
...Hai hai hai sedulur...
...HEPPIII REEDDDIINNGGG...
...Di tunggu komen, like and vote nya ya biar authornya makin semangat ngehalunya biar bisa update terus tiap hari....
Kriiiinggg... kriiinggg... kriiing....
Dan para murid pun berhamburan keluar dari kelasnya masing masing begitu pula dengan Queensa dan yang lainnya.
"Kuylah kantin kita," ucap Zeffa mengajak teman temannya.
"Iya kuylah laper nih gue," ucap Yarra.
"Cih elah makan mulu pikiran kalian," kata Lesya.
"Iya udah kuylah," ucap Naureen.
Dan mereka berlima berjalan menelusuri koridor sekolah dan menuju kantin. Seperti biasa mereka duduk di bangku paling pojok yang sepi
"Gays mau pesen apa biar gue sama Naureen yang pesen," Zeffa menawarkan diri untuk memesan makanan dan juga mengajak Naureen untuk ikut serta bersamanya.
"Samain aja deh kaya punya kalian," ucap Yarra.
"Gue juga samain aja tapi minumnya ice Milo ya," ucap Lesya.
"Kayanya gue kentang goreng aja deh sama ice susu coklat ya," ucap Queensa.
"Lo serius sa cuma itu aja, kan tadi pagi Lo nggak sarapan," ucap Altaf yang berada di belakangnya entah sedari kapan Altaf dan yang lainnya berada di sana.
"Hmm..," jawab Queensa
Altaf berserta kawan kawannya pun duduk di depan mereka dengan Lio yang duduk berhadapan dengan Queensa. Dua makhluk manusia es itu hanya saling tatap tanpa saling menyapa seperti benar benar tak saling kenal.
"Woy Li Lo mau pesen apa," suara Adzriel yang memecahkan lamunan Lio.
"2 hamburger pakai sayur dan keju sama 1 cappucino late," ucap Lio datar dan kembali melamun. Entah apa yang sedang dipikirannya.
"Hadehh 2 manusia es kalo udah diem dieman nyeremin, bikin merinding aja," ceplos Yarra tiba tiba.
"Iya kalo lagi berduaan bikin baper sejagat raya," gumam Altaf lirih tapi masih bisa di dengar yang lainnya. Dan yang lainnya pun tertawa. Namun orang yang sedang di bicarakan malah tak mendengarkan sama sekali mereka asik dengan lamunan mereka masing masing.
"Makanan datang gays," ucap Zeffa, Naureen, dan Adzriel.
"Yey kuy kita makan," Yarra pun bersuara memang kalo dengan makanan dia dan Zeffa lah yang paling bersemangat dan kompak.
"Gays Lio nggak salah tuh pesen burgernya 2,. mana paket komplit lagi nggak kaya biasanya banget," kata Raffa, Lio memang anak yang tidak suka makan berlebihan karena menurutnya itu tidak baik untuk menjaga berat badannya.
"Husstt palingan satunya buat Queensa dia kan tau Queensa makan roti doang dari pagi," Thian yang menjawabnya lirik takut ada orang lain yang mendengar percakapan mereka.
Queensa yang sedang asik makan friend fresh di tangannya sambil memainkan handphone miliknya tiba tiba saja di kejutkan oleh Lio yang menyodorkan 1 burger miliknya.
"Di makan," ucap Lio dingin.
"Hah ??! kan gue nggak pesen ngapain gue harus makan," Queensa pun tak kalah dingin dan acuh.
"Kalo Lo nggak mau makan gue yang akan suapin Lo pake mulut gue biar satu sekolah tau kalo Lo milik gue," bisik Lio di hadapan Queensa namun masih bisa di dengar teman semeja makannya.
"Iya iya gue makan, awas aja ya kalo Lo berani macem macem," akhirnya Queensa mengalah dan mau memakan burger pemberian Lio. Lio pun tersenyum puas dengan penuh kemenangan akhirnya dia bisa meluluhkan keras kepalanya Queensa meskipun harus dengan sedikit mengancam.
"Dar kayanya mereka makin akrab deh sama Lio dan kawan kawannya, kita harus beri mereka pelajaran Dar," ucap Disa teman Dara mulai menghasut pikiran Dara.
"Ok kita samperin mereka," Dara pun berdiri dari tempat duduknya dan berjalan menuju meja makan Queensa dan yang lainnya.
Sedang asik Queensa mendengarkan lawakan teman temannya sambil memakan burger yang ada di tangannya tiba tiba saja di kejutkan kedatangan Dara dan para ondel ondelnya
BRAKK...
"Harus berapa kali sih gue bilang sama kalian, nggak usah deketin calon pacar kita," ucap Dara setelah menggebrak meja kantin yang di duduki Queensa dan sembilan orang lainnya. Sontak saja itu menjadi pusat perhatian siswa siswi lainnya.
"Heran deh gue sama Dara dan temen temennya nggak ada kapok kapokny buat masalah sama anak baru itu," cibir salah satu siswi.
"Bener tuh, kayanya Dara sih nggak cukup kalo di permaluin doang," timpal yang lainnya
Tak banyak dari mereka yang melihat kejadian itu yang mencibir kelakuan Dara dan para ondel ondel nya.
"Halu Lo," ucap Lio dan kawan kawannya namun tidak dengan Lio dia malah asik stalking IG Queensa.
Sedangkan Queensa, Naureen, Lesya, Zeffa dan Yarra malah menahan tawanya saat Dara dan yang lain di tolak mentah mentah oleh para siswa yang duduk di hadapan mereka.
"Lio sayang liat tuh temen temen kamu," Dara mengadu pada Lio sambil melangkahkan kakinya mendekat pada Lio.
"Stop di situ," Lio pun menghentikan langkah kaki dara dengan nada dingin dan datarnya.
"Li ko kamu gitu sih sayang," ucap Dara manja.
"Lebih baik Lo pergi dari sini," perintah Lio.
"Lah ko malah aku yang di suruh pergi bukannya yang seharusnya kamu usir itu mereka kumpulan ****** itu,"
"PERGI," bentak Lio dan sontak saja semua siswa siswi yang ada di kantin di buat merinding mendengar bentakan yang Lio keluarkan.
Dara yang di bentak Lio pun sangat geram langsung saja mendekati Queensa dan menamparnya.
PLAK... satu tamparan mendarat di pipi mulus Queensa.
"Ini semua gegara Lo kan Lio jadi giniin gue dasar ******,"
Dan sontak Queensa yang sedang asik dengan ponselnya pun langsung berdiri.
PLAK...
"****** ko teriak ******, gue nggak pernah minta ataupun nyuruh mereka duduk sama gue dan kawan kawan gue disini, mereka sendiri yang maunya duduk deketan sama gue, gue juga nggak tau pasti kenapa mereka nggak mau sama Lo dan temen temen Lo yang freak itu, mungkin karena kalian terlalu murah kali ya," ucap Queensa setelah menampar balik Dara.
"Gays cabs," ucap Queensa yang kemudian langsung pergi di ikuti Naureen, Lesya, Zeffa, dan Yarra.
"Jangan pernah Lo ganggu gue maupun Queensa dan kawan kawannya," ucap Lio pada Dara sebelum berlalu pergi mengejar Queensa kawan kawannya.
"Queensa awas Lo tunggu pembalasan gue," gumam Dara sambil mengepalkan tangannya.
Sedangkan di koridor sekolah Lio dkk pun mencari Queensa dan menanyakan pada siswa siswi lainnya.
"Eh Lo liat Queensa dkk nggak," tanya Lio pada salah satu siswa yang lewat.
"Nggak tuh," jawab siswa tersebut.
"Al coba Lo telpon Ade Lo deh,"