iya sebentar," jawab Queensa dari balik pintu tersebut.
CEKLEK
Queensa membukakan pintu kamarnya.
"Eh bibi, ada apa bi ?," tanya Queensa pada pelayannya itu.
"Emm anu non, ada temen temennya non datang," ucap bi Surti.
"Temen ku yang mana Bi?,"
"Yang semalem pada nginep di sini non,"
"Lah ngapain mereka kesini lagi ya," gumam Queensa.
"Ya udah suruh mereka masuk bi," perintah Queensa pada bi Surti
"Baik non, tapi...," ucap bi Surti terpotong.
"Tapi kenapa Bi,"
"Anu non emm, bibi cuma masak sedikit non soalnya bibi nggak tau kalo temennya non mau pada datang lagi,"
"Oh ya udah gak papa bibi masak lagi aja yang banyak," ujar Queensa.
"Baik non, permisi non," Bi Inah pun pergi meninggalkan Queensa dan berjalan menuruni anak tangga dan menuju pintu depan dimana Lio dan yang lainnya menunggu.
Setelah bi Surti pergi untuk menemui teman temannya Queensa pun pergi ke kamar kakaknya untuk mengajaknya turun kebawah.
Tok tok tok
Suara Queensa mengetuk pintu kamar sang kakak. Namun sudah beberapa kali Queensa mengetuknya tetap saja tidak ada jawaban dari balik pintu kamar itu.
"ABANG LO LAGI NGAPAIN SIH LAMA BANGET," karena kesal akhirnya Queensa pun mengeluarkan suara octafnya.
"Woy gue di bawah ngapain Lo teriak teriak di depan kamar gue," ucap Altaf dari bawah tangga dengan meninggikan nada suaranya.
Queensa yang mendengar suara abangnya dari lantai satu pun langsung melongok kan kepalanya ke bawah dan menunjukkan gigi kudanya pada sang Kaka.
"Gue kira abang masih mandi bang heheh piss ," ucapnya Queensa dari lantai 3 sambil mengacungkan jari telunjuk dan jari tengahnya.
Queensa pun turun menggunakan lift dan menemui teman temannya di ruang keluarga dengan memakai pakaian tidurnya dan tanpa riasan di wajahnya membuat tambah natural dan terlihat begitu cantik.
"Kalian ngapain kesini lagi terus ngapain bawa tas sekolah segala, mana keliatannya gede banget lagi," ucap Queensa yang bingung dengan para temannya.
"Kita mau nginep lah," ucap Naureen, Zeffa, Lesya, dan Yarra bersamaan.
"WHAAATT !!!," teriak Queensa.
"Apaan sih Queen pake teriak teriak sakit nih kuping Abang," ucap Altaf yang berada di samping Queensa.
"Iya Ar kita mau nginep lagi, kita juga udah bawa baju ganti buat besok ko,"
"Jadi itu tas sekolah kalian jadi gede kaya gitu karena bawa baju ganti," ucap Queensa.
"Iya lah Sa ko Lo Jadi lemot gitu sih kaya Yarra aja," ucap Zeffa
"Ko jadi Yarra di bawa bawa sih Zef," Yarra pun tidak terima karena di bilang lemot oleh Zeffa.
"Udah udah kalian tuh ya berantem Mulu kerjaannya," tegur Lesya pada dua sahabatnya itu.
"Apaan sih Les walopun kita berantem terus tapi kita saling sayang ko, ya kan Ra," ucap Zeffa meminta pembenaran pada Yarra.
"Udah udah ribut aja terus sampe kuda bertelur," Naureen pun melerai mereka.
"Ya udah pada masuk taro barang bawaan kalian terus bersih bersih aku dan Bang Altaf tunggu di bawah, nanti kita makan malam bersama," perintah Queensa datar.
"Siaappp Queen," ucap mereka bersamaan.