Queensa Cruel Mafia Girl

Queensa Cruel Mafia Girl
EPS 50



Akhirnya Mona pun berdiri dari tempat duduknya dan meninggalkan ke tiga pria itu di ruang tamu.


"Baiklah aku akan ikut kalian, aku akan berganti pakaian dan sedikit merias diri maka kalian tunggu lah disini sebentar," ujarnya kemudian bangkit dari tempat duduknya, melangkahkan kakinya menuju kamar miliknya meninggalkan ke tiga pria itu di sofa ruang tamu.


Asalkan demi uang Mona akan melakukan apapun agar bisa mendapatnya. Mungkin jika di suruh untuk memakan kotoran manusia untuk mendapatkan uang dia akan melakukan hal menjijikan itu, iiuuhh....


Setelah beberapa saat ke tiga pria itu menunggu cukup lama akhirnya ibu dan anak itu keluar dari kamarnya masing masing berpakaian sangat ketat dan minim, di tambah riasan yang sangat tebal hingga rasanya sangat cocok jika mereka di juluki sebagai kupu kupu malam.


Mereka keluar dari rumah Dara bersama sama memasuki mobil yang di bawa anak buah Arven. Membelah padatnya kendaraan di tengah tengah kota. Hingga mereka sampai di salah satu club' malam yang cukup terkenal di kota itu. Mereka pun masuk kedalam sana setelah mereka berhasil memikirkan mobilnya. Memesan salah satu ruangan VVIP untuk mereka bersenang senang. Tak lupa pula mereka memesan beberapa botol minuman.


Arven tersenyum puas setelah obat perangsang yang ia taruh di minuman Mona dan Dara mulai bereaksi. Dara pun mulai merasakan tubuhnya saat ini tidak beres ia mendekati Arven yang sedang duduk di sofa dan di temani dua wanita yang masih muda dan lebih cantik dari Dara.


"Sayang aku menginginkan mu," ujar Dara saat ia berhasil duduk di pangkuan Arven. Ia melucuti pakaian atasannya hingga bra merah terang terlihat begitu jelas.


"Aku sudah bosan dengan tubuhmu," ujar Arven dan ia memanggil salah satu pria bandot yang sedang asik memainkan pu***** milik Mona.


Yaps Mona sekarang sudah bertelanjang dada akibat obat perangsang itu hingga ia tidak sanggup lagi menahan gairahnya.


Mau tak mau akhirnya Dara pun ikut menikmati sentuhan sentuhan di area sensitif nya yang di lakukan oleh bandot itu. Arven pun mereka puas menikmati film *** yang ada di depan matanya. Ia memang dengan sengaja mau membantu Dara untuk menyingkirkan Queensa karena ia akan mendapatkan cuan besar dengan cara ia menjual tubuh dua wanita bodoh itu.


Hari pun semakin larut hingga hampir dini Hari mereka baru akan meninggalkan club itu. Arven dan anak buahnya mengantarkan dua ja**** itu kerumahnya sebelum ia kembali ke mansion nya, sedangkan uang yang ke dua bandot itu janjikan sudah masuk semua ke rekening milik Arven.


…………………


Hari pun telah berganti matahari telah terbit dari peraduannya. Queensa yang sedang bersiap untuk mengikuti acara camping yang di adakan oleh sekolahnya di kejutkan oleh suara ketukan pintu yang keras dan teriakan kakaknya di balik pintu kamar Queensa.


"Queen ayo cepat !! ini udah siang ," ujar Altaf di balik pintu kamar adik tercintanya.


"Iya bawel banget sih," akhirnya Queensa pun membuka pintu kamarnya sambil menggendong tas ranselnya yang isinya beberapa baju yang akan ia gunakan di sana nanti.


Mereka berdua pun turun kebawah menggunakan lift dan benar saja semua temannya sudah menunggu Queensa.


"Cie kaya nya ada yang abis mandi kembang nih makanya lama banget turunnya," goda Yarra sambil bergelayut manja di lengan Raffa.


"Iya lah apa lagi kan perdana hari ini ketemu sang pujaan hatinya setelah sekian purnama nggak ketemu," Zeffa pun ikut menimpali candaan Yarra.


Queensa yang paham dengan sindiran dari temannya wajahnya pun langsung berubah seperti kepiting rebus.


Mereka pun akhirnya berjalan keluar mansion dan menuju mobi mereka masing masing. Dan tak selang beberapa lama akhirnya mobil yang di kendarai oleh Queensa dan para kawannya pun sampai di parkiran sekolah.


Banyak siswa siswi berkumpul di halaman sekolah terlihat ada Lio dan juga kedua orang tuanya. Namun ternyata bukan hanya ada kedua orang tua Lio di sana namun ada sahabat ayahnya Lio yaitu paman Susilo yang tak lain adalah calon papah sambungnya Dara calon suami Mona.


Dara yang mengetahui jika calon ayah sambungnya adalah sahabat dari orang tua Lio pun memanfaatkan situasi itu. Dia selalu saja mendekati Lio dan menjadikan calon Ayah sambungnya itu sebagai alasan.


"Lio Tante titip anak Tante ya Dara nanti kalo di sana kamu jangan jauh jauh dari Lio ya nak," ujar Mona yang sengaja ingin mendekatkan sang anak pada Lio. Namun belum sempat Lio menjawab tiba tiba saja semua teman satu sekolahnya berjalan mendekat ke arah nya sambil menyanyikan lagu ulang taun


HAPPY BIRTHDAY HAPPY BIRTHDAY HAPPY BIRTHDAY TO YOU. semuanya pun menyanyikan lagu itu dan ketika semua temannya telah selesai menyanyikan lagu itu masih terdengar suara merdu seorang wanita yang sangat familiar, seketika Lio membulatkan kedua bola matanya, jantungnya berdetak begitu cepat ia sangat hafal dengan suara merdu itu.


Semua teman sekolahnya pun membukakan jalan untuk Queensa dan Altaf dan kawan kawannya. Queensa dengan anggunnya berjalan ke depan sambil membawa kue tar menuju di mana Lio dan orang tuanya berdiri.


Happy birthday Nathan.


Masih dengan suara merdunya Queensa pun akhirnya sampai tepat di hadapan Lio saat ini. Dara yang masih di samping Lio langsung saja memanas terbakar api cemburu. Sedangkan Mona masih bertanya tanya apakah wanita yang di hadapannya saat ini anak dari keluarga Aidan Khan ?.


Kedua bola mata Lio pun langsung memerah sepertinya ia akan mengeluarkan cairan bening dari sana.


Lio pun segera meniup lilin yang bertengger di atas kue itu sedari tadi tak lupa juga ia memanjatkan doa terlebih dahulu sebelum meniup lilinnya. Setelah lilin tertiup kue itu pun ia berikan pada sang Kaka terlebih dahulu. Dan seketika Lio langsung memeluk tubuh Queensa dengan eratnya seakan ia takut untuk kehilangan Queensa kembali.


"Sorry,"


"I love you,"


"I Miss you," ujar Lio di sela sela pelukannya terdengar sangat lirih namun terasa sangat dalam.


"Sorry,"


"I love you too, and I Miss you too," jawab Queensa dan membalas pelukan Lio dengan sama eratnya.


"Ekhm," deheman Mona pun merusak suasana.


"Maaf Tante saya nggak bisa jagain anak Tante karena saya harus jaga wanita saya Tante," ujar Lio yang membuat Mona menatap Queensa penuh dengan kebencian.


"Ya Allah ini Arcilla ??," mendengar sang putra semata wayangnya menyebut sosok wanita yang berada di depannya adalah wanitanya sontak saja bunda Zora menyerukan suaranya tak kalah hebohnya. Bagaimana tidak ia dan sang suami telah mencari keluarga sahabat mereka bertahun tahun dan sekarang mereka di pertemukan kan kembali.